Bab 26 Teknologi Sudah Siap
Song Mu ngeluarin manusia kertas kecil yang dilukis Zhang Gang dari sakunya, terus teriak. Manusia kertas biasa di tangannya, yang udah gak bisa dibilang biasa lagi, langsung jadi hidup dan nyata.
Gu Jingxiu harus mengakui kalau Song Mu emang jago.
Kesehariannya keliatan aneh dan nyentrik, tapi gak pernah gagal kalo udah urusan kerjaan.
"Pergi!"
Dengan lambaian tangan, manusia kertas kecil yang memancarkan cahaya ungu langsung hilang dan terbang ke Keluarga Qiu Kyoto dengan kecepatan tinggi.
Dan semua ini, selain Gu Jingxiu dan Song Mu, gak ada orang ketiga yang tahu.
Song Mu pamer sambil nepuk-nepuk tangannya dan ngangkat wajah kecilnya. "Beresss!"
"Paman, semangat kekaisaranmu keren banget. Manusia kertas kecil itu gak cuma bisa masuk ke rumah musim gugur tanpa kelihatan, tapi juga bisa ngirim gambarnya ke kita."
Begitu selesai ngomong, Song Mu gak lupa muji diri sendiri, "Tapi aku tetep jago di rumah."
Song Mu nyari baskom bersih, nuangin air suling tanpa kotoran ke dalamnya, dan nunggu manusia kertas kecil itu ngirim balik gambarnya.
Gu Jingxiu, di sisi lain, ngambil ponselnya dan nyuruh Nanbai buat dateng. Kalo mau nangkap penjahat dalam toples, dia masih butuh Nanbai buat ngurus beberapa hal.
Gak lama, Nanbai juga nyampe di ruang kerja.
Ketiga orang itu diem-diem di depan baskom, ditemenin suara Song Mu yang lagi ngemil.
**
Setengah menit.
"Datang, datang," seru Song Mu, matanya lurus ke baskom berisi air di depannya.
Ada seorang pria dan wanita di gambar itu. Wanita itu Qiu Manman:
Pria itu pake jubah hitam, dan topi besarnya nutupin wajah kurusnya. Gak bisa keliatan jelas, tapi dia bergumam di mulutnya. Song Mu gak bisa denger.
Udah hebat banget manusia kertas kecil itu bisa ngirim gambar. Selain itu, Song Mu dan sihir udah hampir hilang sama sekali. Gak gampang buat ngelakuin ini.
Qiu Manman pake rok mini dan berdiri di samping pria berjubah hitam itu. Wajahnya keliatan cemas dan matanya sedikit panik. Keliatannya dia lagi berusaha keras buat nanya sesuatu.
Gambarnya langsung hilang di sini. Song Mu narik napas dalam-dalam dengan lambaian tangannya. Untungnya, dia hampir ketahuan.
"Pria berjubah hitam itu agak curiga dan hampir ketahuan sama dia," Song Mu menghela napas lega dan cuma bisa nyuruh manusia kertas kecil itu pergi ke tempat lain buat liat ada petunjuk apa.
Saat ini di keluarga musim gugur, pria berjubah hitam kurus itu mengerutkan kening dan melihat sekeliling dengan waspada. Setelah semenit, dia menghela napas lega.
Mungkin aku salah rasa.