Bab 78
Edward natap dia terus nanya, "Ada masalah?"
"..." Natasha diem sambil pasang muka penasaran? Gimana Edward berani banget ngomong begitu?
"Mau tidur."
"Rambutmu." dia ngeliat rambutnya yang belum kering terus lanjut ngomong, "Gak mau sakit kalau gak ngeringin rambut sebelum tidur?"
Dia ngomong gitu beberapa kali, tapi dia selalu lupa apa yang dia bilang.
Dia jawab dengan muka jijik, "Ribet banget kalau dilap."
Rambutnya panjang, butuh beberapa menit buat bikin kering, nyebelin banget.
Dia natap dia. "Sini, aku lap-in."
Suasana di dalem kamar jadi hening.
Dia ambil handuk terus ngasih ke dia. "Serius nih? Beneran ribet lho."
"Gak takut ribet," dia bilang ke dia dengan suara tegas.
Dia duduk di depannya, ngerasa seneng sama pasangannya.
Dia ngeliatin hapenya. Edward bantuin dia ngelapin rambut terus nanya, "Dulu-dulu tidurnya langsung gini ya?"
"Kan sekarang lagi panas? Ntar juga kering sendiri." Kadang dia pulang kecapekan, beneran males.
Dia ngeliat dia yang lagi duduk di depannya terus ngelapin rambutnya dengan serius. Dia sabar dan gak takut ribet buat ngerawat dia.
Edward agak gak berdaya. "Aku gak peduli sama badanmu. Kalau lain kali mau ribet, langsung aja cari aku."
"Beneran boleh?" Natasha gak percaya terus nanya ke pasangannya buat ngelapin rambutnya.
Meskipun dia malesan, dia bisa minta tolong ke dia, tapi dia gak bisa buka mulut!
Dia bilang, "Kenapa enggak? Aku gak takut ribet."
Saat itu juga, dia gak bisa nahan ketawa.
Dia nanya dengan suara berat, "Kamu ketawa kenapa?"
"Aku baru inget dua hal kebetulan waktu pertama kali liat kamu di Salt Lake City. Gak nyangka orang yang aku liat bakal bantuin aku ngelap rambut suatu hari nanti." dia gak bisa nahan senyum. Waktu itu, Edward keliatan imut banget karena dia bikin hatinya berbunga-bunga.
Tapi sekarang, bahkan kalau dia ngomong sama dia dengan serius, dia ngerasain manisnya yang Natasha kasih ke dia.
Edward buka mulut, "Aku takut kamu sakit karena kamu males banget ngerawat diri."
"Terus kalau aku sakit, kamu gak bakal ngerawat aku dong." Walaupun di mulut dia ribet banget, kalau dia sakit, dia bakal ngerawat dia dengan sabar melebihi siapapun.
Setelah semenit, Edward ngeringin rambutnya. Dia naruh handuk terus bilang ke dia, "Sana tidur!"
Dia tiba-tiba megang tangannya. "Cintaku."
Dia natap mukanya tanpa bersuara. Dia ngeliat mukanya dan jadi gugup. "Boleh tidur sama kamu malem ini?"
Huo Yancheng kaget, "..."
Dia gak tidur semalem kemarin dan dateng lagi hari ini?
Edward bilang, "Tidur sendiri sana!"
"Tapi aku mau tidur sama kamu!" Natasha tetep ngeyel terus bilang, "Kita kan mau nikah? Gak papa kan tidur bareng?"
Lagian dia gak bakal macem-macem, dan mereka bisa deketan sama hubungan mereka berdua. Natasha seneng banget.
Waktu dia di keluarga Busch, dia juga tidur sama dia, tapi setiap kali dia balik, dia kayak canggung gitu sama dia.
Dia bilang, "Aku gak suka tidur sama orang lain."
"Aku juga enggak," dia bilang ceplas-ceplos, "Tapi aku ngerasa tenang banget kalau di sampingmu."
Dia cuma mau nyari kesempatan buat ngobrol sama dia.
Edward dengan muka serius natap dia dan mengerutkan dahi. "Gak tau."
"..." Hening canggung.
Tanpa nunggu dia ngomong, dia langsung bilang, "Mau tidur."
Aslinya, dia bilang dia bakal nunggu dia tidur dulu baru pergi, eh malah kabur.