Bab 41 Bab KHUSUS
Beberapa bulan setelah Andrew pergi dari Finrel City, hubungan antara Keith dan Rhianne tetap sama. Mereka masih pasangan remaja yang tak terpisahkan yang semua orang tahu. Kalau ada yang lihat Rhianne di luar, pasti Keith juga ada di dekatnya. Orang tua mereka berdua gak masalah sama itu. Keluarga mereka akur dan dukung persahabatan anak-anak mereka.
Pasangan Lancester sering bilang ke anak laki-laki bungsunya buat jaga baik-baik Rhianne. Bukan cuma karena Rhianne cewek yang rapuh, tapi dia juga putri kesayangan keluarga Cartel. Karena Keith sedikit lebih tua dari Rhianne, harusnya dia jadi kakak buat dia yang memperlakukan dia kayak adiknya sendiri.
Keith gak percaya telinganya pas pertama kali denger kata-kata itu. Orang tuanya mau dia perlakuin crush-nya kayak adiknya sendiri. Dan yang paling parah, orang tuanya ngomong gitu tepat di depan kakaknya!
Sesuai dugaan, pas Calvin denger kata-kata itu, dia nyemburin kopi dingin yang lagi dia minum ke mukanya dan ketawa ngakak sampe kayak paru-parunya mau meledak. Calvin terus-terusan ngulang kata 'adik' ke muka Keith sampe kesabarannya abis dan nerkam kakaknya di lantai. Tetep aja, senyum ngejek di wajah Calvin gak hilang. Dia bahkan bilang ke adiknya kalau Rhianne mungkin juga ngeliat dia sebagai adiknya, padahal dia lebih tua beberapa bulan.
Ngomong-ngomong, Keith bilang ke orang tuanya buat berhenti nyuruh dia perlakuin Rhianne kayak adiknya. Keith juga nambahin kalau dia gak bakal bisa perlakuin dia kayak adik. Awalnya, pasangan Lancester bingung sama omongan anak laki-laki bungsunya. Tapi mereka langsung ngerti maksudnya cuma dengan merhatiin pipi Keith yang memerah dan tawa ngos-ngosan Calvin.
Ibunya udah antisipasi hal itu. Cuma dengan sekali lihat, dia tahu kalau anak laki-laki bungsunya punya rasa sayang yang dalam ke gadis kecil itu. Tapi gak apa-apa. Rhianne Cartel emang cewek yang imut dan manis. Dia juga orang yang peduli dalam hidup anaknya.
Tapi ayahnya punya reaksi yang beda. Sambil natap Keith dengan tatapan simpatik, dia nepuk pundak anaknya dan bilang buat berani di masa depan. Pas Keith nanya kenapa, ayahnya cerita tentang ayah Rhianne.
Eugene Lancester udah kenal Tim Cartel sejak mereka masih kuliah. Dia orang yang serius sama pekerjaannya. Dia bos yang tegas buat semua orang. Tapi dia juga adil ke karyawannya, terutama yang dedikasi dan semangat kerja.
Pas berita nyebar kalau istrinya hamil anak kedua mereka, semua orang ngucapin selamat ke Tim Cartel dan ngirim harapan baik buat mereka. Teman-teman dekat mereka tahu banget gimana mereka pengen punya anak kedua. Dan setelah beberapa tahun usaha tanpa henti, doa mereka akhirnya dijawab. Dan setelah sembilan bulan, Carmie ngelahirin bayi perempuan.
Setahun setelah Carmie ngelahirin putrinya, keluarga Cartel ngadain perayaan dua hari buat nyambut anggota baru keluarga mereka. Itu juga waktu semua orang lihat Tim Cartel bertingkah kayak orang yang beda. Alih-alih persona dia yang tegas dan serius, mereka semua jadi saksi gimana dia hati-hati gendong putri kecilnya di tangannya. Dia bahkan pegang sendiri botol susu di tangannya dan hati-hati bantuin putrinya minum susu.
Tim gak peduli kalau beberapa tetes susu formula ngotorin setelan mahalnya atau kalau bayinya di tangannya asik narik-narik rambutnya. Malah, dia sabar ngadepin bayi perempuannya dengan ngejekin dia sampe dia nunjukin senyum. Ada juga waktu Tim ngomong dengan suara bayi cuma buat liat bayi perempuannya ketawa.
Itu pertama kalinya Eugene lihat temannya bertingkah kayak gitu. Walaupun dia udah liat gimana Tim peduli sama anak laki-lakinya yang paling gede, cara dia hati-hati gendong putri kecilnya penuh kelembutan. Beneran nunjukin gimana dia sayang banget sama putrinya. Walaupun Eugene punya anak laki-laki yang nunggu dia di rumah mereka, dia tetep gak bisa bayangin dirinya jadi ayah yang terlalu ikut campur buat anak laki-lakinya yang paling kecil. Pameran paling ekstrem yang dia kasih ke Keith adalah ngangkat dia ke udara sambil lari-lari di sekitar rumah mereka. Dan itu juga waktu istrinya nasehatin dia karena jadi ayah yang ceroboh.
