Bab 87 Perusahaan Melik
[Gusrabo] sama [Fayanlin] selama ini, intinya [Fayanlin] nanya, [Gusrabo] ngejawab, [Gusrabo] juga gak ngerasa gak enak. Soalnya, sebulan gak ada yang ngobrol, keburu seneng ada yang mau ngajak ngobrol, apalagi dia gak cuma jawab doang, sesekali nanya-nanya soal kerajaan [Rodolfo]. Di luar area gunung terbenam ini ada kota, namanya Kota Matahari Terbenam. Kota Matahari Terbenam juga tempat tukar-menukar ekonomi. Macem-macem barang dijual di sini. Soalnya, di mana ada orang, di situ ada kebutuhan. Masih banyak orang yang lalu-lalang ke Gunung Matahari Terbenam tiap hari. Apalagi, Gunung Matahari Terbenam tempat kerajaannya berada, beda banget. Dibandingkan dengan Sparta, di sini lebih sempurna
Sampe di Kota Matahari Terbenam, hal pertama yang dilihat [Gusrabo] adalah keramaian orang. Sekilas, seluruh kota penuh semangat. Tawar-menawar antar orang, jalanan lebar, berbagai toko, toko bahan obat, toko senjata, toko peralatan, toko ramuan, dll., gak kehitung dan tercetak di mata [Gusrabo]
"Tuan Burung Hantu, ini Kota Matahari Terbenam." [Fayanlin] senyum.
[Gusrabo] ngangguk dan benerin nama [Fayanlin] juga: "[Fayanlin], gue masih bocah banget. Agak gimana gitu dipanggil 'suami'. Panggil aja gue Burung Hantu Malam."
[Fayanlin] bukan orang yang lebay, sekarang ngangguk, tapi gak lama [Gusrabo] nemuin toko yang menarik banget. Toko yang kelasnya mewah. Ada lima kata di plakat panjangnya dua meter dan lebarnya satu meter. Firma Melik, pedagang barang bawaan Melik, agak terkesan sama asalnya, kayaknya nyebar ke seluruh empat kekaisaran umat manusia. Itu salah satu dari tiga firma yang diakui, dan salah satu firma yang paling banyak berdagang, dan nyebar ke seluruh kerajaan kekaisaran kayak Serikat Dagang Petualangan.
Pas sampe sini, [Gusrabo] sopan bilang, "Ketua [Fa Yanlin], gue rasa gue udah nemuin tempat yang pengen gue datengin. Tolong tunjukin jalannya. Kita tinggalin aja."
[Fayanlin] dan temen-temennya nengok satu per satu, tapi sebelum [Fayanlin] dan yang lain bereaksi, [Gusrabo] jalan dengan tas gede di punggungnya ke pintu firma Melik
"Kolonel ini..." Para tentara bayaran nanya khusus, kata-kata hukum [Lin] geleng-geleng kepala.
"Dia nyelametin nyawa kita. Kita gak boleh serakah. Selanjutnya, kita ke guild buat jelasin tugas." Kata beberapa orang dengan badan, dan dua cewek bangsawan ke arah serikat petualangan.
Malam makin gelap, tiap toko udah keluarin batu sinar matahari, batu sinar matahari itu semacam batu bercahaya, yang bisa nerangin jalan dan kamar di malam hari. Itu barang mewah. Bikin [Gusrabo] agak ketawa pas ditaro di kota kecil. Bahkan di ibukota kerajaan, susah liat batu sinar matahari nerangin jalanan. Cuma beberapa jalan resmi penting yang dipake. Biasanya orang pake lilin dan obor.
Di malam yang diterangi Batu Sinar Matahari, banyak orang mandang aneh pas [Gusrabo] jalan. Remaja bawa tas gede, yang bikin banyak orang nunjukin mata serakah. Tapi, pas dia liat arah remaja itu, banyak orang langsung narik balik warna serakahnya.
Bisnis firma Melik masih bagus banget, dan banyak orang yang masuk keluar, dan menurut penilaian [Gusrabo], kekuatan orang-orang yang masuk keluar ini udah ngebuka lautan gas, dan yang paling rendah udah tahap gas yuan
"Bener aja, kerajaan ya kerajaan, informasi dalem kerajaan gak bisa dibandingin."
Begitu nginjek firma Melik, orang-orang di dalem langsung merhatiin [Gusrabo], dan beberapa orang yang matanya tajam langsung nemuin tas gede di punggung [Gusrabo]. Walaupun tas gedenya dibungkus kain item, banyak hal yang bisa diliat jelas sama mata pas kena pantulan batu sinar matahari, termasuk beberapa bagian penting dari binatang buas tingkat tiga
Tear!
"Siapa nih remaja? Dari mana datengnya bahan sebanyak ini?"
