Bab 26
Saya memotong pembicaraan karena ini sudah berlangsung terlalu lama. "Sadarlah, Logan." Saya lalu menggandeng tangan Tyler. "Ayo, Tyler," tambah saya sambil kami menjauh dari Logan, yang sedang marah besar saat melihat kami pergi.
"Jadi, kamu bilang Logan selingkuh karena kamu gak mau ngasih 'jatah' ke dia?" tanya Victoria dengan nada jijik.
Itu keesokan harinya dan saya menceritakan kembali kejadian yang terjadi setelah pulang sekolah kemarin ke Victoria. Dia gak ada di sana waktu itu atau setelahnya karena dia langsung pulang setelah pelajaran terakhir karena ada urusan buat ibunya.
Sekarang, kami lagi nongkrong di tempat parkir, nunggu bel pertama bunyi. "Iya," kata saya, sambil geleng-geleng kepala, masih gak percaya.
Victoria cemberut. "Si babi itu!" Dia melanjutkan dengan menambahkan beberapa kata kasar untuk Logan dalam bahasa Spanyol yang gak saya ngerti.
"Bener banget," saya setuju, lalu menghela napas panjang. "Gak nyangka dulu saya pacaran sama dia. Apa sih yang saya lihat dari dia? Saya buta banget," tambah saya dengan kesal.
Victoria memberi saya senyum ceria. "Gak usah nyalahin diri sendiri. Dia yang manfaatin dan manipulasi kamu."
Saya mengangguk. "Saya tahu."
Bel masuk sekolah bunyi dan Victoria mengambil tasnya dan berdiri. "Ayo, masuk kelas."
++++++
Di malam pesta Halloween, saya jalan ke rumah Tyler dan mengetuk pintu, nunggu dia buka pintu. Karena kita seharusnya adalah sepasang kekasih, tentu saja, masuk akal untuk pergi ke pesta kostum bersama.
Waktu Tyler buka pintu, dia berhenti dan melihat saya dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Wow. Gak nyangka kamu bakal milih gaya seksi."
Saya memutar mata. "Saya harus kelihatan sesuai perannya, tahu."
Tyler dan saya udah mutusin buat pake kostum Halloween yang sama. Dia mau jadi Batman dan saya jadi Catwoman. Itu ide saya dan yang bikin kaget, dia setuju. Saya totalitas sama kostum saya dengan memakai setelan kulit hitam ketat dan sepatu hak tinggi hitam. Dilengkapi dengan telinga kucing dan topeng mata. Saya bahkan menggambar kumis buat efek tambahan.
Saya juga lihat dia dan nyengir ngeliat dia pake kostum Batman. Saya gak bakal ngaku ke dia, tapi dia kelihatan bagus. Tyler mengangkat alisnya, bertanya. "Kenapa emang?"
"Oh, gak ada apa-apa." Saya menggandeng tangannya dan menariknya melewati pintu. "Ayo, Bruce Wayne. Kita ada pesta yang harus didatengin."
Rumah Jason Forrester gede banget dan itu bagus juga karena hampir semua anak sekolah dateng. Saya lihat sekeliling dan semua orang pake kostum. Ada yang serem, ada yang dari karakter film, dan ada juga yang kostum ngasal yang dikumpulin buat bikin kostum.
Saya lihat sekeliling ruangan dan saya ngeliat Victoria. Bibir saya membentuk senyuman waktu saya lihat dia milih kostum wanita api yang seksi. Tyler dan saya jalan mendekat ke dia.
"Saya lihat kamu milih jadi wanita api," saya menyahut.
Victoria nyengir. "Iya. Saya lihat baju ini dan saya tahu ini yang pas." Matanya lalu fokus ke saya dan ke Tyler. Dia lalu balik lagi ke saya. "Kalian kelihatan imut. Batman dan Catwoman. Kalian berdua keren. Ngomong-ngomong, kita harus foto-foto nanti."
"Oke deh," saya mengangguk.
Victoria lihat ke Tyler lagi. "Eh Tyler, mana partner kriminalmu?"
"Jangan takut karena Zorro datang," kata Seth sambil jalan ke arah kami dan bener aja dia pake kostum Zorro.
"Zorro," saya bilang sambil melihat Seth. "Jujur, itu cocok banget buat kamu."
Seth bergaya Zorro dan berkata dengan aksen Spanyol yang dalam. "Saya tahu. Sekarang, kalau gak keberatan, Zorro harus pergi buat ngegodain cewek-cewek."
Kami semua tertawa saat Seth pergi sambil mengibaskan jubahnya di belakangnya. Waktu saya ngeliat Seth pergi, mata saya ngeliat Logan baru masuk ke rumah. Dia pake kostum bajak laut. Tentu aja dia bakal ada di sini. Logan emang gak pernah nolak pesta.
"Lihat siapa yang datang," saya denger Victoria bilang saat dia juga ngeliat dia.
Saya memalingkan wajah dari arah Logan dan menghadap Victoria. "Saya gak peduli sama dia. Saya ke sini buat have fun dan itu yang bakal saya lakuin." Saya menggandeng tangan Tyler. "Ayo, Tyler. Kita dansa."
"Kamu gak perlu bilang dua kali," kata Tyler sambil mengedipkan mata ke saya.
++++++
Tiga jam kemudian, saya lagi duduk di sofa di ruang tamu sama Victoria dan segelas diet coke di tangan saya. Saya pengen pulang sekarang, tapi saya nunggu Tyler yang lagi di area meja biliar sama Seth nonton pertandingan biliar. Dia bilang dia bakal pulang begitu pertandingan selesai.
Tiba-tiba, Logan muncul di penglihatan saya. Saya ngeliatin dia jalan melintasi ruangan ke arah teman-temannya. Ngeliatin dia sekarang, dia kayak beda aja. Kayak orang asing. Susah percaya kalau cuma beberapa minggu yang lalu kita masih pacaran. Saya gak bisa ngeliatnya karena apa yang saya tahu sekarang.
Dulu waktu kita pacaran, dia baik dan perhatian. Yah, setidaknya saya pikir dia begitu. Sekarang saya tahu siapa dia sebenarnya, kayaknya saya ngeliat dia pertama kali dengan mata yang segar. Saya memalingkan mata dari dia saat dia jalan ke area bar. Saya memfokuskan perhatian saya kembali ke area tempat Tyler dan Seth berada dan ngeliat mereka jalan ke arah kami.
"Udah lama banget kalian siapnya," saya bilang waktu mereka berdua berdiri di depan kami.
"Eh, pertandingan tadi seru banget. Kita harus nonton sampe selesai," kata Seth membela diri.