Bab 17
Natasha ketuk pintu. Terus dia dorong dan masuk.
"Edward, aku gak lihat kamu pas aku masuk. Tuh, aku bawain kamu buah-buahan."
Edward gak pernah anggap Natasha sebagai cewek, selalu mikir dia kayak anak kecil.
Omongan Penny bikin Edward mulai ubah pandangan ke Natasha.
Natasha pake baju sederhana, bajunya juga gak ada merek terkenal.
Hanya pakai kaos lengan pendek biasa, sama celana panjang biasa. Tapi karena Natasha tinggi, dia malah kelihatan cakep.
Natasha pegang mangkuk buah di satu tangan dan garpu di tangan lainnya. Siap-siap mau nyuapin Edward.
"Edward, sini aku suapin buahnya. Kamu harus makan buah lebih banyak biar sehat."
Lihat Natasha makin dekat, Edward tanpa sadar lihat lehernya, terus ke tulang selangkanya, terus ke kulitnya yang lembut.
"Aku makan sendiri aja." Dia bilang cepat terus ambil mangkuk buah dari tangan Natasha.
"Edward, aku kan istrimu, dan aku harusnya lakuin hal-hal kayak gini. Jangan anggap aku orang asing."
Natasha lihat tingkah Edward kayak dia orang asing buatnya.
"Cewek ini makin berani aja." Dia mikir.
Dulu gak berani ngomong banyak kalau ketemu dia, sekarang berani godain dia.
"Edward, makannya pelan-pelan, aku temenin di sini." Dia bilang, terus duduk di sofa.
Edward lagi makan buah, dan Natasha ambil hapenya, bosen.
Begitu dia ambil, dia dapat permintaan pertemanan dari orang namanya Max.
Natasha lihat namanya dan langsung tahu itu Maxine. Udah lama gak kontakan sama dia. Kok tiba-tiba nambahin dia?
Pikir dua kali, dia ingat kejadian tadi. Dia mau pencet tombol hapus tapi berubah pikiran. Malah, dia pencet tombol terima. Dia mau lihat dia mau ngapain.
Maxine bahkan gak berharap permintaannya diterima tapi dia tetap coba. Bikin kaget, permintaan temannya diterima.
"Natasha, maaf ya. Kita masih temenan kan?"
Maxine mikir Natasha itu polos dan dia bisa dapat berita dari dia.
Lihat permintaan maaf Maxine, Natasha merasa lucu.
Dia pikir dia sebodoh itu? Sampe lupa kejadiannya kayak gak pernah ada?
"Ada apa?" dia tanya.
"Kenapa kamu ke sini dan apa hubunganmu sama keluarga Busch?"
Lihat pertanyaan Maxine, Natasha mikir, apa dia gak nanya Jake? Gak mungkin, dengan karakternya, dia pasti udah nanya, tapi Jake gak kasih tahu dia.
"Kenapa kamu nanya aku kalau kamu udah nanya Jake? Kamu temenan sama cowok dan cewek. Kamu mikirnya sama terus, ya kan?"
"Aku gak akan sebodoh dulu, cerita semuanya dan biarin orang lain nilai aku." Dia bilang dalam hati.
"Kapan Jake bawa kamu ke sini? Kenapa kamu gak kasih tahu aku?"
Maxine gak sengaja nunjukin wajah aslinya.
Lihat pesan dari Maxine, Natasha merasa sangat konyol.
"Kenapa aku harus kasih tahu kamu? Ini urusan aku sendiri. Gak ada hubungannya sama kamu."
"Kita kan sahabat terbaik. Dulu kita cerita semua hal. Gak ada rahasia di antara kita."
Natasha mikir Maxine lucu banget, dia kira dia kayak gitu dulu. Dia percaya semua yang dia bilang dan cerita semuanya.
"Kita masih temenan? Kamu pikir gimana?"
"Natasha, kita selalu jadi teman dan sahabat terbaik. Kita gak bisa hancurin persahabatan kita karena hal-hal kecil."