Cuma dengan sekali pandang, banyak orang kaget sama jumlah bahan yang ada di depan mereka, mereka nanya-nanya soal identitas remaja itu satu per satu, tapi akhirnya, gak ada yang tau remaja itu dateng dari mana. Tapi yang lebih bikin penasaran adalah, pas orang-orang liat baju remaja itu, baju itu udah robek di banyak tempat. Bau anehnya nyebar ke mana-mana, gak cuma itu, rambutnya juga berantakan dan serem. Satu-satunya yang bisa keliatan jelas cuma mata yang tenang. Saat ini, cewek muda yang berpakaian pelayan dateng, pake baju cantik, wajah bersih, lembut dan cerah, nunjukin gigi putih, dan dengan sopan bilang, "Tuan yang terhormat, apa Anda kemari buat jual bahan atau beli barang?"
[Gusrabo] jawab: "Gue di sini mau jual bahan. Gak tau apa kalian terima semua bahan di sini?"
Cewek muda itu senyum dan ngeliat bungkusan di belakang [Gusrabo] terus ngangguk: "Selama ada barang bagus, kita terima. Gue penasaran, barang apa yang mau Anda jual?"
[Gusrabo] bilang, "Gue punya banyak barang. Bisa gak kalian cari tempat buat gue atau taruh di tanah aja?"
[Gusrabo] saranin ini. Cewek muda itu senyum dan bilang sopan, "Gak perlu, Tuan. Ada konter tempat naruh barang. Silakan ikut saya."
Pas mereka jalan ke konter, banyak orang nengok. Mereka pengen liat bahan apa yang dikumpulin remaja itu. Pasti ada barang bagus di bungkusan segede itu.
[Gusrabo] ngeliat ukuran konter dan nanya ke cewek muda itu ragu-ragu, "Lo yakin mau gue taruh di sini?"
Cewek muda itu ngangguk.
Pas dia ngangguk, [Gusrabo] gak ada pendapat apa-apa. Dia naruh bungkusan di belakangnya di konter. Tiba-tiba, konter itu bunyi kayak mau pecah. Banyak orang denger, termasuk cewek muda itu.
[Gusrabo] langsung keluarin belati. Pas [Gusrabo] keluarin belati, banyak orang yang sesek.
"Belati langkah biru."
Wush! Ikatan gede di bungkusan langsung dipotong, wush! Kantong kainnya kebuka pelan-pelan dan mental.
Cewek muda itu melotot. Gimana bisa ada barang sebanyak ini! Yang lain mandangin tumpukan barang yang mau dijual dengan gak percaya
"Cakar setan angin gede, cakar elang bisik angin, satu tanduk singa, taring ular beracun gede..."
Orang-orang silau, pas barang-barang yang jatuh ke tanah itu lagi ngeliatin mereka hati-hati
"Itu bunga berdarah! Gimana bisa dia bungkus di kantong kain, yang bakal ngerusak khasiat obatnya!"
"Ada juga rumput kekuatan!"
"Bawa buah darah!"
"Tunas embrio cepet!"
......
Pas barang-barang ini muncul, banyak orang gak tenang, apalagi cewek yang nyuruh [Gusrabo] naruh barang di konter. Dia kaget sendiri. Dia gak pernah liat ada orang yang ngambil barang tingkat tiga sebanyak ini setelah kerja di sini selama ini, di antara itu, bahan-bahan obatnya lebih berharga, dan masing-masing bisa ngekstrak sejenis ramuan menengah!
Cewek muda itu cepet banget bereaksi, dia langsung manggil orang lain buat dateng, ngambil barang yang jatuh di tanah lagi, dan manggil tiga penilai buat dateng buat nilai harga spesifiknya. Terus selama waktu penilaian yang lama, [Gusrabo] ngambil secangkir teh ringan dan minum dengan nyaman. Pas semuanya udah beres, cewek muda itu ngos-ngosan.
"Tiga belas ribu tujuh ratus koin emas! Jumlah ini agak..."
Pas [Gusrabo] liat, dia nyamperin dan nanya pelan, "Gue mau nanya, berapa koin emas gue bisa jual barang-barang ini?"
[Gusrabo] mikir bakal bagus jual barang-barang ini dengan seribu koin emas, tapi langkah selanjutnya cewek muda itu bikin [Gusrabo] bingung. Dia bilang, "Halo, Tuan, karena Anda punya lebih banyak koin emas, dan Anda harus nunggu sebentar buat jumlah koin emas yang spesifik. Silakan ikut saya ke kamar di lantai atas dan bos kita bakal menjamu Anda."
"Bos?"
[Gusrabo] mikir dan ngerasa gak ada apa-apa, tapi dia tetep nanya ke Burung Hantu di badan yang sama: "Apa toko Burung Hantu bakal nipu orang?"
Burung Hantu dengan tenang bilang, "Gue gak bisa jamin kalo itu firma lain, tapi gue bisa jamin kalau firma di bawah kursi Kaisar Perang Melik semuanya baik-baik. Begitu bisnis hati item ditemuin, bakal ada orang khusus yang bersihin. Buat ngejamin kredibilitas, Kaisar Perang Melik pernah ngeganti rugi pedagang gelap buat inti halus tingkat lima karena kesalahan seorang bos!"
