Bab 23
Butuh setengah jam sebelum Rhianne berhenti nangis. Keith beneran udah usaha keras buat berhentiin air matanya. Dia bahkan janji macem-macem ke Rhianne cuma buat nenangin dia, tapi percuma semua. Akhirnya, Francis yang berhasil bikin dia tenang.
Wajah Rhianne udah kayak kapal pecah. Kedua matanya bengkak. Pipinya merah dan bibirnya gemeteran. Rhianne sesekali cegukan, jadi Francis bantuin dia minum air pake sedotan. Siapa aja yang liat penampilannya pasti kasihan dan nggak sadar mikir, siapa sih yang nge-bully anak perempuan kecil yang imut ini?
Itu situasi pertama yang dilihat Carmie waktu dia buka pintu. Dia langsung lari ke arah Rhianne dan ngecek kalau-kalau Rhianne luka selain luka di lututnya. Begitu dapet telepon dari guru di sekolah mereka, Carmie langsung batalin semua janjinya hari ini. Carmie nggak bakal tenang sebelum lihat putrinya dalam kondisi baik.
Waktu Rhianne lihat ibunya, dia pengen nangis lagi. Rhianne masih sensitif gara-gara emosinya. Dia meluk ibunya erat-erat dan nyembunyiin kepalanya di bahu ibunya. Carmie mikir Rhianne ketakutan, jadi dia berusaha nenangin dengan nepuk-nepuk tangannya pelan di punggung Rhianne dan ngomong kata-kata yang menenangkan.
"Ada apa?" Carmie nanya ke Francis.
"Emm..." Francis ngeliat ke arah yang berlawanan dan Carmie ngikutin arah pandangnya.
Carmie kaget pas dia liat ada dua orang lagi di klinik. Itu temannya, Danica, dan anaknya, Keith. Danica megang bahu anaknya sementara Keith duduk di pojokan dan ngelirik-lirik gugup ke arah Rhianne.
Francis nyeritain cerita yang dia denger dari salah satu guru yang berhentiin perkelahian itu. Pas dia selesai ngomong, Danica ngelirik anaknya sebelum ngeluarin napas panjang. Dia nyisir rambut anaknya pake jari-jarinya yang panjang sebelum ngeliatin Carmie sambil senyum minta maaf. Dia sadar banget gimana temennya sayang banget sama Rhianne dan Danica nggak mau Carmie punya pandangan negatif ke anaknya.
"Atas nama anakku, aku mau minta maaf atas apa yang terjadi hari ini." kata Danica dengan suara tulus.
"Nggak apa-apa kok. Keith nggak salah atas apa yang terjadi hari ini. Aku nggak nyalahin dia. Yang lebih penting, mereka berdua selamat." kata Carmie sebelum ngeliat ke Keith. "Kamu keliatan pucat. Kita harus bawa kamu ke rumah sakit buat ngecek luka-luka kamu."
"Nggak, nggak. Nggak apa-apa, Tante. Nggak sakit kok. Dan saudara laki-laki juga bisa ngecek luka aku nanti." kata Keith dengan suara pelan. "Dan..."
Waktu Keith berusaha ngeliat Rhianne, dia malah dapet tatapan sinis dari Rhianne. Keith sadar kalau dia masih kesel sama dia, tapi dia nggak bisa nahan diri buat nggak terpesona sama matanya. Rhianne punya mata yang indah. Matanya saat ini berkaca-kaca dan berkilau karena air matanya. Itu ngasih efek yang bikin orang ngerasa iba sama dia.
Rhianne nggak peduliin Keith dan berbisik ke ibunya kalau dia pengen pulang dan istirahat. Tentu aja, ibunya bilang oke dan bantuin dia berdiri. Francis sukarela mau benerin masalah mereka, jadi dia harus tetep di akademi. Carmie dan Danica tukeran beberapa kata sebelum mereka pisah. Sampai Rhianne masuk ke mobil mereka, dia bener-bener nggak peduliin Keith. Dia lagi nggak mood buat ngomong sama tokoh utama pria muda ini.
Rhianne sadar kalau Keith masih muda dan bakal kena pengaruh orang-orang di sekitarnya. Tapi dia beneran kesel waktu dia ngeremehin dirinya sendiri dan bilang lebih baik dia mati muda. Rhianne nggak beneran marah sama Keith, tapi dia harus kasih tau dia kalau apa yang dia lakuin itu salah dan biarin dia merenungin kesalahannya sendiri.
Tentunya, Keith dan ibunya juga pergi dari akademi. Keith diem aja selama perjalanan di mobil. Dia nggak ngomong sepatah kata pun dan bibirnya manyun. Danica terus-terusan ngelirik anaknya. Tentu aja, dia khawatir sama dia.
Sebagai ibu, dia kadang ngerasa gagal karena dia nggak bisa bantuin anaknya buat ngilangin masalahnya. Dia nyalahin dirinya sendiri karena nggak ngasih perhatian lebih ke anaknya seiring dia tumbuh. Danica terlalu sibuk sama bisnis mereka sampai dia kadang ngelupain tugasnya sebagai ibu. Jadi waktu dia dapet berita sebelumnya kalau Keith di-bully di sekolah, dia langsung bikin banyak perubahan besar di jadwalnya supaya dia bisa lebih fokus sama keluarganya sendiri.
Sambil diem-diem ngeliatin anaknya, dia nyadar kalau Keith lagi mainin ponselnya. Dia ngetik beberapa kata, tapi dia juga ngehapusnya. Terus Danica nggak sengaja liat nama Rhianne di layar. Kayaknya Keith lagi usaha buat minta maaf ke cewek itu.
Danica kenal Rhianne sejak dia masih kecil. Dia anak perempuan kesayangan keluarga Cartel. Danica inget kesan pertamanya waktu dia pertama kali liat Rhianne. Dia imut banget dan punya kepribadian yang ceria dan bersemangat. Nggak heran kenapa Keith suka temenan sama dia dulu.
Dia nggak nyangka bakal ketemu Rhianne lagi dalam situasi ini. Danica dateng lebih awal di akademi waktu dia dapet telepon yang bikin khawatir soal anaknya. Sebelum dia bisa buka pintu klinik, Danica denger suara mereka di dalem. Dia juga denger hal-hal yang diomongin Rhianne ke Keith.
Danica tau kalau Keith nggak percaya diri sama matanya karena bullying yang dia alami waktu dia masih kecil. Dia udah berusaha ngomong ke Keith soal itu, tapi dia tau kalau Keith nggak mau mereka khawatir, jadi dia nggak pernah cerita masalahnya sendiri sama mereka.
Jadi dia nggak bisa ngejelasin gimana kagetnya dia waktu Keith ngomongin pikiran terdalamnya sama Rhianne. Yang lebih bikin kaget lagi, Rhianne yang malah marah dan ngerasa kesal sama anaknya gara-gara kata-katanya. Kedua anak ini beneran peduli satu sama lain, terutama anaknya. Keith kadang punya sikap sombong, tapi Danica liat gimana lembutnya dia waktu berurusan sama Rhianne.
"Keith, Ibu nggak bilang kamu yang salah di sini. Tapi kamu juga harus minta maaf ke Rhianne."
Keith ngeliat ibunya sebelum ngangguk. Dia tau kalau Rhianne marah sama dia. Keith nggak nyangka dia bakal bikin Rhianne nangis gara-gara kata-katanya. Keith beneran pengen minta maaf, tapi dia nggak tau gimana. Sampai mereka nyampe rumah, yang dia pikirin cuma gimana caranya ngomong dan minta maaf ke temannya.