Bab 171 Dua Saudari perempuan
Di menara kultivasi, Gusrabo nemuin gak ada bedanya sama menara tantangan. Cuma bedanya, gak ada orang laen yang nongkrong di sini. Begitu kaki depannya masuk menara kultivasi, langsung dicegat dua cewek muka dingin. Dua cewek ini mirip banget, trus ide muncul di otak Gusrabo.
"Kembar."
Iya, gampang banget mikir kalo mereka kembar. Mau dari kostumnya, senjatanya, bahkan rambut panjangnya yang keriting pirang, pupil merah, dagu lancip, dan alis item tipis. Cewek yang berdiri di kiri nanya dingin, "Gak tau aturan kalo mau latihan di sini?"
Gusrabo kaget, trus malu-malu bilang, "Kak, adek baru masuk kampus, jadi masih banyak yang gak ngerti. Gak tau gimana masuk menara kultivasi buat latihan."
Cewek yang di kanan baik hati jelasin, "Kalo mau masuk menara kultivasi, pertama harus nunjukin token dulu. Terus, sesuai lantai yang mau kamu pake buat kultivasi. Menara kultivasi lantai satu butuh 2.000 poin kontribusi sehari, lantai dua butuh 5.000 poin kontribusi, dan lantai tiga butuh 10.000 poin kontribusi."
"Oh gitu, Kak. Sekarang gimana caranya masuk menara kultivasi?"
Cewek yang di kiri ngedumel dingin, "Keluarkan tokenmu, nanti aku bantu urus sesuai permintaanmu. Biaya administrasinya 20 poin kontribusi."
"Ada biaya administrasinya juga?"
Gusrabo kaget, tapi dia masih sanggup bayar poin segitu. Toh, dia udah banyak berkontribusi. Lagian, token yang dikasih Percilatu kan bisa buat temen. Tiap enam bulan, bisa masuk menara kultivasi satu bulan gratis. Tambah lagi, dia udah ngelewatin lima level, hadiahnya juga satu bulan kultivasi di lantai tiga menara kultivasi. Masih ada lebih dari satu bulan sebelum nasib buruk berikutnya. Dia harus ningkatin kekuatan dalam waktu lebih dari satu bulan ini. Gak tau juga gimana Mamon bakal ngurus dia nanti.
Cewek yang di kanan berbisik, "Jadi, anak kampus, kamu mau masuk kultivasi di lantai berapa?"
Gusrabo garuk-garuk kepala, trus bilang, "Mau masuk menara latihan lantai tiga buat latihan. Ini kan udah diatur guru aku."
"Lantai tiga!"
Dua kakak beradik ini saling pandang, trus merhatiin cewek yang di kiri setelah Gusrabo Yichi ngomong dingin, "Guru kamu udah pikun ya?"
"Ah, katapa!"
Di taman bunga, Xuanke gak sengaja bersin, trus mikir, Siapa ya yang mikirin kakek tua kayak aku ini? Apa ini gambar kecil?
"Lantai menara kultivasi yang paling bagus buat kekuatan Ningyuan itu lantai satu. Di lantai satu, ada berbagai macam bayangan virtual pertempuran buat ditempa. Kamu bisa asah laut udara dan keahlianmu sampai sempurna. Kerja sama dengan keahlian fisik sendiri, itu sangat membantu buat ngelewatin Lingyuan. Menara kultivasi kedua terus-terusan nembus batas diri dalam lingkungan ekstrem, bisa ngelatih tekad, dan kemampuan hidup. Manfaat yang dihasilkan lantai dua jauh lebih gede dari lantai satu. Tapi, kalo udah nyampe lantai tiga kultivasi, itu artinya tahapan kekuatanmu udah nyampe batasnya, dan kamu harus ngerasain gimana nembus batas diri sendiri. Mereka yang masuk lantai tiga menara kultivasi itu jenius di antara para jenius, atau kakek-kakek tua di kampus. Nak, jangan salahin aku kalo gak ngingetin. Kamu bakal nyesel masuk lantai tiga, gak cuma nyesel, tapi juga buang-buang poin kontribusimu."
Pelajaran dari suara dingin cewek yang di kiri.
Gusrabo kaget sesaat. Buat penjelasan cewek yang di kiri, aku gak tau apa-apa soal menara kultivasi sampe aku denger. Tapi sekarang dia lagi di tahapan batas diri sendiri dan harus nembus batasnya, jadi rencananya dia mau ngabisin satu bulan buat belajar, dan sisa setengah bulan lagi buat nembus condensing yuan dan masuk tahapan spiritual yuan. Lumut rumput laut yang dibutuhin di tahapan spiritual yuan dan jumlah kristalisasi esensi di tubuhnya udah cukup buat nembus spiritual yuan, tapi bedanya itu cuma kesempatan.
Namun, karena cewek ini marahin gurunya yang gak jelas, dia cuma bisa geleng-geleng kepala sambil senyum kecut. Kalo dia tau kalo gurunya itu dekan tua kampus, gak tau deh apa yang bakal terjadi.
Gusrabo pertama-tama ngeluarin tokennya dan nyerahin ke cewek yang suaranya lebih lembut di kanan. Dia sopan bilang, "Kak, ada hadiah di token aku buat ngasih hadiah menara kultivasi lantai tiga buat latihan gratis selama satu bulan."
