Bab Terakhir
Juri gak butuh waktu lama buat mutusin apa yang bakal terjadi sama Preston, bikin Gray kesel banget. Sekarang kita lagi duduk di ruang sidang nunggu juri balik, gue lumayan yakin kita menang, tapi kan lo gak pernah tau. Gue ngeliat ke bawah ke ruang sidang, ngeliat keluarga gue duduk bareng, bahkan Cyrus duduk di samping Ayah gue, kayak keluarga bahagia!
Mata gue ngelirik Preston, dia keliatan kesel banget, gue rasa dia baru nyadar kalau semua tingkah sok jadi Sang Raja yang baik hati ini gak bakal mempan. Aktingnya udah selesai, kayak yang dibilang Gray, dia bakal bayar semua orang yang udah dia sakiti.
Juri segera masuk ke ruang sidang dan duduk di tempat mereka, Gray langsung genggam tangan gue pas orang yang jadi ketua juri berdiri.
"Apakah kalian sudah mencapai kesepakatan?" Hakim nanya ke orang itu, orang itu ngangguk sambil ngeliatin Hakim "Bagaimana pendapatmu tentang terdakwa, bersalah atau tidak bersalah?" Dia nanya, itu pertanyaan emasnya.
Kayak di persidangan Daisy, ada jeda, sedetik terasa kayak berjam-jam karena kita semua duduk di tepi kursi, nunggu.
"Bersalah," kata orang itu yang langsung bikin senyum lebar merekah di bibir gue, Gray nyium-nyium tangan gue berkali-kali.
Gue noleh ke Erik yang udah berdiri dari kursinya dan ngepalin tangan ke langit dengan gembira, Gray ngelepas tangan gue karena tau apa yang pengen gue lakuin. Gue berdiri dari kursi gue dan meluk Erik.
"Kita berhasil, Clara, kita beneran berhasil!" katanya sambil meluk gue erat, kita udah kerja keras nanganin kasus ini tanpa henti yang rasanya udah bertahun-tahun dan akhirnya selesai!
"Kita berhasil, kayak yang dibilang Gray, tim impian," gue senyum sambil menjauh dari dia di mana Gray lagi tatap-tatapan sama Ayahnya.
"Gue Raja dan begini cara kalian memperlakukan gue?! Gue gak mau dikurung!" Preston teriak sambil berusaha kabur, dalam hitungan detik Penjaga udah nangkep dia ke tanah "Gak, gue gak mau berakhir kayak gini!" teriaknya berusaha melawan mereka tapi gak ada hasilnya, ada sekitar 20 Penjaga yang megangin dia dengan sekitar 100 orang di atas yang ngawasin setiap gerakannya.
"Sekarang, untuk hukumannya," kata Hakim, menarik perhatian semua orang, gue jalan balik ke Gray sambil megang lengannya saat kita ngeliatin Preston, yang sekarang lagi dipegangin Penjaga "Kamu, Preston, adalah orang jahat, kamu terus ngaku kalau kamu ngelakuinnya buat rakyatmu tapi kamu liat dua orang di balkon itu, rakyat mereka tau kalau mereka aman karena ada mereka berdua di sana, pas kamu jadi Raja semua orang ketakutan, gak yakin apakah keluarga mereka bakal aman, gue gak liat ada waktu di mana aman buat kamu buat jalan bebas di publik, makanya gue kasih hukuman maksimal yang bisa gue kasih, 500 tahun penjara," kata Hakim yang sekali lagi bikin Preston marah besar.
"Bawa dia keluar dari ruang sidang," kata Hakim sambil ngibasin tangannya ke arah Preston, dia diseret keluar dari ruang sidang sambil beneran nendang dan teriak-teriak.
Gue lari dan meluk Gray yang meluk gue erat banget, kita cuma saling meluk berlama-lama, perasaan lega yang luar biasa lagi ngehampirin gue.
"Gue gak bisa cukup berterima kasih sama kamu, cintaku, sejak kamu datang dalam hidupku, kamu udah benerin semua bagian yang rusak," kata Gray dengan air mata yang terbentuk di matanya saat dia ngomong "Gue gak pernah nyangka gue bisa akhirnya ngejeblosin Ayah gue, di mana gue gak perlu mikirin dia lagi, tapi liat apa yang udah kamu lakuin, kamu udah ngasih keadilan buat mereka yang gak bakal menerimanya kalau bukan karena kamu, gue cinta kamu," dia senyum sambil meluk gue di lengannya, gue cuma senyum sambil nyium bibirnya.
Akhirnya, awal dari awal yang baru!
~Delapan Bulan Kemudian~
Beberapa bulan terakhir ini cepet banget berlalunya, sekarang gue Nyonya Clara Bennett, dan sebelum lo nanya iya, butuh banyak penyesuaian. Pernikahan kita luar biasa banget. Diadakan pas ulang tahun pertama kita ketemu, yang spesial banget. Ayah gue dan Kyle nganterin gue ke altar, gue sekarang deket sama Ayah gue tapi gue gak bisa gitu aja lupa sama Kyle. Kayak yang dibilang Gray, kita lagi ubah aturan jadi gue milih keduanya.
Ngomongin keluarga gue, setelah momen mengharukan di ruang sidang hari itu, semuanya makin bagus dan bagus. Mereka semua dateng ke istana setiap Minggu buat makan malam, termasuk Cyrus, yang beneran belum biasa dipanggil Kakek.
Kyle dan Emma lagi hamil! Makanya Emma gak dateng ke sidang hari itu karena dia lagi kena morning sickness! Maksud gue, ya ampun itu menyebalkan tapi gue bakal jadi tante, gue gak sabar ketemu bayi kecil mereka yang lucu.
Semua orang nanya gue dan Gray kapan kita bakal punya anak pertama? Itu sesuatu yang udah kita omongin tapi sepakat buat nunggu beberapa tahun lagi, sampai kita berdua siap.
Gray dan gue udah ngambil lebih banyak waktu dari kerjaan buat ngabisin waktu bareng, selama setahun terakhir ini jadi jelas buat kita apa yang beneran penting dan betapa rapuhnya hidup, lo harus ngabisin waktu sebanyak mungkin sama orang yang lo cintai.
Awal dari semua perjalanan ini, gue ini anak yang ketakutan, gue takut sama semuanya dan ngumpet dari semua orang. Tapi sekarang liat gue, gue udah bahagia nikah sama cowok luar biasa yang udah ngajarin gue banyak hal. Gue pede banget sama apa yang gue lakuin dan bakal memperjuangkan apa yang gue yakini, gue udah berubah jadi versi terbaik dari diri gue dan itu semua berkat Gray.
Tapi gue rasa itulah yang terjadi, kalau lo adalah Pasangan Raja.
~Tamat~