Bab 191 Ares!
Horod!"
}
```
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Tiga kata itu berat banget, menggema di langit abu-abu. Pas gak ada cipratan darah, cuma ada cahaya biru yang jatuh dari langit. Pedang di tangan Holod udah gak bisa dibilang pedang lagi. Lebih kayak kendali atas dunia. Kalo udah di wilayahnya, dia yang ngatur hidup dan mati. Begitulah adanya di wilayah itu sendiri. Di dalam wilayah, Gusrabo ngerasain kekuatan yang gak bisa dicegah. Bahkan Girabi, yang legendaris, yang paling kuat di antara penjahat, ngerasain ketakutan yang luar biasa. Badannya gak bisa dikendaliin. Di wilayah Holod, dia gak bisa gerak, tapi dia lebih baik dari yang lain. Setidaknya seluruh badannya masih bisa gerak"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Mengayunkan pedang tersembunyi juga"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Ngeluarin raungan keras"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Horod, gue lawan lo!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Sama-sama nebas pake pedang, ngadepin lightsaber biru yang turun dari kekosongan, kayak telur nabrak batu yang keras, gak, bukan telur nabrak batu, tapi lebih kayak telur nabrak baja yang keras!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Poof!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Cahaya pedang biru itu jatuh ke semua orang, termasuk Gusrabo, dan menenggelamkan mereka. Semuanya masuk ke cahaya biru, dan banyak raungan yang merintih tumbuh. Pria besar yang megangin Gusrabo ngelepas tangannya, dan seluruh badannya penuh bau kematian dan gak bisa kabur"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Kekuatan Holod di luar dugaan semua orang, bahkan sembilan orang kuat legendaris lainnya yang lagi bikin mantra juga gak nyangka bakal ada adegan kayak gitu"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Kekuatan dari Holrod makin menjadi-jadi!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Dalam kejayaan"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Kalung rakus di cincin ruang Gusrabo berubah jadi cahaya merah dan jatuh ke kepalanya, ngisolasi kekuatan order di kekosongan abu-abu. Detik berikutnya, Gusrabo linglung dan menghilang dari tempat dia berada."
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Holrod sedikit kaget"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Hilang? Ternyata ada cara buat nyelametin diri. Gak heran dekan tua bakal nyuruh lo ke sini. Tapi, naga burung batu udah datang, dan bahaya ada di mana-mana!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Saat ini, Gusrabo pengen banget ngumpat, dan dia pengen ngata-ngatain leluhur Mamon sampe delapan belas generasi!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Dia bayar kebaikan, dan kondisi penyelamat hidup yang ditukar mencapai apa yang dia mau, tapi yang gak dia duga adalah dia lolos tanpa kerugian apapun, dan posisinya sekarang ternyata pegunungan besar yang melintasi perbatasan ras yang berbeda!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Monster asli datang. Dia datang ke posisi ini, bukan buat cari mati!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Sialan, bener-bener bajingan licik!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gusrabo gak bisa nahan diri buat gak marah. Sampe saat ini, dia pikir dia udah hati-hati banget, tapi dia malah kejebak Mamon!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Raung!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Ketika angin menyapu bumi, Gusrabo sadar dan melihat ke pegunungan"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Sialan! Beneran datang!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Titik hitam yang berkedip di kekosongan datang ke arahnya, dan Gusrabo keliatan gugup. Dia udah tau dari Holod kalo monster asli itu serem, badan mereka kuat, dan serangan mereka mengerikan. Bahkan orang kuat legendaris pun susah buat lolos dari mereka! Begitu monster asli itu mendekat, dia bakal mati. Kalo dia gak mau mati, dia harus berdagang sama Mamon. Orang rakus ini gak pernah puas dan pengen terus berdagang sama dia."
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Kalo lo mau gue dagang sama lo, gue bakal berusaha keras buat bertahan hidup! Gue gak bakal dagang sama siapa pun lagi di masa depan!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Saat ini, Gusrabo kayak mikir sesuatu. Datang ke Kota Dosa, dia terus berdagang buat bikin Mamon puas, buat dia, krisis yang lebih besar lagi lagi terjadi, begitu volume transaksi mencapai level tertentu, kekuatannya terus meningkat, perhitungan Ma Meng bahkan lebih mengerikan. Bahkan kalo gak ada nasib buruk, cara buat ngadepin dia gak lebih buruk dari nasib buruk. Kali ini dia dan gurunya salah. Tentu saja, gak bisa dipungkiri kalo tebakan dekan tua salah. Ma Meng takut mati, dan tebakan ini sama sekali gak salah"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Ternyata selalu ada tempat buat ngumpet di pegunungan.""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Lompat ke area batu hitam di depan kita, kecepatan Gusrabo sangat cepat, mencapai kecepatan kilat, kayak penyakit yang mendesis di pegunungan!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Sepuluh menit kemudian, di atas pegunungan, ini adalah sarang monster asli. Alasan kenapa Gusrabo datang ke sini udah melalui berbagai rencana. Sekarang semua burung batu dan naga keluar. Sarang mereka pasti aman dan ide mereka bagus banget, tapi apakah kenyataannya beneran kayak tebakan Gusrabo?"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Di atas pegunungan juga ada berbagai batu hitam, dan di kejauhan, sebuah bangunan besar menarik perhatian Gusrabo"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Sarang?""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Keliatannya beda. Bangunan besar itu gak kayak sarang burung, tapi lebih kayak kastil. Gusrabo gemetaran. Lingkungan di sini agak aneh. Dengan fisiknya, dia bakal ngerasa dingin menggigit pas datang ke sini. Dia udah mencapai puncak Lingyuan, dan tulangnya udah dipoles sejauh ini, situasi ini seharusnya gak terjadi"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gusrabo harus waspada terhadap tempat-tempat aneh"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Whew!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Apa!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gusrabo kaget. Monster abu-abu berbentuk burung besar melayang di atas kepala. Sayapnya terentang. Badai kuat menyapu bumi, menerbangkan pasir dan batu. Gusrabo, yang kelihatan berubah, gak bisa gerak. Angin ini gak cuma ngendaliin badannya, tapi juga narik dia ke arah kastil yang jauh."
