Bab 28
Kaden itu bener-bener bikin adem, rambutnya pirang lembut dan mata abu-abu, dengan seringai nakal kayak bapaknya. Waktu aku gendong dia di dada, aku sadar kalau bayi itu adalah berkat dari Tuhan buat semua orang di seluruh negeri.
"Hai, sayang," jari Kaden yang gemuk nyentuh rahangku, matanya makin lebar dan bulat, matanya mirip aku, tapi fitur wajahnya kayak bapaknya. Alpha pergi ke kawanan buat ngasih tau kabar tentang bayi kita, soalnya aku gak bisa gerak dari efek suntikan dan lahiran yang bikin lemes. Cuma ada aku dan bayiku.
Dia imut banget. Lace kegirangan bareng aku sambil ngayun-ngayun Kaden yang ngantuk, dia punya kekuatan yang gede banget, aku bisa rasain itu nyala di dalam jiwanya.
Simbol itu bersinar bahagia waktu mata bayi kecil itu merem, napasnya keluar masuk, aku cium simbol itu, bersyukur Tuhan ngasih aku keinginan buat punya malaikat.
Dengan selimut di atas dia, aku taruh dia di boks baru yang disiapin penjaga waktu kita balik, kita mutusin buat tinggal di kamar Alpha yang sama dan ngerubah kamarku jadi ruang bermain buat Alpha baru.
Crystal masuk waktu aku selesai dan meluk aku buat nenangin, pelukan yang bener-bener aku butuhin soalnya Alpha semangat banget tapi harus pergi buat beresin semuanya.
"Kaden lucu banget, jangan salahin aku kalau aku kegirangan banget waktu gendong dia besok." Crystal bercanda sambil aku ngasih dia senyum berseri dengan mata capek dan rambut lengket, aku keliatan berantakan dan adiknya pacarku kayaknya sadar.
"Aku mau ke bawah buat siapin makan malam buat kamu dan Alpha waktu dia balik biar kita bisa makan malam perayaan yang bener buat berkat yang datang pada kita." Matanya dengan ceria ngeliatin bayi laki-lakiku yang lagi tidur dan dia meluk aku sekali lagi sebelum menghilang buat masak makan malam.
Masuk ke bak mandi yang penuh wangi lavender dan bunga di sekelilingku, aku sedikit santai dan berencana buat lari biar Lace juga bisa nikmatin.
"Hell yeah." Lace nyemangatin dan aku ketawa kecil.
Setelah beberapa saat, aku lilitkan handuk biru tua di tubuhku dan ngeringin rambutku, bikin gelombang rambut pirang jatuh di bahuku waktu mata abu-abuku menenangkan di cermin yang memantul.
Aku denger pintu kebuka dan aku panik, mikir ada orang yang mau nyulik Kaden jadi aku lari keluar kamar mandi, hampir kepleset di lantai basah.
"Santai, sayang, cuma aku." Dia ketawa pelan, hati-hati gak ganggu bayi yang lagi tidur.
Aku nghela napas di dada bidangnya waktu dia meluk tubuhku. "Aku gak bisa gak terlalu protektif sama dia," aku ngaku sambil dia bergumam setuju sambil ngusap rambutku.
"Wajar, Desti, Kaden super kuat jadi dia bisa lindungin dirinya sendiri dan dia punya simbol perlindungan. Dia bakal baik-baik aja." Kata Alpha. Tau dia bener, kita tetep di pelukan kita dan dia hampir narik handukku dari tubuhku tapi aku pegang erat, pipiku merona.
"Kita gak mau bikin Kaden trauma dengan suara kita." Dia mengeluh dengan alasan konyolku sambil dia gendong aku dengan tangannya dan ke sprei sutra di kasurnya.
"Kita udah lama gak bikin cinta dan aku kangen kamu." Aku kegirangan dengan suara putus asa dia waktu dia cium puncak payudaraku, aku lilitkan kakiku di sekelilingnya waktu kita ciuman.
"Kenapa kamu telat banget?" Crystal nanya sambil aku salting dan Alpha ngeliatin adiknya yang ceplas-ceplos. Aku pake gaun biru sopan yang panjangnya sampai lutut dengan lengan panjang renda. Alpha, seperti biasa, keliatan ganteng banget dengan kemeja hitam yang digulung dan dikancing dengan jeans, rambutnya disisir rapi ke belakang dan mata hurikan-nya keliatan stres dan santai dari mandi yang kita lakuin setelah kita bercinta.
Tanganku masih di tangannya dan aku punya monitor bayi kecil buat ngecek dia juga, penjaga juga ngurusin dia di dalam kamar Alpha. Waktunya udah mau jam sembilan malam waktu kita berdiri di resepsionis yang letaknya di tengah mansion di ruang aula.
"Kita ada yang harus dikerjain," aku jawab sambil Crystal nyengir ke jawabanku.
"Aku gak kaget kalau seluruh kawanan denger erangan kerasmu dan erangan adikku." Kita berdua malu tapi ketawa ke Crystal yang sugestif.
Kawanan gak lupa kejadian yang terjadi pada wanita pirang muda itu jadi kita gak ada pesta, cuma acara kumpul buat pengumuman setelah Kaden, semua orang mau ngucapin selamat ke kita.
Semua orang berdiri diam waktu kita berdoa buat jiwanya selanjutnya di ruangan mewah yang luas yang dipenuhi karpet kuno di tanah tempat mereka berjalan.
"Kita bakal cari tau sampai tuntas, aku udah nyari dan aku gak akan berhenti sampai kita semua aman dan terima kasih atas dukungan yang kalian kasih ke kita buat bayi baru kita dan Alpha selanjutnya," Alpha mengakhiri dengan suara serak beratnya waktu dia balik buat gabung sama aku, Crystal pergi dengan pacarnya setelah dia ngenalin aku ke dia, dia laki-laki yang menawan yang cocok banget sama adiknya, namanya Peter Hughs.
Semua orang bersorak dan beberapa cewek yang iri jadi iri sama aku soalnya Alpha pada dasarnya cowok hot tahun ini. Kita gandengan tangan waktu kita jalan buat ngobrol sama kawanan lain yang gabung buat bantu kita.
Ada seorang pria yang sangat ragu, dia keliatan bener-bener gelap dengan mata biru yang hampir kayak manik-manik dan postur yang tajam. Dia pake setelan biru dengan dasi putih, dia adalah Alpha dari Wildcrest, temannya pacarku.
Aku ngerasain aura misteriusnya yang gelap, ada sesuatu di balik dia. Lace ngeyakinin pikiranku.