Cewek yang di kanan kaget dan ngambil tokennya. Gak lama kemudian, Gusrabo ngeluarin token yang dikasih Percilatu ke dia.
"Xuejie, ini token yang disuruh guru aku bawa. Token ini juga punya waktu gratis satu bulan alami dan juga buat menara kultivasi lantai tiga."
"Apa!"
Cewek yang di kanan ngambil dua token dan ngeceknya sebentar, cuma buat nemuin kalo token kedua kayaknya pernah diliat di mana gitu.
"Token Kakak ini token dekan!"
"Token dekan?"
Pas cewek yang di kanan masukin kekuatan mental ke token Gusrabo, barisan pesan langsung masuk ke otaknya.
"Ini... ini... ?"
Cewek yang di kanan mikirin banyak hal, natap remaja di depannya, khidmat dan nanya, "Kamu Owl?"
Cewek yang di kiri nyium baunya dan matanya jadi fokus.
Gusrabo ngangguk.
"Dua Kakak kampus, nama aku Gusrabo."
"Ternyata kamu!"
"Lantai lima menara tantangan nembus lima kali kekuatan tempurnya sendiri. Gak heran kamu harus masuk lantai tiga menara kultivasi, dan kekuatan tempurmu sendiri udah nyampe batasnya."
Ekspresi di wajah cewek-cewek ini cuma kaget sebentar, cepet pulih, cewek yang di kanan nyimpen dua token, natap Gusrabo penasaran, dan bergumam, "Junior, kamu masih muda banget, dan napasmu juga gak terlalu kuat. Kakak penasaran banget gimana caranya kamu bisa lolos lantai lima. Lima kali kekuatan tempur itu bukan main-main. Kalo ceroboh, bakal bikin trauma gede di roh dan ninggalin bekas luka yang gak bisa diperbaiki."
Cewek yang di kiri mendekat dan natap Gusrabo. Dia juga penasaran dan bilang, "Aku juga penasaran banget. Napasmu lemah banget, tapi kamu punya bakat gede di sini. Aku cuma berhenti setelah tiga kali kekuatan tempur di menara lima lantai di tahapan Ningyuan, tapi kamu bisa sukses lolos ujian di bawah tekanan lima kali lipat. Kamu punya keahlian apa, Junior? Bisa cerita ke Kakak?"
Awalnya, cewek yang di kiri, yang jaim dan dingin, jadi lebih lembut nadanya, sementara pupil merahnya bersinar, terus-terusan merhatiin Gusrabo.
"Eh, eh, Kak, kenapa nanya gitu? Ini kan privasi!"
Cewek yang di kanan langsung teriak, Cuma aja cewek yang di kiri gak peduli sama sekali. Nata Gusrabo dengan matanya lurus, hati Gusrabo berdebar-debar, cuma karena orang yang masih muda dan cantik ini punya badan yang berisi, dan tubuhnya ngeluarin wangi badan yang menarik. Waktu dia deket sama Gusrabo, Gusrabo bisa nahan. Sebagai cowok, dia selalu punya reaksi kayak gitu. Dia kaget dan mundur dua langkah. Dia bilang gak berdaya, "Kakak, aku cuma beruntung, gak sehebat yang Kakak bilang."
"Beneran?"
"Cepet kasih tau Kakak caranya, kasih tau Kakak caranya, nanti Kakak kenalin kamu sama cewek. Gimana menurutmu, Kakak? Kalo soal penampilan dan badan, di kampus juga terkenal cantik lho."
Hah?
"Kakak! Ngomong apa sih!"
Di samping wajah cewek ini merah, buru-buru nutup mulut cewek yang di kiri dan marah, "Kak, ngomongnya ngawur lagi deh!"
Cewek yang di kiri ngejauhkan tangan adiknya yang nutup mulutnya, dan bilang dengan nada meremehkan, "Gak tau siapa yang selalu nyuruh aku buat liat jenius pembunuh ini, bilang aku tuli?"
"Kakak!"
Cewek yang di kanan akhirnya marah. Sekarang, kakak beradik ini berhenti ngomong, cuma senyum dan natap Gusrabo lagi.
"Kakak, lantai lima menantang diri sendiri, gak peduli profesinya apa, bayangan virtual diri sendiri punya dua kelemahan jelas, kelemahan pertama, dia gak bisa ngelakuin badannya kayak kita, alasan kenapa susah nemuin ini, karena aku hilang akal pas ngadepin orang yang kekuatannya lebih tinggi dari kekuatan tempur aku sendiri. Aku gak bisa mikir tenang. Selain itu, aku punya perasaan. Bahkan kalo kalah, aku cuma keluar dari tantangan tanpa banyak bahaya. Kedua, aku gak bisa niru bayangan virtual keahlian membunuh berbagai profesi. Yang ditingkatin sama bayangan virtual itu kecepatan, kekuatan, dan keahlian meniru individu. Ini yang aku temuin waktu itu, jadi aku bisa lolos."
Karena putus asa, Gusrabo harus jelasin apa yang Owl bilang ke dia. Trus lagi, nembus lima kali kekuatan tempurnya sendiri itu Owl! Dia bakal lawan diri yang punya kekuatan tiga kali lipatnya paling lama beberapa waktu.
Cewek yang di kiri dan cewek yang di kanan denger ini dan mikir keras, dan mata mereka berbinar.
"Kayaknya ada benernya!"