Episode 10
***
ARKISHA
Aku sampai rumah dan langsung mandi sebelum masuk dapur buat bikin makan malam. Aku capek banget dan gak bisa ngilangin semua yang dibilang wanita itu dari pikiran. Kayak ada bagian besar dari diriku yang pengen aku terima kerjaan ini, tapi aku gak tau kenapa?
Aku bahkan gak kenal dia, tapi rasanya kayak kenal banget.
Aku selesai masak dan siapin meja makan sementara yang lain pada ngumpul buat makan. Aku gak ngerti kenapa Bibi gak bisa bantu kalau urusan dapur. Dia cuma mikirin mau pake Sari apa dan perhiasan apa yang cocok.
"Archi, gimana pencarian kamu hari ini?" Ibu nanya, bikin aku kaget dari lamunan.
"Ma, kita ngobrol setelah makan malam," kataku ke dia dan dia ngangguk pelan.
Setelah makan malam, Pihu dan Kuhu beresin meja makan sementara aku bawa dia ke kamar tidurnya. Dia nutup pintu dan duduk di kasurnya sementara aku naruh kepala di pahanya.
"Kamu baik-baik aja?"
"Aku baik-baik aja, Ma. Aku cuma butuh ngerasain kehangatanmu, itu aja," jawabku. Dia ngusap-ngusap rambutku yang tebal sementara aku cuma natap ke angkasa.
"Kamu udah siap cerita apa yang salah sekarang?" Dia nanya dan aku jauhin diri dari dia dan natap wajahnya.
"Aku gak dapet kerjaan hari ini. Semua orang nolak buat nerima aku, tapi terus..." Aku mulai ceritain semua yang terjadi hari ini sebelum aku pulang.
"Kamu serius?"
"Iya, Ma."
"Jadi, kamu mau ngapain?"
"Aku juga bingung. Aku beneran gak mau ngelakuinnya, tapi kita butuh uang dan aku punya waktu sampai besok pagi buat mutusin dan itu aja."
"Archi, kalau kamu beneran mau bantu dia, kamu punya dukungan dari Ibu. Siapa tau betapa susahnya gadis malang itu. Gak gampang jadi orang asing di tanah asing tanpa ada yang dukung kamu," Ibu jelasin.
"Kamu bilang aku harus ngelakuinnya?"
"Ngapain?" Pihu dan Kuhu masuk hampir langsung pas mereka nanya.
"Kalian ngapain di sini?"
"Kita mau ngabisin waktu sama Ibu," jawab mereka dan duduk di samping Ibu.
"Kalian gak dibutuhkan di sini."
"Kalian semua anak-anakku dan kalian semua dibutuhkan di sini sama Ibu," dia jawab dan mereka berdua cekikikan.
Banyak banget buat pengen ngobrol tenang sama dia.
"Archi, berdoa sama Yang Maha Kuasa. Ibu yakin Dia bakal nerangin jalanmu dan kasih tau kamu harus kemana."
Aku berdiri dan masuk ke kamar buat istirahat. Mungkin Ibu bener. Aku bakal berdoa dan mikirin ini, terus aku bakal bikin keputusan akhir. Aku narik selimut dan tiduran pas angin sore masuk ke kamarku buat nenangin aku.
.
SAM
.
Aku sampai rumah ngerasain semua jenis emosi sekaligus. Aku seneng dan takut di saat yang sama. Seneng karena akhirnya aku nemuin dia dan takut karena mungkin dia gak mau bantu aku.
"Sejauh ini, Ibu gak liat ada kemajuan. Kamu beneran yakin mau sama Adi-ku?" Suara Ibu menghentikan langkahku.
"Kamu punya waktu kurang dari dua puluh lima hari, Samaria. Dan Ibu gak sabar buat kamu kalah dan keluar dari rumah Ibu," dia bentak dan pergi.
Kata-katanya beneran nusuk aku kayak pisau yang nembus jantungku. Gimana dia bisa kejam dan ngomong gitu ke aku.
