Bab 11
"Maaf, aku bentak kamu," kata **Gemini**, sambil ngeliatin pangkuannya, terus dia denger dia ketawa kecil.
"Nggak apa-apa kok, lagian kan baru beberapa hari kamu di sini," katanya.
"Kamu tau kan aku masih penasaran sama mantan kamu itu, kayaknya dia obsesi deh, yakin kamu nggak khawatir aku kenapa-napa?" tanyanya.
"Nggak, dia tau tempatnya, dan aku udah bilang jangan banyak nanya," Dia noleh ke arahnya, dan dia nggak bisa nggak buang muka, meski perasaan takut mulai muncul, dia mulai punya perasaan kecil buat dia.
"Aku tau, tapi aku cuma penasaran, lagian kamu nggak pernah cerita tentang orang tua kamu," katanya sambil gigit bibir.
"Mereka meninggal, dan itu aja yang perlu kamu tau."
"Gimana mereka meninggal?" **Layton** ngeliatin cewek itu, terus menghela napas, dia nggak tertarik sama topik itu.
"Denger ya, nanti kita bahas, sekarang aku nggak minat," katanya akhirnya. Dia terus inget sama **ibu**-nya dan betapa dia kangen.
"Aku nggak bisa nelpon siapa gitu dari rumah?" tanyanya, maksudnya **ibu**-nya. Teleponnya **Gemini** udah diambil **Layton** karena dia punya kontak yang beda.
"Nggak," Kecewa banget dia.
"Oke deh, aku di kamar ya kalau kamu butuh apa-apa," kata **Gemini** terus bangun dan pergi ke kamarnya. Dia ngerasa pengen ngobrol sama dia, tapi kayaknya dia lagi nggak mood ngobrol. **Arlene** masuk sambil bawa tas belanjaan.
"Kirain aku udah bilang jangan biarin dia sendirian!" **Layton** bangun dan jalan ke arah **wanita** itu.
"Dia bilang mau belanja jadi aku bilang aku bisa bantuin," kata **wanita** itu berharap dia ngerti.
"Eh, **Andrea** dateng kemari, nggak enak banget deh."
"Aduh maaf ya, aku cuma nggak nyangka ada yang datang," **Arlene** naruh tas belanjaan di konter.
"Jadi kamu belanja selama itu?"
"Nggak, aku harus nyariin anak-anak, mereka pada keluyuran jadi aku harus nyariin mereka," Dia noleh ke arahnya.
"Denger ya, aku tau kamu sibuk terus, cuma kan **Strider** lagi nggak ada, dan aku butuh orang buat jagain dia," **wanita** itu menghela napas terus ngangguk.
"Aku ngerti kamu sayang banget sama dia, aku seneng," **Layton** senyum.
"Ya iyalah, lagian dia nggak punya siapa-siapa lagi buat disayang," **Arlene** seneng denger **Layton** sayang **Gemini**, dan setelah semua yang dia alamin, dia kira udah nggak ada kebaikan lagi dalam dirinya.
"Ya udah, kamu boleh pergi, aku yang urus semuanya sekarang," katanya.
"Oke deh," Dia akhirnya pergi, **Layton** nggak ngerti kenapa dia bisa percaya sama **wanita** itu, tapi dia tetep percaya, dan nggak pernah nyesel. Dia udah ada di sana dan bantuin dia waktu dia butuh banget, dan ada **Strider** yang awalnya nggak disukai banget sama alpha itu, tapi lama-lama dia nggak masalah kalau dia ada di sampingnya. **Layton** ngetok pintu.
"**Arlene** ngirim beberapa barang, siap-siap deh, kita mau keluar," katanya akhirnya terus menghilang. **Gemini** ngelakuin apa yang dia bilang, dia jalan ke lemarinya dan milih pakaian terbaik yang bisa dia temuin. Pas **Gemini** udah dandan, **Layton** nungguin dia di ruang tamu dengan setelan jas mahalnya, dia ngeliatin arlojinya beberapa kali mikir betapa lamanya dia mau siap-siap, tiba-tiba dia turun dari tangga, **Layton** nggak bisa nggak senyum, dia keliatan cantik banget, dan dia ngerasa jatuh cinta lagi sama dia. Nggak lama matanya tertuju ke gaunnya dan nyadar kalau itu gaun yang dipake mantan dia pas kencan pertama mereka juga, tapi itu nggak ngurangin pujiannya.
"Kamu keliatan keren banget," akuinya dan dia cekikikan.
"Kamu juga," Walaupun bukan cewek yang sama, tapi gaun itu bikin dia bingung, dia bener-bener pengen dia bakar.
"Kamu nggak suka gaun ini? Aku bisa ganti kok kalau kamu mau," **Gemini** nyaranin sambil baca ekspresi mukanya.
"Nggak, cuma cocok banget buat kamu, maksudku aku udah liat banyak cewek pake gaun kayak gini, tapi nggak pernah keliatan cocok kayak kamu," Dia ngalihin pandangannya lagi ke cewek itu.
"Makasih," Mereka keluar dari gedung dan masuk mobil. Gaun itu masih kebayang di pikiran **Layton**, dan sekarang dia pengen banget dia cerita tentang gaun itu, tapi emang cocok banget di dia daripada waktu dipake **Andrea**. **Gemini** ngeliatin keluar jendela dan ngaku kalau kota itu keren banget, ada papan iklan yang nyala di mana-mana dan orang-orang pada jalan-jalan. Sejak dia dateng ke tempat ini, dia nggak pernah bener-bener keluar dari batas wilayah geng, dan dia pengen banget.
"Tempat ini keren banget, andai aku sering keluar," katanya sambil ngeliatin keluar jendela.
"Tapi kamu nggak bisa," Dia noleh ngadep **Layton**.
"Kenapa nggak bisa? Kayaknya nggak ada yang buruk bakal terjadi,"
"Tempat ini nggak aman, kamu bisa diculik, dibunuh, dan polisi lagi ngincar kita, nggak enak, belum lagi geng lain," **Layton** nyebutin.
"Kirain udah beres semua?" Dia geleng kepala.
"Nggak, aku dan yang lain masih ngejagain, jadi buat keselamatan kamu sendiri, jangan deh," **Gemini** menghela napas dan ngangguk.
"Kita mau kemana?" **Gemini** memecah keheningan, **Layton** ngerasa dia lebih banyak ngomong dari biasanya.