Bab 16 Tambahkan Aku sebagai Teman
Cuma kasih tau Ashley apa aja yang lo butuhin. Perusahaan bakal berusaha semaksimal mungkin buat penuhi permintaan lo," John nepuk pundak dia sambil senyum, "Silakan."
Olivia nghela napas lega terus buru-buru keluar dari ruang rapat.
Beberapa langkah kemudian, dia ngerasa sakit menusuk tiba-tiba di dada, barengan sama perasaan gak enak.
Dia nengok ke belakang, mikir kenapa dia ngerasain goncangan emosi yang tiba-tiba banget.
...
Olivia udah gabung di pemain "Game of Thrones."
Syutingnya dijadwalin selama tiga bulan.
John jenguk dia dua kali di lokasi syuting. Olivia, artis baru yang dia tanda tangani, emang dedikasi banget.
Sebelum ini, David udah transferin dia beberapa duit dengan catatan: "Biaya perbaikan mobil."
Kayaknya emang Olivia yang nyuruh David buat gitu.
Gak lama lagi, bakal ulang tahun kematian Sofia beberapa hari lagi.
John udah atur jadwal kerjanya.
Dia mutusin buat bawa Sofia ke tempat yang beda tiap tahun sampai hari dia meninggal dan bisa gabung sama dia.
John udah ngejalanin hidup yang bener, tapi dia ngerasa bersalah dan berdosa banget sama Sofia doang.
Dia tau dia gak bakal bisa bales budi dia seumur hidup.
Sejak Sofia meninggal, dia gak punya kesempatan buat perlakuin dia baik-baik atau nebus dosa-dosanya.
Bahkan kalau dia sujud, ya cuma di depan abunya doang.
John belakangan ini sering mimpi buruk, selalu mimpi kejadian-kejadian dulu sama Sofia, dan kadang mimpi dia sama Sofia jadi tokoh utama, tapi ceritanya gak pernah kejadian.
Mimpinya terlalu indah, dan bangun tidur kayak siksaan buat dia setiap kali. Kadang John mikir mending gak usah bangun sama sekali.
Waktu berlalu pelan-pelan, dan kadang dia gak bisa bedain antara mimpi dan kenyataan.
Di mimpinya, dia dan Sofia punya anak.
Kadang pas dia bangun, dia langsung nerusin settingan dari mimpinya.
Tapi pas dia ngeliat kamar kosong dan tatapan kaget Bibi Mary, John ngerasa konyol.
Sofia udah mati, kenyataan yang dia lebih sadari dari siapapun.
Tapi, dia gak mau nerima itu.
...
Dengan selesainya "Game of Thrones," topik yang lagi nge-hits meledak di media sosial.
Olivia, bintang yang lagi bersinar dari Jones Family Entertainment, dikabarin pacaran sama aktor berbakat Nikolas.
Beberapa media ngejar foto mereka berdua lagi kencan di taman, jalan-jalan bareng anjing mereka.
Sepuluh menit kemudian, Nikolas resmi ngumumin hubungan mereka di Twitter, disusul sama Olivia.
Fans yang awalnya mikir cuma spekulasi media langsung gak percaya.
Seketika, ada serangan kritik di dunia maya.
Tim PR Jones Family Entertainment lagi buru-buru, dan Olivia dipanggil ke kantor CEO.
John duduk di belakang mejanya.
Setelah Olivia masuk, dia hati-hati merhatiin ekspresi John.
Walaupun gak ada klausul di kontrak yang ngelarang artis buat pacaran, itu aturan gak tertulis di setiap perusahaan.
Pacaran sih oke, tapi ngepublikasiinnya gak disaranin.
Apalagi Olivia belum ngasih tau perusahaannya sebelumnya.
"Pak John, Bapak mau ketemu saya?"
Olivia narik napas dalem-dalem terus jalan ke mejanya.
Dia nundukin kepalanya, ngehindarin tatapan John, dan fokus ke tangannya.
"Lo sadar gimana situasi ini bisa ngaruh ke karir lo?"
Nikolas emang populer banget, idola jutaan fangirl.
Olivia ngangguk, "Saya tau."
John diem aja.
Olivia bilang, "Tapi Pak John, saya beneran suka sama Nikolas."
"Gue gak peduli sama kritik di luar. Gue selalu percaya kalau seseorang bisa bertahan di industri ini berdasarkan bakat."
Dia bakal akting bagus dan ngebuktiin diri.