Aku ngerasa gak enak banget sampai aku langsung naik ke kamar tidurku tanpa ngomong sepatah kata pun ke siapa pun dan aku cuma berharap Adi gak tau tentang ledakan Ibu-nya karena itu bisa bikin mereka punya masalah lebih banyak.
Aku mandi dan ambil laptopku buat video call sama Shaurya. Kalau ada orang yang bisa ngomong hal-hal bodoh dan nyebelin buat nenangin aku selain Adi, ya dia.
Berdering dan dia angkat hampir langsung.
"Sam, aku lagi kerja, kamu mau apa?" Dia bentak begitu wajahnya muncul di layar.
"Kamu gak bisa nunggu lima menit aja sebelum kamu mulai dengan kasar?" Aku cemberut.
"Aku lagi bikin kemajuan, Shaurya. Aku berhasil nemuin guru," kataku dengan semangat.
"Guru?"
"Yah, dia belum setuju sih, tapi aku harap dia mau."
"Tunggu, tahan dulu. Guru itu apa?" Dia nanya dan aku ketawa.
"Dan kamu nyebut diri kamu cowok India. Itu siapa, bukan apa," aku godain dan dia mengeluh.
"Aku benci kamu."
"Perasaan itu timbal balik. Guru bakal bantu aku belajar budaya dan tradisi India."
"Jadi kamu belum mulai? Berapa hari lagi kamu punya waktu?"
"Tolong jangan ingetin aku," aku menghela napas.
"Jadi kenapa dia belum setuju?" Dia nanya.
"Yah..." Aku ceritain semua yang terjadi di kuil sampai sore ini dan dia dengerin dengan seksama.
"Dia pasti bangga banget sampai gak mau nerima uang yang kamu tawarin."
"Dia gak bangga. Aku bikin dia kaget jadi dia butuh waktu buat mikir."
"Terserah kamu deh dan hati-hati banget sebelum kamu ditipu."
"Dan..." Aku ngomong pelan, "harus aku tambahin kalau dia juga cantik banget? Aku yakin kamu bakal berhenti nyari gadis itu begitu kamu liat dia."
"Gak tertarik."
"Pembunuh suasana banget. Gimana kerjaan?"
"Semuanya berjalan cukup bagus. Aku ngatur wawancara buat manajer penjualan baru, tapi aku belum milih kandidat. Walaupun aku punya orang lain di pikiran."
"Wanita misteriusmu?" Aku godain.
"Gak lucu."
"Ngomong-ngomong aku harus tidur, tapi aku bakal kirim foto gadis itu kalau-kalau kamu berubah pikiran."
"Sam..."
"Selamat malam, pemarah," kataku dan langsung putusin panggilan. Aku cepet-cepet keluarin kartu SD dari kameraku dan masukin ke dalam laptop. Terus aku cari fotonya dari festival dan kirim ke Shaurya sebelum log off. Semoga dia setidaknya mengakui betapa cantiknya dia. Aku narik selimut dan nutup mata sebelum tertidur.
.
SHAURYA
.
Aku natap PC yang udah putus sambungan sambil ngumpat dalam hati ke Sam.
Gadis itu beneran nyusahin. Aku masih gak ngerti kenapa dan gimana kita bisa sepupu. Kayak dia dikirim dari iblis buat nyiksa aku.
Aku cepet-cepet masuk ke situs lain buat lanjutin kerjaan pas aku dapet notifikasi pesan dari Sam. Sekarang dia mau apa lagi?
Aku log in lagi dan aku liat dia udah ngirim foto. Aku download dan aku tercengang.
Itu dia. Gadis yang sama yang ngancem mau laporin aku ke polisi kalau aku pecat supirku. Gimana dia kenal Sam?
Aku buka foto-foto lainnya dan wajah cantiknya menghiasi layarku sampai-sampai aku lupain semua yang lagi aku kerjain. Dia keliatan cantik banget pake rok panjang dan atasan pendek dan selendangnya diikat rapi di samping. Apa dia penari? Dia beneran keliatan familiar. Dan kenapa rasanya kayak aku udah kenal dia sebelumnya cuma dengan liat fotonya?
.
.