Bab 10 Pertempuran Pertama, Akan Segera Dimulai
Qing Yuxuan cuma pengen ngegodain Ou Jiaman, yang nggak punya pilihan selain nerima. Tapi, dia nggak nyangka kalau ada wangi samar-samar yang nempel di hidungnya gara-gara dia deket.
Di depan mata Qing Yuxuan, langsung muncul bayangan kaki jenjang Ou Jiaman yang melilit pinggangnya.
Sialan.
Ngerasa kalau kontrol diri yang selalu dia banggain hancur sedikit demi sedikit, Qing Yuxuan ngumpat dalam hati.
...
Jam enam sore, setelah beresin dua bocah kesayangannya, Ou Jiaman balik lagi ke Grup Qing.
Pas Ou Jiaman mau turun dari mobil, Huo An narik lengannya.
"Kamu... kamu bakal ke rumah sakit tepat waktu besok, kan?" Huo An nanya hati-hati banget, matanya keliatan rumit.
"Tentu aja."
Janji Ou Jiaman bikin Huo An narik napas lega, dan wajahnya akhirnya nunjukkin senyum lembut.
Kring...
Jendela diketok, dan Ou Jiaman buka pintunya.
Jiannan senyum dan bilang, "Nona Ou, Tuan Muda nungguin Anda."
Ngeliat mobil yang nggak jauh dari situ, Ou Jiaman ngangguk.
Huo An bilang, "Telpon aku kalau udah selesai, nanti aku jemput."
Ou Jiaman ngasih isyarat OK terus ngikutin Jiannan ke mobil sport edisi terbatas global.
Jiannan bukain pintu.
"Aku bisa duduk di kursi penumpang depan."
Pas Ou Jiaman ngeliat Qing Yuxuan duduk di belakang, alisnya yang lentik langsung berkerut, dan wajahnya yang imut nunjukkin rasa nggak suka yang jelas.
"Ada orang di kursi penumpang depan."
Ou Jiaman ngelirik dan ngeliat ada cewek duduk di depan.
Mata Qing Yuxuan yang tajam kayak elang ngunci Ou Jiaman: "Naik mobil."
Mau gimana lagi, Ou Jiaman terpaksa duduk di sampingnya, tapi dia sengaja jaga jarak.
"Nona Ou, ini informasi yang harus Anda pahami."
Cewek yang duduk di depan naruh setumpuk informasi di depan Ou Jiaman, dan matanya yang dingin nyapu Ou Jiaman.
Cewek ini kayaknya nggak suka sama dia.
Ngerasain tatapan dingin cewek itu, Ou Jiaman agak kaget.
Dia nggak pernah kenalan sama cewek ini. Apa perlu dia dibunuh pake tatapan mata?
"Nggak tertarik."
Ou Jiaman ngelempar informasi itu langsung ke Qing Yuxuan, dengan wajah nggak peduli.
"Nona Ou, tolong ingat identitas Anda."
Nada bicara cewek itu yang sok berkuasa bikin Ou Jiaman kesel, dan sedikit rasa jengkel mulai muncul di matanya yang indah.
"Mending kamu pahami materi ini, biar nanti kalau berhadapan, kamu bisa menang dengan mudah." Qing Yuxuan buka bibirnya yang tipis dengan santai.
Senyum sinis muncul di bibir Ou Jiaman: "Langsung ke intinya aja, atau... aku langsung loncat dari mobil."
Tangan Ou Jiaman udah megang pintu dan dia ngeliatin Qing Yuxuan dengan wajah ngancam.
"Tujuan kita adalah Rumah Qingjia. Ini informasi dasar tentang beberapa orang Qingjia. Setelah kamu paham, kamu bisa bergaul dengan mereka dengan lebih mudah." Qing Yuxuan ngomong pelan, matanya sedikit meredup buat nyembunyiin tatapan tajamnya.
Pergi ke Rumah Qingyu? Ou Jiaman agak kaget.
"Tolong ingat selalu Nona Ou, kalau Anda cuma pion buat Tuan Muda buat melawan beberapa orang." Cewek yang duduk di depan, suaranya yang dingin terdengar samar-samar.
Bibir merah Ou Jiaman yang lembut dan menggoda kayak bunga sakura sedikit terbuka: "Hubungan kita apa, bukan urusanmu buat ngatur-ngatur di sini." Suara yang penuh peringatan memenuhi setiap sudut mobil.
Li Ruolian, yang pertama kali dibantah kayak gitu, mukanya berubah biru dan ungu, jelek banget, padahal biasanya selalu santai dan elegan. Saat ini, dia runtuh dan kehilangan kata-kata: "Kamu..."
"Li Ruolian, kayak Jiannan, adalah asistenku. Kamu bakal punya hubungan di masa depan, jadi... sisain ruang buat diri sendiri."
Qing Yuxuan membungkuk sedikit, suaranya yang merdu kayak anggur merah, berdering di telinga Ou Jiaman.
Mata Ou Jiaman yang bersinar punya senyum yang cuek: "Orang nggak ganggu aku, aku nggak ganggu orang, suruh asistenmu nahan diri, jangan bikin aku kesel, dan saudara perempuanku bukan vegetarian."
Suara dingin dengan peringatan keras jelas terdengar di telinga Li Ruolian.
Suasana di dalam mobil jadi aneh banget.
Karena penasaran, Ou Jiaman ngambil informasi itu dan baca sekilas.
Bibirnya selalu ngasih senyum, nggak ada rasa apa-apa.
Setengah jam kemudian, mobil berhenti di halaman Qing.
"Cewek, pertempuran pertamamu udah dimulai."
Bibir tipis Qing Yuxuan yang rapat terasa agak dingin.