Tapi sejak hari itu, semua orang yang ada hubungan sama Tim Cartel tahu kalau dia sayang banget sama putrinya. Beberapa pengusaha yang juga punya putri sendiri bisa ngerti banget dia. Di mata ayah-ayah yang penyayang ini, putri-putri kecil mereka adalah putri-putri kecil yang perlu mereka cintai dan lindungi. Tapi ada juga beberapa pengusaha yang pengen manfaatin kesempatan emas ini buat punya hubungan sama keluarga Cartel.
Eugene masih inget kalau di hari yang sama, ada pengusaha yang nyamperin Tim yang lagi sibuk ngajarin putrinya ngomong. Awalnya, gak ada yang salah sama dia karena dia ngucapin selamat ke Tim karena punya putri yang imut. Mereka juga tukeran basa-basi setelah itu. Pas pengusaha itu mikir dia udah nunjukin kehadirannya ke Tim, dia langsung ngomongin tentang anaknya yang lima tahun lebih tua dari Rhianne.
Pengusaha itu bilang ke Tim kalau mereka bisa bikin anak-anak mereka ketemu di masa depan dan biar mereka jadi teman. Mungkin karena dia gak nyadar suasana hati Tim yang mulai gelap waktu itu, pengusaha itu terus nyampein yang namanya rencana dia ke dia. Dia bahkan berencana buat bikin pertunangan dini antara anak-anak mereka dan gabungin bisnis keluarga mereka setelah pernikahan mereka. Dan karena mereka bakal jadi besan, dia mulai ramah banget sama Tim malam itu.
Dan itu mungkin kesalahan terbesar yang pernah orang itu bikin dalam hidupnya. Waktu dia dengan senang hati ngebangun masa depan anak-anak mereka, dia gak nyadar 'masa depan' yang lagi Tim rancang dalam pikirannya buat dia. Keesokan harinya, Tim Cartel mengakhiri kemitraan bisnis mereka dan berhenti investasi uangnya di perusahaan pengusaha itu. Dia bahkan nge-ban mereka dari kemungkinan transaksi mereka di masa depan.
Pas semua orang denger apa yang terjadi, mereka cuma bisa ngeluarin desahan dan kasihan sama pengusaha itu. Mereka semua mikir Tim Cartel ngelakuin itu karena dia berani bersikap terlalu dekat sama dia dan bahkan berencana buat nikahin anaknya sama Rhianne Cartel.
Tapi itu cuma sebagian alasan kenapa Tim Cartel ngelakuin itu. Eugene tahu kalau temannya gak suka kalau orang lain maksa gak cuma ke dia, tapi juga ke keluarganya. Sebagai orang yang punya status tinggi di kota mereka, udah pasti banyak orang bakal berusaha keras buat nyenengin mereka dengan segala cara yang mungkin. Gak ada yang bisa ngerti kekuatan sejati yang dimiliki uang dan reputasi kecuali mereka yang dianggap duduk di puncak.
Tim gak suka kalau orang dengan jelas nyamperin mereka buat kepentingan mereka sendiri. Dan dia paling benci kalau orang mulai ganggu keluarganya karena keserakahan mereka. Buat anak-anaknya, Tim gak pernah berencana buat pake anak-anaknya buat ngembangin bisnisnya atau buat atur pernikahan mereka di masa depan.
Meskipun ada rumor kalau Tim orang yang tegas dan kejam di dunia bisnis, dia sebenernya orang yang sentimentil yang beneran sayang sama keluarganya.
Selama orang yang mereka pilih buat nikah adalah orang yang beneran mereka cintai, punya karakter yang baik, dan bakal sayang sama mereka sepenuh hati, maka itu udah cukup buat pasangan Cartel. Mereka gak bakal maksa anak-anak mereka buat nikah sama orang sembarangan demi keuntungan mereka sendiri. Yang mereka mau buat anak-anak mereka adalah ngerasain cinta dan menghargai perasaan itu di hati mereka.
Tentu aja, bukan berarti dia gak bakal evaluasi orang-orang yang berani nyamperin anak-anaknya, terutama putri kesayangannya. Francis udah cukup gede buat tahu niat orang-orang di sekitar mereka. Tapi gak gitu buat putrinya. Di matanya, Rhianne masih muda yang gak tahu kejamnya dunia ini. Sebisa mungkin, dia mau biarin putrinya nikmatin hidupnya sampe dia siap buat hadapin dunia dan melebarkan sayapnya.
Sebelum pergi, Eugene tulus ngasih restu ke Keith buat ngejar putri kecil Cartel. Dengan kenal temannya, Eugene tahu banget kalau Tim gak bakal ngasih kelonggaran ke anaknya, walaupun mereka temenan. Kalau Keith beneran niat ngejar gadis kecil itu, maka dia cuma bisa dukung dia dan ngasih banyak semangat. Tapi Eugene yakinin anaknya kalau selama dia nunjukin ketulusannya, maka semuanya bakal baik-baik aja buat dia.