John ketawa kecil. Dia belum ngomong apa-apa, eh dia udah nyerocos aja.
Dia ngusap pelipisnya dan ngulurin tangannya ke dia, "Gue tunggu kebangkitan lo."
Olivia senyum. Dia udah mikir setelah bikin heboh gitu, John bakal ngebunuh karirnya, tapi ternyata enggak.
Awalnya, dia mikir John mungkin bakal manfaatin hubungannya sama Nikolas buat keuntungannya.
Tapi John juga gak gitu.
Olivia sekali lagi yakin kalau tanda tangan sama Jones Family Entertainment adalah keputusan terbaik yang pernah dia buat.
Olivia nonaktifin Twitter-nya dan fokus akting.
Terus semua orang nyadar kalau Olivia, yang gak terlalu terkenal dan udah ketauan pacaran sama Nikolas gak lama setelah debut, ternyata punya kemampuan akting yang bagus banget.
Olivia ikut di acara reality show.
Fans yang awalnya mikir Olivia cuma mau nebeng tenar sama Nikolas nemuin kalau dia punya kepribadian yang keren.
Dan terus yang mikir Olivia miskin dan udah manipulasi Nikolas tau kalau dia ternyata anak orang kaya.
Keluarganya gak lain adalah keluarga Taylor yang terkenal dari New York.
Drama-drama Olivia jadi hits satu per satu, dan dia naik dari pemain figuran jadi artis papan atas dalam waktu kurang dari enam bulan.
Popularitasnya gak ada duanya di antara seluruh negeri.
Olivia udah balik lagi, dan orang-orang yang sebelumnya nyanyiin ramalan buruk tentang hubungannya sama Nikolas sekarang nawarin doa terbaik mereka.
Bahkan akun Twitter yang nanya apa Olivia dan Nikolas udah putus hari ini diubah namanya jadi nanya apa Olivia dan Nikolas mau nikah hari ini.
Nikolas gak ngecewain harapan semua orang.
Setahun setengah kemudian, Twitter ngerilis surat nikah mereka.
Twitter sementara lumpuh.
Dan David, yang udah ngarep adiknya gagal di industri hiburan dalam waktu dua tahun, juga kecewa.
Karena Olivia, saham Keluarga Taylor melonjak.
...
Olivia sering mimpi di mana cowok yang namanya John terus-terusan bilang maaf ke dia.
Selama dua tahun, dia mimpi berkali-kali, tapi Olivia gak pernah ngeliat wajahnya.
Namun, belakangan, frekuensi dia mimpi ini lama-lama berkurang.
Dia lebih sering mimpi tentang Nikolas.
Pas dia buka mata, dia ngeliat Nikolas, dan dia seneng banget.
Terus, dia gak pernah mimpi tentang cowok yang namanya John lagi.
Beberapa waktu, Olivia ngerasa kosong di dalam, tapi Nikolas perlakuin dia baik banget.
Cintanya ngisi kekosongan di hatinya.
Dua bulan kemudian, Olivia tau dia hamil dan istirahat dari kerjaan.
Nikolas sebelumnya nerima peran yang udah mau selesai, tapi dia terus nolak drama baru yang ditawarin agennya.
Olivia hamil, dan dia mau sama dia.
Dia beneran suka banget sama cewek ini. Dia adalah sinar dalam hidupnya yang biasa-biasa aja.
Dia polos dan cantik, dan cuma mikirin dia aja udah bikin dia seneng banget.
Setiap kali dia meluk dia, Nikolas ngerasa kepuasan yang kuat.
Nikolas bahkan gak berani ngebayangin apa yang bakal dia lakuin kalau dia kehilangan Olivia di masa depan.
Yang bisa dia lakuin cuma memperlakukan dia sebaik mungkin dalam umur dia yang terbatas.
Olivia punya keinginan buat jalan-jalan ke Pegunungan Alpen sama orang yang dia sayang.
Dia hamil lima bulan, dan perutnya udah gede. Awalnya, Nikolas gak setuju sama dia. Tapi ngeliat dia ngarep banget, dia setuju buat bawa dia kesana.
Pesawat terbang selama dua jam, dan Olivia tidur selama dua jam.
Pas Olivia dan Nikolas turun dari pesawat, Olivia mikir dia ngeliat wajah yang familiar, tapi dia kealihin perhatiannya pas Nikolas gandeng tangannya seketika.
Pas dia ngeliat lagi, orang itu udah gak ada.
