Bab 2
Pagi pertama di rumah Mertua!
Dapur:
"Aarohi sayang, hari ini hari pertamamu setelah nikah, jadi kamu bikin satu makanan manis, sisanya buat sarapan biar aku yang urus," kata Priya, ibunya Advaith, ke Aarohi yang baru masuk dapur buat bikin sarapan.
"Aku harus bikin apa, tante?" Aarohi bertanya, bingung banget soalnya dia gak tau orang-orang di rumah ini suka makan apa.
"Pertama, sekarang kamu anak di rumah ini, jadi panggil aku Mama. Soal makanan, kamu bisa bikin apa aja, yang kamu jago. Gak ada yang nge-judge kamu di sini," kata Priya sambil sayang ngelus kepala Aarohi yang langsung senyum lebar.
Walaupun hubungannya sama Advaith gak baik, tapi dia senang setidaknya anggota keluarga yang lain nerima dia sepenuh hati.
Aarohi mulai bikin kheer (makanan manis India) buat hidangan manis, dan begitu selesai, Priya bilang, "Aarohi, sayang, kasih kopi ke Advaith. Dia selalu mau kopi sebelum mandi."
Aarohi ngangguk dan ambil cangkir kopi buat advaith sebelum ke kamar 'maaf' mereka.
Naro cangkir kopi di meja samping, dia buka gorden biar sinar matahari masuk ke kamar. Advaith yang lagi tidur pules menggeliat, ngangkat kepala dan buka mata sedikit, bilang, "Aarohi, tutup lagi gordennya. Aku mau tidur sebentar lagi," kata Advaith sambil ngantuk, tapi dingin banget, sebelum tidur lagi. Aarohi jawab, "Mama bilang kamu butuh kopi di kasur, jadi kopinya ada di meja samping."
"Aarohi, walaupun Mama nyuruh kamu kerjain ini, tapi kamu gak perlu ngelakuin semua ini karena aku beneran gak suka ada orang yang ikut campur urusan pribadiku," kata Advaith dengan muka serius sebelum bangun dan jalan ke kamar mandi tanpa minum kopi, lagi-lagi ninggalin Aarohi yang sedih. Tapi gak lama dia kuatin diri, karena dia udah tau ini bakal terjadi.
Aarohi lagi beresin tempat tidur pas dia denger telepon seluler Advaith bunyi. Awalnya dia abaikan, tapi pas bunyi ketiga kalinya, dia mikir buat ngecek siapa tau ada telepon penting. Dia angkat HP-nya, tapi langsung naro lagi dengan berat hati begitu liat tulisan ‘Cinta' di layar.
"Telepon kamu bunyi. Itu te-cinta," kata Aarohi sebelum buru-buru keluar kamar, sementara Advaith mijit batang hidungnya karena frustasi. Dia frustasi banget mikirin apa yang harus dia bilang ke Aamira soal pernikahannya yang tiba-tiba, dan gimana cara ngatur dua hubungan sekaligus, karena dalam hatinya dia tau kalau Aarohi juga gak salah.
………………
"Bhabhi (kakak ipar), apa bhai (kakak) udah cerita soal hubungannya sama Aamira?" Aashi, adiknya Advaith, yang ngeliat Aarohi kerja sendiri di dapur, datang dan duduk di meja dapur sebelum nanya pertanyaan yang bikin Aarohi kaku di tempat.
Aarohi gak tau harus jawab apa, jadi dia ngangguk pelan, bikin Aashi menghela nafas sedih. "Bhabhi (kakak ipar), aku tau keadaan pernikahan kamu sama bhai (kakak) gak sesuai harapan, tapi tolong jangan sedih. Semuanya bakal baik-baik aja seiring waktu," Aashi berusaha jelasin ke Aarohi soal situasinya, sementara Aarohi ngasih senyum kecil ke dia sebelum bilang, "Kamu baik banget, Aashi. Makasih."
"Kamu bisa cerita apa aja ke aku kalau ada yang ganggu kamu. Kamu bisa anggap aku temen," Aashi nenangin Aarohi yang ngangguk. Di sini, Aarohi berhasil dapetin hati satu orang lagi tanpa usaha banyak dalam waktu singkat.
"Oke, jadi—kamu bikin apa buat Chulha Rasam pertama kamu?" Aashi nanya, berusaha bikin suasana hati Aarohi jadi lebih baik, yang beneran berhasil karena Aarohi mulai cerita soal semua makanan yang udah dia siapin buat ‘chulha-rasam' pertamanya.
[Chulha rasam adalah ritual India di mana menantu perempuan pertama kali harus bikin sesuatu yang manis buat sarapan]
………………
"Udah, jangan kasih ke aku. Aku gak suka manis," Advaith ngomong, ngehentiin Aarohi dari nyajiin Kheer yang dia bikin khusus buat ‘chulha-rasam'-nya, sementara Aarohi ngangguk sebelum jalan ke Priya buat nyajiin ke dia.
"Aarohi, kasih kheer ke Advaith juga. Advaith, pertama kalinya dia bikin sesuatu yang manis. Jangan bilang gak mau. Setidaknya makan sedikit buat ngehargai usahanya aja," kata Abhiraj, ayah Advaith, dengan tenang tapi tegas, bikin Advaith menghela nafas karena frustasi, tapi dia tetap makan sedikit setelah Aarohi nyajiin.
