Bab 45 Tim Kelima
Nutupin kepalanya, Qin Hailan ngeliatin pemandangan di depannya dengan nggak percaya: "Ya ampun, Su Yue!"
Setelah nyari lama, isinya cuma ruang kosong, tapi gue nggak nyangka pintu masuknya ada di sini.
Kalo aja nggak sama Su Yue, Qin Hailan yakin dia nggak bakal nemuin tempat buat masuk ke Institut Riset Jumat seumur hidupnya.
Keterkejutan terpancar di matanya, dan Su Yue senyum percaya diri: "Gue tahu dia nggak bakal bohong sama gue!"
Mereka buka pintu dan masuk.
Di dalem gelap, tapi jelas banget keliatan ada cahaya nggak jauh di depan.
Jalan ke dalem, Su Yuecai takjub sama tulisan tangan pertemuan riset Jumat.
Pintunya ditutup, dan jalan diterangi sama cahaya redup.
Ada banyak hal yang harus diperhatiin setelah masuk dan beberapa orang hebat di pertemuan riset Jumat di dinding.
Su Yue dan Qin Hailan jalan sambil ngeliatin, dan ada banyak orang terkenal dari luar di dinding.
"Hailan, kita harus belajar keras hari ini. Orang-orang ini keren banget," Su Yue iri ngeliat pencapaian mereka yang hebat.
Mata Qin Hailan juga penuh iri: "Iya, kapan ya kita bisa jadi orang hebat kayak mereka?"
Su Yue ngangguk pelan: "Cepet kok."
Mereka berdua senyum satu sama lain, Su Yue dan Qin Hailan lanjut jalan ke dalem.
Nggak lama, rasa cahaya makin lama makin kuat. Kayaknya ada pemandangan beda pas keluar dari jalan ini.
Merapatin mata sedikit, Su Yue keluar.
Kayak kebun beneran.
Iris putih tumbuh di area yang luas, dan pola logo riset Jumat adalah iris. Dilihat lebih dekat, Su Yue bisa liat iris putih itu punya cahaya keemasan samar dan udah kena mantra.
Ngerasain sentuhan Su Yue, iris membentuk garis lurus, dan arahnya kayak nuntun ke tempat diadakannya pertemuan.
Su Yue ngangguk dan jalan terus, danau muncul nggak jauh di depan.
Kualitas airnya jernih, dan ikan di dalemnya warna-warni. Su Yue berhenti di tempat yang sama dan ngeliatin sebentar: "Ikan apa nih? Cantik semua!"
Di bawah cahaya, ikan memantulkan cahaya warna-warni di air.
Su Yue tertarik banget.
"Ini harusnya namanya ikan tujuh bor," kata Qin Hailan, nadanya agak nggak yakin.
Hanya kebetulan dia pernah liat deskripsi ikan itu di buku, tapi dia belum pernah liat langsung.
Su Yue nggak ngomong, tapi ngeliat lagi ikan di air dan jalan terus.
Pas lewat rumah transparan, Su Yue dan Qin Hailan ngeliat orang-orang di dalem.
Beberapa pria dan wanita berpakaian santai berkompetisi buat nampilin sulap di dalem, dan Su Yue ngegandeng Qin Hailan buat nonton.
Seorang wanita berambut pirang panjang dan berpenampilan cantik ngeluarin ponselnya, dan lingkaran ungu ngumpul "angsa terbang".
Banyak banget angsa terbang ungu yang terbang di langit. "Angsa terbang" adalah jenis sulap pelacak, yang bisa ngumpulin keberadaan banyak orang lain buat dipake. Dulu Su Yue suka banget ngeliat jenis sulap di toko sulap pas lagi nggak ada kerjaan.
Pas dia liat "Angsa Terbang" waktu itu, dia masih ngerasa nggak guna. Soalnya, angsa terbangnya kegedean, jadi gampang ketauan kalo mereka nggak cocok buat nge-track, tapi lumayan cocok buat ditonton.
Tapi sekarang ngeliat orang lain make itu, Su Yueming salah.
Pelacakan "angsa terbang" bisa nggak keliatan!
Banyak banget angsa terbang ungu yang udah menghilang, dan lo nggak bisa liat di mana posisinya.
Tapi gue bisa ngerasain suara halus di sekitar gue.
Kalo lo nggak dengerin baik-baik, lo nggak bakal nyadar sama sekali.