"Kaisar perang Melik, inti halus tingkat lima." Mikir soal Kaisar Zhan, [Gusrabo] gak bisa nahan buat ngumpulin lehernya. Kaisar Perang itu legenda! Setelah santo perang, itu kaisar perang, tapi itu bukan kaisar perang atau legenda. Apa alasannya, [Gusrabo] gak jelas, jadi dia cuma bisa ngeksplor pelan-pelan nanti. Pas dia mikir kalau kaisar perang Melik ngeluarin inti halus tingkat lima sebagai ganti rugi atas kesalahan, dia bisa mikir betapa dia merhatiin reputasi toko.
Dibawa ke kamar sama cewek muda, cewek muda yang masuk kamar cuma bilang kalau bos bakal dateng nanti. Tanpa banyak mikir, [Gusrabo] mulai merhatiin kamar. Kamarnya bersih, cuma ada satu jendela. Ada bau yang nyegerin di kamar. Dia jalan ke kursi sendiri dan duduk. Dia nuangin teh buat dirinya sendiri. Begitu tehnya udah dituang, pintunya didorong lagi
Dateng langsung pria paruh baya pake baju mahal, keliatan cukup serius. Setelah masuk, dia sopan bilang, "Halo, gue bos firma Melik, [Tosilmin]. Suatu kehormatan bisa melayani Anda."
Terus gue liat bos ngelakuin etika aristokrat yang bermartabat
[Gusrabo] sopan bilang, "Halo, jangan sopan-sopan amat. Gue gak tau apa [Tosilmin] yang bertanggung jawab. Ada apa sama barang gue, sampe gue harus dateng ke sini?"
[Tosilmin], denger pertanyaan polos [Gusrabo], geleng-geleng kepala dan dengan tenang bilang, "Firma Melik kami merhatiin kredibilitas dan keselamatan pelanggan. Demi keselamatan pelanggan, kami harus ngundang Anda kemari buat diskusi."
"Aman?"
"Idiot, apa lo gak mikir barang lo bernilai beberapa dolar? Barusan, gue ngelakuin pengamatan halus. Barang-barang itu kira-kira ditaksir bernilai puluhan ribu koin emas. Jumlah puluhan ribu koin emas diomongin di tempat. Pikirin konsekuensinya. Rejeki nomplok bakal datengin bencana. Banyak orang serakah di dunia ini."
Setelah dimarahi sama Burung Hantu, [Gusrabo] langsung ngerti dan senyum
"Gue gak mikir sebanyak itu, [Tosilmin], jadi berapa koin emas gue bisa jual bahan-bahan itu?"
[Tosilmin] jalan ke kursi dan duduk di seberang [Gusrabo]. "Tiga belas ribu tujuh ratus koin emas," katanya dengan tenang.
Tear!
[Gusrabo] agak kaget, banyak banget koin emas! Dia gak pernah mikir dia punya banyak uang buat bahan-bahan yang rusak itu. Sebenarnya, sebelum dia dateng ke sini, dia mikir bakal bagus punya seribu koin emas, bahkan kalo lima ratus koin emas. Batas bawahnya seratus koin emas. Ya, batas bawah [Gusrabo] cuma seratus koin emas. Ini perkiraan kasarnya, tapi dia gak nyangka kalo beberapa barang yang dia ambil asal-asalan bernilai uang sebanyak itu.
[Tosilmin] mikir [Gusrabo] gak bakal nunjukin ekspresi khawatir, atau bahkan ngerasa kurang, tapi pas dia liat ekspresi orang lain, dia langsung ngerti kalo remaja itu mungkin gak tau apa-apa soal perhitungan harga.
Dan penemuan halus soal baju [Gusrabo], dan rambut berantakan, dengan penglihatan dia dengan cepet ngerasain banyak bekas luka dan luka yang sembuh di remaja itu, bisa dapet bahan kayak gitu pasti udah ngalamin sedikit, hati jadi agak penasaran sama asal-usul remaja ini? Tapi, [Gusrabo] cepet sadar dan nanya Burung Hantu sesuatu yang spesifik buat tau. Terus dia bilang, "Bos [Tosilmin], gue mau nanya, apa lo punya baju buat ganti di toko lo? Apa ada tempat buat mandi? Apa ada makanan dan minuman?
[Tosilmin] natap, terus meledak ketawa
"Tuan kecil yang terhormat, kita punya banyak barang di sini, dan barang-barang ini termasuk yang Anda sebutin barusan, tapi kita nyediain itu gratis buat pelanggan kelas atas."
"Pelanggan senior?" [Gusrabo] agak kecewa dan mikir dia bisa mandi, makan, dan minum gratis. Gue rasa gue terlalu serakah
Tapi gak lama, [Tosilmin] nyerahin token yang dipasang di emas di meja, yang ukurannya segede telapak tangan dan kotak
"Bos [Tosilmin], apa ini?"
"Token anggota senior." , p