"Aarohi, kheer-nya enak banget. Serius, kamu punya kekuatan sihir di tangan kamu. Dan ini hadiah dari aku, Priya, dan Aashi buat chulha rasam pertama kamu di rumah kita." Abhiraj muji Aarohi dan ngasih kotak kalung berlian berat sebagai saugat (hadiah), bikin semua orang senyum kecuali Advaith yang makin kesel sama semua drama ini.
"Aadi, pas pulang dari kantor, kamu juga beli hadiah buat dia ya. Suami harus ngasih hadiah ke istrinya buat masakan pertamanya." Priya nyaranin ke Advaith yang ngangguk dengan enggan karena dia gak pernah bisa melawan Mamanya~tipikal anak mama banget dia!!
Mereka kaget karena bel pintu bunyi, dan seorang pelayan buka pintu buat nyambut Abhoy Basu yang datang buat jemput adiknya buat ‘Rasam of Paghphera'.
{Paghphera adalah ritual di India di mana pengantin baru mengunjungi rumahnya sendiri di hari pertama pernikahannya.}
"Tante, aku mau bawa Aaru buat paghphera rasam. Nanti sore aku anterin dia balik," Abhoy, kakak laki-lakinya Aarohi, ngomong setelah duduk di sofa bareng yang lain, sementara Advaith udah pergi ke lantai atas ke kamarnya buat siap-siap ke kantor.
"Gak usah dianterin. Advaith yang jemput dia nanti sore," kata Abhiraj pas dia ngeliat advaith turun dari tangga. "Papa, aku ada meeting penting. Aku gak bisa jemput dia," Advaith langsung nyahut begitu denger saran papanya buat dia jemput Aarohi.
Di sini dia berusaha ngejaga jarak dari Aarohi, sementara keluarganya pengen mereka makin deket.
"Advaith, kerjaan bisa nunggu, tapi jangan abaikan fakta kalau kamu udah nikah sekarang dan tanggung jawabmu berlipat ganda. Kamu bakal jemput Aarohi dari rumahnya nanti sore. Aku yang urus meeting kamu," Abhiraj nyatain sekali lagi, bikin Advaith ngilu giginya sambil natap Aarohi, yang buang muka gak kuat nahan tatapan marahnya.
Semua ini diperhatiin Abhoy, tapi dia mikir buat ngasih waktu buat mereka buat nyelesain masalah sebelum bikin kesimpulan tentang mereka.
Gak lama Aarohi pergi sama Abhoy ke rumahnya, sementara Advaith juga pergi ke kantor dengan frustasi di pikirannya.
………………
"Ohh, lihat siapa di sini!! Putriku yang manis dan cantik. Apa kabar, sayang?" Mishti, ibunya Aarohi, berseru begitu dia ngeliat putrinya masuk rumah.
Aarohi senyum lebar ngeliat cinta dan rasa kangen di mata ibunya sebelum jawab, "Aku baik, Mama. Apa kabar Mama sama Papa?"
"Kita semua baik, tapi kita kangen banget sama kamu. Advaith gak ikut sama kamu?" Mishti nanya sambil nyari Advaith, sementara Abhoy ngurusin situasi dengan bilang, "Mama, biarin dia masuk dulu, dan Advaith harus pergi buat meeting penting. Dia bakal datang nanti sore buat jemput Aaru."
"Oh!! Masuk. Aku udah bikin semua makanan kesukaan kamu. Papamu udah pergi ke pasar buat beli rosho-gulla kesukaan kamu" dan di situ mulailah obrolan keluarga Basu.
{Rosho-gulla adalah makanan manis terkenal di kota kolkata, India}
………………
"Aaru, kamu gak ada masalah kan di rumah mertua kamu? Advaith bersikap baik kan sama kamu?? Aku tau keadaan pernikahanmu gak enak, tapi sekarang itu rumah kamu dan kamu sekarang bagian dari rumah itu, jadi kamu harus jaga rumah itu sama kayak kamu biasa jaga rumah ini" Sekarang Arnob dan Aarohi lagi duduk di beranda rumah mereka, nikmatin waktu ayah-anak, pas Arnob nyampein kekhawatirannya buat Aarohi.
"Papa, semua orang baik banget di sana, dan Advaith juga baik banget. Aku tau keadaannya gak enak, tapi dia gak bikin aku ngerasa gak dianggap. Malah, semalam dia duduk bareng aku dan nyemangatin aku buat kasih kesempatan ke pernikahan kita. Advaith pengertian banget. Dia perlakuin aku baik banget," kata Aarohi sambil nahan air mata biar gak jatuh, karena dia bisa liat jelas kekhawatiran di wajah papanya dan dia gak mau papanya khawatir karena dia, karena papanya udah punya penyakit jantung dan khawatir sama sekali gak baik buat dia.
"Aku lega sekarang. Aku khawatir banget sejak semalam, sampai gak bisa tidur nyenyak, tapi sekarang aku senang kamu nyaman di sana," Arnob berseru dengan lega di wajahnya, bikin hati Aarohi berdebar karena bohong ke ayahnya, tapi dia gak bisa apa-apa karena dia gak mau ayahnya khawatir karena masalahnya sendiri.
……………………
Sore:
Jam delapan malam dan keluarga Basu lagi ngobrol pas Mishti bilang, "Aaru, telepon Advaith dan tanya kapan dia mau jemput kamu. Udah waktunya makan malam."
Mata Aarohi membelalak mikir gimana caranya dia bilang ke keluarganya kalau dia gak punya nomor suaminya, sementara orang tuanya nunggu dia nelpon Advaith.