Bab 16 Provokasi dari Pria Lain
"Jangan bilang ada **pria itu** di keluarga lo."
Awalnya cuma tebakan, tapi pas ngeliat Ou Jiaman diem aja, Qing Yuxuan langsung masam mukanya.
"Iya, ada **pria itu** di rumah, jadi gak enak kalau lo masuk."
Ini cewek emang to the point banget.
"Qing Yuxuan, minggir deh." Ngeliatin Qing Yuxuan yang masih berdiri di depannya, wajah imut Ou Jiaman udah penuh amarah.
"Entah lo biarin gue masuk, atau kita gini-gini aja. Jangan lupa, lo janji sama gue kalau waktu malam ini buat gue." Qing Yuxuan nyilangin tangannya di dada, natap Ou Jiaman dengan santai.
"Oke, gue ajak lo masuk." Gak ada pilihan lain, Ou Jiaman terpaksa kompromi dan ngajak Qing Yuxuan masuk apartemen.
Huo An udah nunggu dengan cemas. Begitu denger bel, dia langsung buka pintu dengan senyum bahagia di wajahnya, tapi...
Senyumnya gak bertahan lama. Pas ngeliat Qing Yuxuan balik lagi sama Ou Jiaman, senyumnya langsung beku.
"Lo bisa pura-pura dia gak ada."
Dengan kalimat itu, Ou Jiaman langsung lari ke kamar anaknya.
"Presiden Qing, kuil di rumah kecil, gak muat buat Buddha gede kayak lo. Mendingan... pulang aja deh." Ngeliatin Ou Jiaman masuk, Huo An berdiri di depan Qing Yuxuan.
Mata gelap Qing Yuxuan nyapu sekeliling. Emang kecil sih, dekorasinya juga biasa aja, tapi tetep berasa hangat.
"Gue bapaknya dua anak." Setelah ngomong gitu, Qing Yuxuan langsung dorong Huo An dan masuk rumah dengan santai, kayak di rumah sendiri, gayanya selow banget.
"Terus kenapa? Pernah gak lo lakuin kewajiban lo sebagai bapak? Pernah gak lo urusin Jiaman? Presiden Qing, Jiaman sama dua anaknya gak butuh lo."
Huo An sekali lagi berdiri di depan Qing Yuxuan.
Mata elang Qing Yuxuan yang dalem banget natap Huo An. Aura raja yang udah bawaan lahir bikin Huo An agak salah tingkah.
Di mata gelap kayak batu giok, ada ketertarikan yang kuat.
"Setelah sekian lama, dia masih nganggep lo temen, Tuan Huo. Itu kesedihan lo." Di dasar mata Qing Yuxuan, ada kilatan tajam, dengan senyum jahat di bibirnya.
Kata-kata yang kena banget sasaran bikin Huo An pucat.
"Huo An, cepetan masuk." Suara cemas Ou Jiaman kedengeran di telinga mereka.
Huo An senyum: "Kalau dia butuh, hal pertama yang dia pikirin itu gue, bukan lo."
Ngeliatin Huo An dengan bangga masuk ke dalam kamar, pupil mata hitam Qing Yuxuan menyempit sedikit.
Huo An langsung nyelonong masuk kamar, fokus sama ibu dan anak Ou Jiaman dan Ou Zibei. Dia gak sadar kalau Qing Yuxuan ngikutin dia masuk kamar.
"Huo An, gimana nih? Beckham demam."
Saat itu, Ou Jiaman udah gak sombong kayak biasanya, dan matanya yang indah penuh kekhawatiran.
Qing Yuxuan mengerutkan dahi: "Bawa anaknya ke rumah sakit."
Walaupun dia gak terlalu sering ketemu sama dua anak itu, dia gak tau apa karena hubungan darah. Pas ngeliat wajah anaknya yang jelas beda dari rona merah normal, hatinya langsung iba.
Baru aja dia mau gendong anaknya, Huo An udah berdiri di depannya.
"Minggir." Mata Qing Yuxuan setajam pedang, natap Huo An dengan tajam.
Bibir Huo An ngasih senyum sinis: "Gue lebih tau kondisi Beckham daripada lo. Gue tau gimana cara ngatasinnya. Presiden Qing, mendingan lo pergi aja. Kehadiran lo bakal ganggu penilaian gue tentang kondisi Beckham."
Kata-kata Huo An baru aja selesai, Ou Jiaman jalan ke depan Qing Yuxuan.
"Pergi."
Walaupun cuma dua kata pendek, Ou Jiaman yang lagi khawatir sama anak perempuannya, suaranya dingin banget dan gak bisa ditolak sama Qing Yuxuan.