Bab 166 Kekuatan Spiritual Orde Tuhan!
“Pak Shank, Pak Percilatu, gue mau minta tolong jaga dia ya ke depannya. Dia masih anak baik-baik, gue cuma berharap dia nggak kehilangan segalanya kayak gue. Semua orang di dunia ini tuh adil, tapi kemunculan alat jahat beneran bikin dunia ini kehilangan keadilan yang katanya ada. Jadi, meskipun gue bisa bolak-balik waktu dan ruang, meskipun gue tahu kalau cara gue salah, gue nggak mau sejarah sialan itu!”"
"“Tenang aja. Keberadaan alat jahat beneran udah ngerusak keseimbangan hukum alam. Mau gimana pun lo berjuang dan melawan, pada akhirnya lo nggak bisa lepas dari cengkeraman Tuhan, dan ujung-ujungnya cuma jadi makanan mereka. Cuma karena anak ini dan hati lo yang dulu terlalu suci, makanya lo jadi target. Tapi, bukan salah lo kalau hati lo suci. Justru, kelahiran lo itu buat nunjukin kecantikan yang masih ada di alam.”"
Orang tua Xuanke menghela napas.
Tiba-tiba, gulungan perkamen kuno muncul dari jiwa Burung Hantu, dan perkamen itu jatuh ke tangan Xuanke.
“Pak Xuanke, ini sisa-sisa dari buku iblis. Ini harga yang harus lo bayar buat nerima Li jadi murid lo. Gue yakin lo bakal suka. Gue udah nggak punya lagi keinginan duniawi, yang tersisa cuma akal sehat dan rasa sayang. Akal sehat gue bilang, kalau gue bayar harga tertentu, gue bakal lebih tenang.”"
Setelah ngerti penderitaan juru bicara kejahatan keserakahan, hati dua orang ini nggak bisa nggak ikut menghela napas dalam-dalam. Dibandingin sama mereka yang tenang baca buku dan berlatih, bahkan pengemis sederhana aja ngerasa ada hal-hal menyedihkan di dunia ini yang nggak pernah mereka pikirin.
Saat itu juga, mereka ngerti banget kebencian dan kemarahan yang bikin kaget dari paragraf terakhir di catatan yang ditulis juru bicara kejahatan keserakahan.
Nggak ada yang kuat nahan kenyataan kejam kalau lo harus makan jiwa lo sendiri setelah kehilangan segalanya. Yang namanya nasib buruk dari lahir, emang pengen datang. Dibandingin sama juru bicara kejahatan serakah ini, jiwa mereka masih bisa pergi ke negeri kematian setelah mati.
Jiwa Burung Hantu mulai naik. Saat itu, matanya tertutup, dan cincin dari tangan Li, kalung merah darah, terbang keluar.
Tiba-tiba, bau busuk yang mengerikan muncul, dan suara menggeram dengan kejamnya bilang: “Gusrabo Li, lo mau kabur dari perjanjian kita? Meskipun udah ketahuan, perjanjian kita nggak boleh dibatalin, tahu gitu lo masih punya perjanjian sama Setan!”
Iblis datang!
Iblis Allah datang!
Orang biasa sama sekali nggak bisa lihat wajah asli iblis Allah, tapi Percilatu dan orang tua Xuanke yang berdiri di bawah bisa lihat jelas, cuma karena alam spiritual mereka udah sampe tingkatan yang luar biasa, dan mereka udah bisa lihat kebenaran yang palsu, dan yang asli sama palsu nggak bisa lolos dari pandangan mereka.
“Ternyata dia Tuhan dari dosa keserakahan, dan emang wujud iblis.”
Xuanke terkekeh.
Percilatu mengerutkan dahi dan bilang dengan jijik, “Gue benci guru bau ini.”
“Hah? Manusia beneran bisa nemuin keberadaan gue.”
Saat itu, suasana jadi hening banget. Jiwa Burung Hantu nggak terus naik, tapi berhenti karena kemunculan Mamon. Burung Hantu menghela napas dan tahu kalau dia nggak bisa lolos dari nasib dimakan. Dia cuma bilang, “Mamon, mereka nggak ada urusan sama transaksi kita. Mendingan lo nggak usah macam-macam, kalau nggak, jangan salahin gue kalau gue ngerusak jiwa gue sendiri. Saat itu, bahkan lo sama Setan juga nggak bakal dapet keuntungan apa pun!”
“Hum! Gusrabo Li, lo udah cukup ngerjain gue, bahkan juru bicara kali ini juga sama. Gue beneran bodoh di waktu dan ruang itu. Gue janji buat biarin lo bolak-balik waktu dan ruang, yang bikin gue malu. Gue janji nggak bakal nyakitin mereka, tapi separuh jiwa lo milik Setan. Karena hubungan kontrak antara lo sama dia, gue cuma bisa ambil separuh jiwa lo dan separuh rasa sayang lo.”