Hari Itu
POV Penulis{}
Hari berikutnya…ada keheningan aneh di rumah…
Nggak ada yang ngomong sama siapa pun…
Semuanya sendiri-sendiri…
Bibi Rubina kesal sama Erik…
Semua orang kesal plus jijik sama Erik karena kelakuannya…
Sementara itu, Belarina datang.
Bibi…nenek…semuanya…sarapan udah siap…tolong ke area makan…
kata Belarina.
Semua orang datang satu per satu ke meja makan.
Belarina nyadar…tapi apa yang bisa dia lakuin…
Setelah semua orang…Emili datang…
Pake dress yang pendek banget dan kebuka…yang bikin nenek dan bibi makin jijik….dan Erik, semua kemarahan tertuju pada Emili…
Wah…. Emili….dress kamu….pendek banget…
kata bibi.
Emili, dress ini kebuka…kamu nggak punya sopan santun atau akal sehat…gimana cara pake dress….?
kata Nenek.
Ah…bibi….aku mau ganti…tapi….tiba-tiba…
Tiba-tiba….tiba-tiba apa Emili….tolong pergi dan ganti ini….pergi…
kata bibi.
Emili buru-buru keluar dari ruang makan dan pergi ke kamarnya untuk ganti baju.
Dia nutup pintu kamarnya setelah dia masuk.
Belarina buru-buru nyiapin sarapan dengan pelayan di meja makan….dia lalu duduk bareng orang-orang buat sarapan…
Semua orang mulai sarapan tapi tetap aja semua diem…
Ada steak plus beberapa salad sayur plus sup sayur di sarapan.
Wah….siapa yang bikin sup…
Bibi nanya.
Seorang pelayan datang dari kerumunan ke depan bibi…
Wah, begini cara bikin sup….siapa yang nunjuk kamu di sini buat masak….kamu nggak tau cara masak makanan…
Bibi ngegas.
Rubina biarin dia…tolong….dia cuma pelayan miskin….biarin dia…jangan luapin kemarahanmu sama dia….
Nenek bilang sambil berhentiin bibi Rubina.
Nggak…mama…
Bibi Rubina nangis.
Aku nggak pernah ngajarin Erik buat nyiksa siapa pun….aku nggak pernah ngajarin dia buat bersikap kayak gini ke siapa pun….
Bibi nangis.
Bibi….tenang…
kata Belarina.
Nggak…Belarina…semuanya nggak bener…apa pun yang terjadi kemarin nggak bener….
Bibi masih nangis.
Tiba-tiba, Erik berdiri dan pergi dari tempat itu…
Semua orang ngeliatin dia pergi…
Lihat…betapa bodohnya dia…. Belarina, kamu bisa aja masukin dia ke penjara…
kata bibi.
Nggak…bibi….seluruh hidup Erik bakal rusak…
kata Belarina.
Air mata lolos dari matanya…dia buru-buru ngusapnya tanpa ada yang nyadar.
Bibi….tenang aja…. Belarina udah maafin dia…
James bilang nenangin bibi.
Sementara itu, dia bilang…
Wah, menurutku bibi, nenek, kita pergi belanja aja….ini bakal nyegerin suasana hati…
Yuk…
kata James dengan semangat.
Iya…iya…
kata Belarina.
Nggak…nggak…aku nggak nyaman….
Bibi bilang sambil cari alasan.
Tolong bibi…
kata James.
OKE….dan ya Rubina kamu ikut sama kita…aku nggak tau alasan apa pun….kamu ikut sama kita…
Nenek bilang.
OKE…oke mama…cuma…buat kamu…
Bibi setuju.
Kemudian, semua orang pergi buat siap-siap.
Pas Emili balik, ngeliat nggak ada siapa-siapa bikin dia marah…
Butuh waktu satu jam buat dia dandan, dan sekarang nggak ada siapa-siapa di sini.
Dia balik lagi buat masuk kamar, nginjek-injek kakinya di tanah karena frustasi.
Belarina pergi buat siap-siap dan mau masuk ke kamarnya yang ada di lantai atas… James juga datang ke arah sana saat…
Wah…Belarina…James…kalian berdua suami, istri tapi kalian nggak tinggal di kamar yang sama…
Kalian punya masalah dalam hubungan kalian….