Olivia ketawa ke diri sendiri, mikir dia pasti salah liat.
Soalnya, gimana dia bisa ngeliat bosnya John disini?
Olivia nyadar kalau nama John juga namanya "John," kebetulan banget.
...
Nikolas dan Olivia nginep di penginapan deket situ yang punya cowok yang namanya Ryan.
Dia cerita ke mereka legenda tentang Taman Golden Gate di San Francisco.
Olivia dengerin dengan ekspresi penuh keinginan di wajahnya, sementara Nikolas meluk istrinya di lengannya.
Dia gak nungguin kehidupan selanjutnya; dia puas dengan memperlakukan Olivia dengan baik di kehidupan ini.
Olivia nyender di pelukan Nikolas dan ngeliat ke dia, nanya, "Nikolas, kalau kita punya kehidupan selanjutnya, apa kamu masih mau sama aku?"
"Gak," Nikolas nyubit hidungnya, "Aku mau selamanya."
Olivia mukul dadanya.
Ih, norak banget.
Langkah kaki terdengar dari tangga di lantai dua. Ryan nengok dan lambaikan tangan, "Hei, John, gabung sama kita di deket api unggun."
John?
Olivia tiba-tiba nengok dan bertatapan sama seseorang.
John—
John kaget, gak nyangka Olivia juga ada disana. Cowok di samping dia juga nengok, itu Nikolas.
Nikolas dan Olivia adalah pasangan paling terkenal di Jones Family Entertainment.
Olivia mikir, jadi dia gak salah liat pas turun dari pesawat; John beneran ada disini.
Nikolas nyapa John dan nyediain tempat buat dia di samping Olivia.
John duduk di samping Olivia.
Ryan terus cerita cerita yang dia ceritain tiap tahun ke pendatang baru, sementara beberapa dengerin dan beberapa melamun.
John nundukin kepalanya, telinganya dipenuhi dengan suara kayu yang kebakar.
Perut Olivia gede, dan dia gak bisa duduk lama-lama.
Gak lama pinggangnya mulai sakit, dan Nikolas bantu Olivia bangun buat balik ke kamar mereka.
"Pak John, kita mau naik," kata Nikolas.
John ngangguk, dan setelah mereka pergi, dia melamun sebentar.
...
Olivia tiduran di kasur, dan Nikolas bukain sepatunya. Dia duduk di samping dia dan mijetin kakinya.
Dengan kehamilan yang makin maju, kaki dan kakinya emang gampang bengkak.
Nikolas ngerasa sakit yang luar biasa di hatinya buat Olivia, bersumpah gak bakal punya anak kedua, apa pun yang terjadi.
Olivia ngusap tangannya di perutnya, penuh harap buat kehidupan baru yang tumbuh di dalemnya.
Cowok atau cewek ya?
...
"John, aku mau punya dua anak di masa depan, satu cowok dan satu cewek," katanya.
"John, kamu bakal sayang aku selamanya?"
"John, aku sayang kamu. Aku sayang kamu banget."
"John, ayo putus."
"Keluar dari sini!"
"John... Aku sakit. Udah terlambat, bisakah kamu bawa aku ke rumah sakit?"
"Dimana yang sakit?"
"Perutku."
"Nona Sofia, aktingmu makin realistis dari hari ke hari. Berapa lama kamu latihan buat adegan ini?"
Mata Sofia lama-lama dipenuhi dengan putus asa.
"Sejak hari kamu mengkhianati aku, John bersumpah gak bakal pernah maafin kamu seumur hidup, kecuali kamu udah mati," katanya dengan kasar.
Dalam kegelapan, John tiba-tiba buka matanya, air mata ngalir di wajahnya.
Dia meluk dirinya sendiri, nyembunyiin kepalanya di lengannya.
Angin di luar meraung sedih, gak diperhatiin dan gak didenger, sementara seorang pria yang patah hati tetap di dalam rumah.
...
Pagi-pagi sekali, rombongan keluar dari hotel di Ryan barengan.
John bakal nginep dua hari lagi, tapi Nikolas dan Olivia harus balik duluan.
"Selamat tinggal, Pak John," Olivia lambaikan tangan ke John sambil senyum, berdiri di samping Nikolas yang merangkul pinggangnya.
John bales lambaian tangan, bibirnya yang tipis membentuk senyum tipis: "Selamat tinggal."
Nikolas ngangguk ke John dan pergi bareng Olivia.