Misi
Sudut Pandang Gazer
Saya nggak tahu gimana atau di mana Erelah ketemu sama Draco, satu-satunya hal penting buat kita berdua sekarang sama Havacco adalah ngebunuh apa yang udah kita cari selama ini biar misi kita bertiga sama Damon selesai.
Draco itu misi Damon dan saya, harusnya kita berdua aja yang nanganin misi ini tapi gara-gara apa yang terjadi sama Damon, saya jadi dipaksa buat ke Havacco.
Susah banget buat nemuin dan nangkep Draco, dia itu yang disebut 'Hantu' sama Boss kita karena dia tiba-tiba ngilang kayak gelembung.
Boss kita punya mata yang hangat ke Draco karena koneksi yang Draco punya sama PDEA dan jajaran tinggi polisi di negara ini.
Karena Boss kita itu pemasok mafia obat-obatan dan hal ilegal yang terkenal, Draco jadi salah satu penghalang bisnis Boss kita, selain koneksi Draco, Boss kita juga nggak suka sama Draco di jajaran mafia terkenal di negara ini. Boss kita nomor tiga sedangkan Draco nomor dua, Boss kita mau menjatuhkan Draco karena dia udah punya keuntungan di jajaran itu.
Makanya Damon nyuruh kita buat ngebuang Draco biar Boss kita bisa ambil alih peringkat kedua, kita nggak tahu apa masalah mereka, kita cuma yang bisa lakuin misi terakhir kita. terus kita bertiga bakal bebas.
Kita tahu kalau kerjaan kita salah, dan kita juga tahu kalau apa yang kita lakuin dalam kerjaan kita itu nggak baik, tapi kita nggak bisa ngapa-ngapain karena kalau kita nggak lakuin, hidup kita juga bakal terancam dan hilang.
Havacco dan saya masih bocah waktu gabung sama gerombolan pencuri, mereka ngajarin kita gimana caranya nyuri, sampai akhirnya kita ketemu Damon, karena duit Damon kita ninggalin gerombolan itu, kita udah punya kebebasan bertiga tapi waktu alters Damon muncul, kita butuh lebih banyak duit, hampir semua duit yang Damon dapet balik lagi ke duit rumah mereka jadi Havacco maksa kita buat gabung lagi sama gerombolan waktu kita lagi belajar.
Di sana mereka ngajarin kita cara jual obat-obatan dan bunuh orang, duit yang Havacco dan saya dapet buat pengobatan Damon, sampai akhirnya kita denger Damon kabur dan si pemilik raga itu udah ngebunuh Dokter. yang bantu dan obatin Damon.
Waktu itu, Havacco dan saya mikir buat ninggalin Damon sendirian karena apa yang terjadi sama dia, tapi meskipun kita mikirin hal itu, kita tetep nggak bisa ninggalin Damon karena dia itu kayak saudara kita, jadi kita setuju. kita sama Boss kita buat bantu Damon dalam situasinya, sebagai gantinya kita bakal kerja sama dia, dia bantu kita, dia juga bantu Damon, dan dia kasih Damon obat yang dia respon karena dia berhenti buat keluar ke raganya waktu itu.
Setelah Damon dan saya jalanin misi buat ngebunuh Ayah Mayor Erelah, Damon dan Boss kembali mencapai kesepakatan, di mana kebebasan kita yang jadi taruhannya, yaitu ngebunuh Draco sebagai ganti kebebasan kita bertiga.
Kita pengen hidup tenang, kita capek ngebunuh nyawa orang yang disuruh buat bunuh kita, udah banyak dosa yang harus kita bayar, hukum manusia dan hukum Tuhan.
"Gazer, turunin pistolmu, tolong." kata Erelah sambil nangis di tengah-tengah kita, pistol Havacco juga udah nunjuk Draco yang cuma natap kita dingin.
"Gazer ---"
"Minggir sana, Erelah," perintah saya dingin tapi dia cuma geleng-geleng sambil megangin Draco.
"Kamu kenapa? Kenapa kamu nunjukin pistol ke Draco? Dia bakal bantu kita buat ngebantu Damon keluar dan bebas dari hukuman." kata Erelah jadi saya natap Erelah.
"Orang jahat ada di belakangmu Erelah," kata saya.
"Bener dari orang jahat yang sesungguhnya," kata Draco jadi saya natap dia.
"Saya kasihan sama kamu, jangan bikin skandal di sini, kamu malu-maluin," Air mata Erelah ngalir waktu dia nyebut itu, Havacco natap saya.
"Gazer Tolong, kita bahas aja apa masalah kamu sama Draco," kata Erelah.
"Kebebasan kita nggak bisa dibahas Erelah."
"Kebebasan buat apa Gazer? Kamu udah bebas ah, kamu udah bebas--"
"Kamu nggak ngerti, kamu nggak tahu apa-apa!"
"Kamu bisa bunuh saudara temanmu sendiri?" Kita kaget sama apa yang Erelah bilang, saya natap kelakuan Erelah yang sekarang lagi nangis, Saudara?
Gara-gara apa yang Erelah bilang seolah-olah saya pingsan waktu saya natap Draco tanpa emosi. Kakak beradik? Saya pelan-pelan nurunin pistol sambil natap Draco. Kakak beradik?
"Apa kamu anak tunggal mereka?" saya nanya ke Damon yang lagi main PS4.
"Iya, makanya semua properti mereka saya kasih nama Mama," Jawabnya sambil nggak ngalihin matanya dari apa yang lagi dimainin.
'Ah,' kata saya terus natap Shawn yang lagi ngitung duit yang Damon ambil dari bank baru-baru ini.
"Kamu kaya raya, Damon," kata Shawn terus natap saya sambil senyum di bibirnya.
"Makan di luar yuk," kata Shawn sambil senyum.
"Damon nggak punya saudara," kata Havacco di samping saya, Havacco natap tajam Draco.
Bener juga, Damon nggak punya saudara, itu yang dia bilang ke kita dua hari setelah kita nemuin dia. Jadi Damon nggak mungkin punya saudara.
Erelah natap Draco.
"Dari kecil kita udah sama Damon, dia bilang ke kita kalau dia nggak punya saudara dan dia sendirian jadi dia nggak mungkin punya saudara," kata saya, Havacco makin ngeratin genggaman tangannya ke Draco.
"Draco." Erelah nyebut nama Draco.
"Erelah percaya sama saya, saudara saya Chai, kamu tahu gimana saya ngehabisin banyak tahun cuma buat nyari adik saya," kata Draco sambil natap Erelah, Draco natap kita.
"Kalau kamu nggak percaya, ya udah kita tes DNA, saya bisa jamin kalau Chai itu saudara saya," kata Draco sambil natap kita, Havacco natap saya terus natap lagi kelakuan Draco dan pelan-pelan nurunin pistolnya.
Tes DNA.
Damon, apa Draco saudara kamu? kalau nggak, saya dengan senang hati bakal ngambil nyawanya biar kita bisa bebas, tapi kalau apa yang dia bilang bener, kenapa kamu berhasil bohongin kita Havacco?