Ceritain ke aku, aku jago nyelesaiin masalah hubungan…
Bibi bilang…
Ah…nggak bibi…sebenarnya….
kata James.
Sebenarnya…
Bibi bilang maksa James buat ngomong lebih banyak.
Wah…. Belarina punya banyak barang…jadi dia bilang dia mau kamar lain…
James cari alasan sambil kasih isyarat dan tanda nggak keliatan ke Belarina, jadi dia juga bilang alasan yang sama ke bibi, jadi kebohongannya nggak ketahuan.
Bibi entah gimana nyadar James.
Wah…James, bohong bukan solusi….mulai hari ini kalian berdua bakal tinggal di kamar yang sama…itu perintahku…
Bibi memerintah.
Wah, bibi…tapi…
kata James.
Nggak ada tapi….itu perintahku…
Bibi bilang.
Kemudian, dia pergi buat siap-siap belanja.
Belarina juga pergi ke kamarnya dan nutup pintu di depan James.
James pergi dari sana ke kamarnya.
Belarina pergi mandi setelah nutup pintu.
Dia pergi mandi, bawa handuk kering dan nutup pintu kamar mandi.
Kemudian, setelah satu jam Belarina keluar dari kamar mandi.
Dia ngeringin badannya pake handuk kering lain, dan dia datang ke area cermin buat dandan.
Dia kayak biasa dandan mata dulu.
Selanjutnya, dia pake Kamal plus sedikit eyeliner…
Kemudian pasang bulu mata palsu dan kemudian pake sedikit maskara.
Setelah itu, dia pake sedikit foundation sesuai warna kulitnya plus pake sedikit perona pipi dan sekarang dandannya udah selesai.
Dia menuju ke penataan rambut…
Dia bikin kepang samping dan ngiket sisa rambutnya jadi sanggul.
Kemudian dia pake tank top dan celana jeans selutut…
Atasannya warna biru dan jeansnya warna hitam…
Kemudian semua orang udah siap, jadi mereka ngumpul di area aula buat menuju ke parkiran mobil…
Dari area aula mereka pergi ke parkiran mobil dan duduk di dalam mobil, James nyetir mereka ke mall yang jaraknya sekitar 50 km dari mansion.
Mall-nya gede…dan bikin takjub….
Itu beneran tempat yang seru.
Mereka semua masuk ke dalam tapi pengawal yang ada di belakang James nggak diizinin masuk, jadi mereka nunggu di luar mall.
Sementara itu, mereka semua masuk…
Ada banyak orang di dalam mall, plus itu gedung 12 lantai…
Berbagai toko bermerek ngisi setiap lantai…
Toko-nya keren dengan pakaian yang bagus, barang-barang di dalam…
Ada banyak kerumunan di setiap toko.
Bibi megang tangan Belarina…
Ah…Belarina ayo kita ke toko makeup…aku liat kamu nggak punya produk makeup yang bagus…ayo…
Bibi bilang ke Belarina.
Oke, bibi…
Belarina ngangguk, dan dia pergi bareng bibi ke toko makeup.
Di sana mereka beli banyak produk makeup…
Di sisi lain, James dan nenek beli banyak baju buat orang-orang keluarga…mereka mungkin beli seluruh toko buat mereka…
Kemudian, James dan semua orang pergi ke restoran buat makan camilan…
Mereka pergi ke KFC dan ambil kopi dari Starbucks…
Kemudian mereka balik ke mansion…
**********
Seluruh hari itu menjijikkan saat tiba-tiba James nanya anggota keluarga buat belanja dan wajah semua orang cerah.
Setelah pergi ke mall semua orang seneng….
Bibi dan Belarina seneng karena ada temen, sedangkan James dan nenek seneng karena ada temen…
Semua orang seneng…
Ada banyak orang…ada banyak kerumunan tapi mereka seneng-seneng di hari itu…
Kemudian mereka pergi ke restoran…
Setelah itu mereka balik lagi ke mansion di mana Erik dan Emili sendirian…
Jadi, mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya di cerita…
Tetap pantengin….tetap terhubung…buat liat apa yang terjadi selanjutnya di cerita……