Bab 7: KEHIDUPAN SEORANG ILMUWAN
"Hannah, gue rasa jawaban lo bener. Itu ibu," kata Dave.
"Dari pengamatan gue, mungkin jawaban kita belum lengkap. Mungkin ada kata-kata yang kurang," kata Adam sambil nepuk-nepuk dagunya berkali-kali, gayanya kalau lagi mikir dan menganalisa situasi emang dalem banget.
"Aha! Bener banget, Adam! Sekarang, sadar deh kalau setiap cewek bisa jadi ibu," kata Vhiann.
"Tapi nggak semua bisa ngelahirin. Cewek lain jadi ibu pas mereka adopsi anak," tambah Terrence.
"Dan ada juga cewek yang ngelahirin anak mereka sendiri, dan mereka adalah ibu kandung," Kesiah menekankan.
"Jadi, maksudnya 'IBU KANDUNG' adalah jawabannya?" tanya Kiarra.
"Gue rasa nggak deh... Coba pikir, nggak semua ibu kandung bisa ngelahirin. Mereka bisa minta cewek lain buat ngebawa anak mereka, dan proses itu namanya 'Surrogasi'," jelas Hannah.
Dave bilang, "Kalo bukan Ibu Kandung jawabannya, kenapa nggak kita coba bilang kata-kata, 'IBU MELAHIRKAN' aja?"
"Kayaknya Dave bener deh! Kita nggak punya banyak waktu, pintunya udah kedip-kedip dan mulai berubah warna. Lihat!" Terrence menunjuk.
Mereka teriak jawabannya... "IBU MELAHIRKAN, IBU MELAHIRKAN adalah jaaaawwaaabaaannnyaa.."
Pintunya kebuka, cahaya keluar dari sana dan mereka masuk pintu satu per satu buat keluar dari Pulau Entah Berantah.
dan pintunya ketutup...
"Yes! Akhirnya, kita bisa pulang," Terrence loncat kegirangan.
Mereka semua semangat pengen buka mata dan ketemu keluarga mereka. Jadi, mereka buka mata tapi yang mereka lihat adalah setiap kelompok orang.
Kelompok orang pertama lari sambil teriak-teriak.
Kelompok orang kedua nangis dan kayaknya ada orang jahat yang ngejar mereka. Tapi kelompok terakhir gemetar ketakutan dan nggak bisa lari cepet karena mereka lari sambil nengok ke belakang.
Sampe, kakek-kakek kesandung. Kiarra ngeliat kakek-kakek itu dan mirip banget sama kakeknya, jadi dia lari ke arah kakek-kakek itu dan bantuin dia berdiri. Dia bantuin kakek-kakek itu dan temen-temennya juga bantu mereka. Mereka ngumpet di kereta yang udah nggak kepake, terus, ngunci semua jendela dan pintu.
Kakek-kakek itu berterima kasih ke mereka. Mereka semua bingung kenapa ada orang-orang lari dan kelihatan ketakutan banget.
Vhiann nanya ke kakek-kakek itu, "Ada apa, kakek? Apa yang terjadi di luar?"
Kakek-kakek itu jawab, "ada zombi di luar, mereka ngejar orang-orang sampe sekarang. Makasih udah nyelametin nyawa kakek, sayang," dia nepuk bahu Kiarra.
"Gue takut banget, istri gue meninggal karena mereka dan dia juga jadi salah satu dari mereka. Gue nggak tau dia di mana. Waktu dia digigit zombi di tangannya dan dia kena infeksi, dia nyuruh gue buat ninggalin dia dan beberapa menit kemudian dia jadi kayak mereka," kakek-kakek itu cerita.
"Tiap gigitan bahaya tergantung di bagian tubuh mana mereka gigit kamu," tambahnya.
"Kapan ini mulai, kakek?" tanya Kiarra.
"Menurut berita, orang pertama yang kena virus dan kena infeksi adalah seorang ilmuwan," jawab kakek-kakek itu.
"Tapi gimana???" mereka penasaran nanya ke kakek-kakek itu.
"Dari yang gue denger, ilmuwan itu punya penyakit yang nggak bisa sembuh dan dia nyoba nyiptain obat buat penyakitnya. Penyakitnya langka, dia nggak bisa keluar dari labnya tiap musim panas karena kulitnya sensitif banget. 1 dari 1 Juta orang punya penyakit kayak gitu," jawab kakek-kakek itu.
"Sayangnya, dia salah satu dari satu juta orang yang punya penyakit itu. Dia nggak bisa nikmatin hidupnya pas musim panas dan nggak bisa pergi liburan sama temen-temennya. Keluarganya selalu liburan dan ilmuwan itu ditinggal sendirian di rumah," tambahnya.
"Gimana kalau ilmuwan itu keluar dari rumahnya pas musim panas?" tanya Hannah.
Adam bilang, "kalau ilmuwan itu keluar dari rumahnya pas musim panas, dia bakal mati."
"Cowok ganteng ini bener," kata kakek-kakek itu dan dia nepuk bahu Adam.
Adam tau jawabannya karena itu kasusnya dia pas musim panas. Kalau dia keluar, dia bakal langsung mati dan dia kesepian banget pas musim panas dan kangen sama temen-temennya tapi dia takut mati. Waktu temen-temennya ngajakin dia ikut, dia terus bilang dia sakit dan nggak bisa keluar pas musim panas.
Kakek-kakek itu melanjutkan, "cowok itu memutuskan buat jadi ilmuwan suatu hari nanti buat nemuin obat buat penyakitnya dan hidup normal pas musim panas dan kalau dia nemuin obatnya dia bisa keluar sama temen-temennya dan nikmatin hidupnya pas musim panas."
"Suatu hari, ilmuwan itu mikir dia udah nyiptain obat yang sempurna buat penyakitnya. Jadi, dia nyuntik obat itu ke dirinya sendiri. Dia keluar dari lab dan dia ngerasa normal kayak hari-hari biasa dan dia bener-bener nikmatin hidupnya musim panas itu. Sebelum musim panas berakhir, ilmuwan itu mulai ngos-ngosan dan sering banget kejang-kejang. Dia nggak bisa ngontrol dirinya sendiri sampe dia gigit orang yang lagi jalan di deket lab. Mereka berdua jadi zombi setelah lima menit dan begitulah awalnya," lutut kakek-kakek itu gemetar dan tangannya bergetar waktu nyeritain ke mereka cerita gimana zombi mulai muncul di kota.
Langit makin gelap dan gelap. Mereka semua takut malam itu tapi kakek-kakek itu nyuruh mereka buat tenang. Zombi nggak bisa ngeliat, mereka kayak orang buta yang jalan di kegelapan pas malam hari. Mereka cuma bisa denger pas malam tapi sebaliknya pas pagi.
Kereta yang udah nggak kepake tempat mereka nginep semaleman itu panjang, ada jendela dan pintu. Kalau semua itu dikunci, zombi nggak bisa masuk ke dalemnya.
Tapi tengah malam itu, Adam bangun buat ngecek pintu dan jendela. Dia ngeliat jendela terakhir kebuka. Dia nyoba buat nutup jendelanya tapi zombi gigit tangannya. Dia berhasil nutup jendela tapi Hannah ngeliat luka gigitan zombi di tangannya.
"Kita cuma punya lima menit buat benerin ini Adam, atau nggak lo bakal jadi salah satu dari mereka," Hannah jelasin.
Mereka ngeliat Adam ngos-ngosan dan ngeliat gigitannya di tangannya...