Bab 27
Melihat kemunculan tiba-tiba orang itu, Kailin juga kaget. Dia berdiri dan bilang, "Su Nianli, ngapain sih lo?"
"Coba tanya aja sama suami lo yang baik, Robert." Su Nianli senyum sambil natap Kailin, mukanya penuh kebanggaan. "Sekarang lo pasti ngerti kan perasaan gue waktu itu, Kailin? Gue udah bilang, gue pasti bales dendam seumur hidup gue!"
Kailin natap Robert. "Kalian saling kenal?"
Robert nggak tau Su Nianli mau ngapain, terus ngangguk tanpa sadar.
"Nggak penting, yang penting lo masih aja nipu orang dengan muka polos nggak bersalah itu!" Su Nianli keliatan jijik. "Sayang banget, akting lo masih jelek dan banyak banget celahnya!"
"Maksudnya apa sih?" Kailin kaget banget kedatangan tamu nggak diundang ini.
"Apa ini juga bagian dari rencana lo, nyuruh Robert nyari orang mati buat ditanyain?" Su Nianli natap Robert, kesel banget. "Lo gampang banget ditipu. Kalo lo mau nyelidiki, biarin fakta yang bicara. Kalo perasaan udah dominan, masalahnya jadi nggak ada artinya."
Robert agak bingung, "Mati? Maksudnya siapa?"
"Mengmeng! Dia udah mati!"
Robert dan Kailin sama-sama kaget. Kailin nutup mulutnya, terus langsung lemes di lantai karena panik. Robert teriak nggak percaya, "Nggak mungkin. Dia baru aja balikin mobil gue dua hari yang lalu!"
"Nggak ada yang tau apa yang bakal terjadi detik berikutnya!" Su Nianli ngelirik Kailin sekilas. "Lo nggak mau ngomong sesuatu gitu?"
"Gue nggak tau apa-apa. Lo mau gue ngomong apa sih?"
"Bilang aja lo yang bunuh Mimpi! Kailin, berani berbuat berani bertanggung jawab dong!" Su Nianli jongkok dan natap Kailin dengan tatapan membara, yakin banget kalo dia pembunuhnya.
Tubuh Kailin lemes banget, dia geleng-geleng kepala, "Su Nian, demi Tuhan, masalah ini nggak ada hubungannya sama gue!"
"Masa sih?" Su Nianli tiba-tiba narik lengan baju Kailin. Ada beberapa goresan di kulit putihnya, dan gelang yang selalu dia pake juga udah nggak ada.
"Gelang lo mana?"
"Hilang." Suara Kailin sedikit gemetar.
"Kebetulan banget," Su Nian berdiri sambil nepuk-nepuk debu di tangannya. "Lo dapet bekas luka di pergelangan tangan lo darimana?"
"Gue nggak perlu jelasin luka di tangan ini ke lo." Kailin natap Su Nianli dengan penuh kebencian, terus noleh ke Robert. "Lo juga nggak percaya sama gue?"
Robert ragu-ragu beberapa detik. Dia ngehindar dari tatapan Kailin dan bilang, "Sekarang Mengmeng udah mati, mending kita jelasin semuanya. Su Nian juga mau nyelidiki."
"Nggak ada yang perlu dijelasin!" Muka Kailin nggak nunjukin emosi apa pun. "Bahkan kalo ada penjelasan, gue bakal bilang ke polisi, lo nggak punya hak."
"Kailin, kalo lo jelasin semuanya, pasti nggak papa kok, kenapa sih lo nggak mau ngomong? Atau..." Robert khawatir. Dia lebih milih Kailin selingkuh daripada Kailin membunuh orang.
"Atau gue beneran bunuh orang?" Kailin natap Robert. "Dulu gue pikir lo jujur, tapi gue nggak nyangka lo sebegitu bingungnya. Robert, bukan gue nggak mau ngomong, tapi karena lo udah nuduh gue, semua penjelasan gue jadi nggak ada artinya."
"Kalo lo pengen banget ngomong sama polisi, gue bantu deh." Su Nianli ngeluarin kartu polisi dari sakunya dan naruh di depan Kailin dan Robert. Dia nanya dengan muka serius, "Sekarang, lo mau ngomong?"