Setelah penampilan wanita berambut pirang panjang itu, seorang pria tinggi, ganteng, pake ripped jeans keluar.
Dia pertama-tama tepuk tangan dan senyum buat nunjukkin kalo penampilan sulap si pirang keren banget.
Terus dia ngeluarin ponselnya, dan Su Yue natap apa yang bakal ditampilin pria itu.
"Su Yue, orang-orang ini dari tim kelima!" Qin Hailan bilang semangat ke Su Yue.
Su Yue kaget, pikiran gue tiba-tiba inget legenda tentang tim ini.
Di benua itu, beberapa orang bebas dan santai, yang nggak suka banyak aturan dan nggak mau gabung Tim Sulap Kekaisaran, bakal ngajak beberapa orang yang sepikiran buat ngebentuk tim sendiri, dan tim kelima ini adalah salah satu yang khas.
Asal mula tim kelima dimulai sama kapten mereka Wu Qing.
Mikir-mikir, Su Yue tertarik sama pemandangan di depannya.
"Changhong"!
Gue nggak nyangka sulap paling top di toko sulap bisa diliat hari ini.
Su Yue semangat banget sampe Qin Hailan di sebelahnya tepuk tangan gembira.
"Changhong" adalah sulap buat nyuri hari dan ganti hari.
Lo bisa ganti cuaca hari itu sesuka hati dan bikin suasana yang sama.
Itu bisa ngaruh ke suasana hati orang-orang di sekitarnya, dan "Changhong" ada di banyak acara besar.
Pria itu bikin cuaca cerah sebentar, dan bunga-bunga bermekaran di sekelilingnya. Su Yue bisa nyium wangi bunga segar pas dia berdiri di tempat.
Sebentar lagi, cuacanya berkabut dan berkabut.
Beberapa saat kemudian, mulai hujan lagi, dan hujan perlahan menetes ke tanah. Su Yue ngerasa sedih nggak jelas.
Pas pria itu nyimpen sulapnya, Su Yue nggak bisa nahan semangatnya dan tepuk tangan dengan tulus.
"Chang Hong" semua penggunaan keterampilan dan tingkat penyelesaian pertunjukan udah bagus banget sama pria itu
"Jess, liat ke sana. Lo dapet dua cewek lagi," si pirang nunjuk ke posisi Su Yue dan bilang sambil senyum.
Su Yue juga senyum ke sisi lain, kalem banget, Qin Hailan ngerasa kayak lagi ngintip ketauan, nggak nyaman banget.
"Halo!" Pria bernama Jess berbalik nyapa mereka, dengan sopan santun dan jelas banget punya pendidikan yang bagus.
Su Yue ngajak Qin Hailan dan jalan ke sana.
Berdiri di depan beberapa orang, Su Yue bilang, "Halo, nama gue Su Yue. Gue udah denger banyak banget tentang bakat di tim kelima sejak lama, tapi gue nggak nyangka bakal ketemu hari ini."
"Gue kagum sama penampilan kalian berdua barusan," Su Yue bersikap anggun.
Qin Hailan ngikutin Su Yue dan ngenalin diri.
Mungkin karena ngeliat, beberapa orang mikir Su Yue dan Qin Hailan baik.
Lima anggota tim kelima ngenalin diri mereka secara bergantian.
Cewek pirang cantik namanya Rose, dan orangnya sehalus dan semanis namanya. Pria yang nampilin "Changhong" adalah Jess, dan cowok lain yang pake kacamata bingkai gede dipanggil musang.
Di balik kacamatanya, Su Yue nyadar senyumnya yang licik, beneran kayak kucing.
Ada juga dua kembar, cowoknya namanya Zijia dan ceweknya namanya Ziyi.
Mereka berdua diem banget, cuma ngarah ke Su Yue dan Qin Hailan ngangguk ramah, nggak ngomong.
"Kalian ke sini buat seminar hari ini?" Rose nggak percaya.
Soalnya, Su Yue dan Qin Hailan jelas anak sekolahan dari pakaian dan penampilan mereka.
Sedikit banget anak sekolahan yang dateng ke seminar Jumat, semuanya orang aneh atau orang kaya di masyarakat.
"Iya, ini tiket dari temen," jelas Su Yue.
"Berarti temen lo kaya banget," Rose ngeliat samar ke Su Yue.
"Emang lumayan kaya," Mikir tentang identitas Luo Jun, keluarga melodi bisa nggak punya duit?! Qin Hailan mecahin mulutnya dua kali.