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Bukan mau ngurusin gue? Ada orang yang mau nangkep gue?""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Sebuah pikiran melintas di benaknya. Alih-alih membunuhnya, naga burung batu tiba-tiba muncul dan membawanya pergi dengan angin kencang. Gak lama, semangat Gusrabo sangat tertekan"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Apa sih yang terjadi!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Perubahan mendadak masih bikin pikiran Gusrabo gak bisa tenang. Dari perhitungan Mamon, sampe penculikan oleh penjahat, tangan Holod, dia berdagang sama Mamon dan kabur buat datang ke sini. Sekarang ini terjadi lagi. Syarafnya tegang, napasnya pendek, dan dia gak berdaya ngeliat gimana dia dibawa ke arah kastil oleh angin"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gak tau udah berapa lama"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Di dunia gelap, Gusrabo punya mimpi panjang. Mimpi ini, yang pernah dia alami, dia punya mimpi ini pas dia dapet dosa keserakahan."
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Hutan dingin, roh pirang dengan busur dan panah, busur dan panah yang dikondensasi oleh api menembus dadanya, dan sesaat, naga terbang di langit, menjulurkan cakarnya yang mengerikan, merobek tubuhnya, dan berdiri di atas gunung suci yang bersinar dengan cahaya suci"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Berdiri di puncak gunung suci"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Cahaya keemasan mengalir, dan cahaya Tuhan menyebar ke seluruh dunia. Pria tampan itu menatapnya dengan arogan, dan cahaya itu menyelimuti tubuh bagian atasnya. Dia mengangkat pedangnya di antara tangan kanannya dan menebasnya ke arahnya"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Lucifer!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gusrabo gak bisa nahan diri buat gak berteriak dalam tidurnya"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Langit berdarah, iblis kelelawar besar berubah jadi sosok manusia, dua taring besar mencium lehernya, cambuk merah darah memukuli punggungnya yang rapuh"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Dante!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gusrabo langsung bangun dari tidurnya, rambut hitam panjangnya berantakan, dan ngeliat sekeliling ke tempat kejadian"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Ini di mana?""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Itu adalah ruangan yang disegel, ranjang batu yang keras, pilar batu berapi, dan api yang terang menerangi segala sesuatu di dalam ruangan. Saat ini, suara tenang terdengar dan masuk ke telinga Gusrabo"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Nak, lo udah bangun?""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Siapa lo? Kenapa lo bawa gue ke sini? Siapa lo!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gak ada orang di sekitar, tapi ada suara. Gusrabo meloncat dan bersiap buat ngeluarin belati hitamnya dari cincin ruang, cuma buat nemuin kalo cincin ruangnya udah gak ada lagi"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Nak, tenang aja, gue gak bakal nyakitin lo. Gue taruh cincin lo di tempat aman. Alasan kenapa gue biarin lo datang adalah karena lo dan gue sama-sama dikutuk nasib.""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Orang-orang yang dikutuk nasib? "
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gusrabo keliatan terharu, dan kemudian dengan marah berkata, "Jangan ngumpet-ngumpet, mending keluar atau biarin gue keluar dari sini!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Gue cuma pengen ngobrol sama lo, tanpa ada niat jahat, lo gak perlu terlalu semangat.""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Lo bawa gue ke sini, dan gak biarin gue tau siapa lo, dan ngambil cincin gue. Lo bilang gak ada maksud jahat, dan lo gak percaya itu! Bilang siapa lo sebenernya!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Suara tak kasat mata merenung sejenak dan berkata sedikit, "Lo harusnya kenal gue, gue tau dari ingatan lo.""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Di ingatan? Lo nyuri ingatan gue!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Wajah Gusrabo sangat garang, praktis orang itu beneran ngintip ingatan dia, itu tubuhnya pas semuanya gak diketahui pihak lain?"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Ya, kalo lo mau liat gue, gue cuma bisa keluar.""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Di belakang pilar api, seorang pria yang memakai baju zirah perak berjalan keluar dengan tenang. Di bawah api, Gusrabo ngeliat wajah orang itu dan gak bisa nahan diri buat gak narik napas dalam-dalam"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Gimana bisa ada pria yang sempurna kayak gitu di dunia ini!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Pria ini sangat tampan, wajahnya setajam pahatan, wajahnya yang bersudut sangat tampan, dan penampilannya keliatannya kekar, tapi matanya tanpa sengaja nunjukin semua hal yang bikin orang ketawa, seolah-olah mereka punya wawasan tentang matahari, bulan, dan bintang, dan ngeliat segala sesuatu dalam esensi dunia"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Lo...""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Pria itu tersenyum lembut: "Gusrabo Li, nama yang bagus. Biar gue kenalin diri dulu. Nama gue Ares.""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": ""Ares!""
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Wajah Gusrabo berubah drastis, penampilan pria itu, baju zirah pria itu, yang pernah dia liat di Alun-Alun Sparta, adalah patung yang didedikasikan buat Ares, dewa yang pernah berjuang buat manusia!"
}
```json
{
"novelId": 131,
"chapterId": 11501,
"lang": "id",
"content": "Apakah pria di depannya?