Bab 10
Matteo
Aku pegangan erat di sandaran tangan waktu aku lihat seberapa cepet Britney masuk ke Freya, dan rasa khawatir mulai makan aku. Aku menghela napas lega setelah mate-ku menghindarinya dengan lincah. Tapi, si b***h terus ngasih kombinasi pukulan terus-menerus, yang dia hindari dengan mudah. Makin lama pertandingannya, aku nggak mikir aku perlu khawatir lagi sama Freya. Dia pakai otaknya, dan aku punya firasat kalau dia lagi nyoba bikin lawannya kecapekan dan bakal bales kalau perlu. Dia mungkin tipe petarung yang nggak mau buang waktu atau bikin pukulan yang nggak penting yang nggak bakal dihitung.
Smirk di wajah Freya bilang ke aku kalau dia udah siap buat bales, dan Britney juga nyadar itu, yang bikin dia berhenti sebentar. Ya, cuma sebentar, karena pas dia ngelakuin itu, Freya udah ada di depannya, nyenderin kepalanya ke depan dengan tinjunya yang kenceng, siap buat ngejatohin si b***h. Tapi dia pasti tahu apa yang bakal dilakuin mate-ku karena dia tiba-tiba mundur selangkah. Si b***h emang jago, dan aku akui itu, tapi yang nggak aku duga adalah waktu Freya mukul dia di muka pake jab kiri.
Keseimbangan Britney jadi nggak stabil pas dia kesandung mundur. Semua orang kaget waktu Freya udah di depannya cepet banget dan ngasih dia dua pukulan berturut-turut sebelum dia mukul Britney pake uppercut keras. Freya diem di tempat dan nunggu Britney buat bangun lagi. Dia emang petarung, dan aku bisa lihat itu dari setiap gerakannya. Orang tuanya pasti udah ngajarin dia waktu mereka lagi nggak kerja.
Britney sekarang udah bangun lagi, dan aku lihat gimana marahnya dia karena malu. Seharusnya dia yang menangin pertarungan ini karena dia lebih unggul dari Freya, putrinya beta. Aku lihat Jack dan nemuin dia lagi natap Freya juga. Dia mungkin nggak pernah nyangka kalau dia beneran bisa berantem.
Raungan keluar dari si b***h sebelum dia berubah jadi serigala. Freya terkekeh dan bilang, "Nggak bisa berantem dalam wujud manusia lagi, ya?" Dia ngeledek sebelum wajahnya jadi serius, "Ayo, keluarkan semua kekuatanmu, b***h!" dan nyiapin diri.
Mate-ku kelihatan keren banget, dan aku nggak bisa nggak ngerasa bangga sama dia. Waktu si b***h mulai lari dalam wujud serigalanya, Freya cuma nungguin dia. Pas Britney loncat, mate-ku yang luar biasa loncat lebih tinggi dari lawannya sampai dia ada di atas dan naik di atasnya. Dia senyum setelah dia berhasil duduk di punggung si b***h dan meluk dia. Aku yakin itu bukan pelukan biasa karena Britney jatuh keras banget setelah Freya loncat keluar.
Kaget dan bisikan terdengar sekali lagi, semua dengan kekecewaan atas Britney. Mereka nggak nyangka dia kalah dari Freya, yang masih dalam wujud manusianya. "Kok dia bisa kalah sama yang lemah itu?" Seorang wanita di depanku nanya ke yang lain.
"Kalau dia lemah, berarti apa yang kuat dalam dirimu?" Serigala betina yang lain ngejawab.
"Aku nggak tahu kalau dia bisa berantem. Bukannya Alpha Daniel larang dia buat latihan karena dia nggak punya serigala?" Yang lain nanya lagi. Keningku berkerut, dan aku lihat ke Daniel, yang lagi duduk di sampingku. Dia juga lagi natap aku, dan rasa takut kelihatan di wajahnya.
"Saya bisa jelasin, Yang Mulia," katanya, tapi aku angkat tangan buat nyuruh dia diem. Aku bakal urus dia nanti karena aku pengen tahu hasil pertarungannya. Jack mendekat ke putrinya sementara seorang prajurit perempuan ngasih dia selimut supaya Britney bisa berubah lagi jadi wujud manusianya.
"Freya Collins akan maju ke babak berikutnya," Jack ngumum setelah dia ngejaga putrinya. Clay dan Alec lari ke Freya dan meluk dia, dan dia meluk mereka balik, yang bikin aku cemburu. "Wah, Frey, kamu emang luar biasa. Mau nikah sama aku nggak?" Alec bilang, dan mereka berdua ketawa. Aku nggak suka, dan beast-ku juga nggak suka sama sekali. Gimana bisa dia santai-santai nanya dia buat nikah sama dia?
Aku nunggu dia buat ngeliat ke arahku, tapi dia nggak ngelakuinnya. Dia pasti lagi ngehindarin tatapanku juga. Tapi kenapa? Apa dia tahu kalau aku matenya? Ya, pasti. Tapi kalau dia tahu itu, kenapa dia nggak dateng ke aku dan cerita ke aku tentang itu? Fu**, aku nggak tahu apa yang bakal aku lakuin sekarang, dan aku jadi cemburu sama dua serigala itu di sekelilingnya.
Hari berakhir dengan 20 pertarungan, dan, sama kayak yang Daniel bilang ke aku, semua orang dapet latihan yang bagus kecuali Freya. Kita harus ngobrolin itu dan ngasih dia kesempatan buat jelasin alasannya. "Ke kantormu, Daniel," kataku, dan dia ngangguk sebelum dia pergi. Aku diem di tempatku sebentar dan mikirin Freya lagi. Kemungkinan besar dia tahu kalau aku matenya kalau kita beneran ngaku satu sama lain, dan alasan dia nggak cerita ke aku nggak jelas.
Jalan-jalan bakal ngebantu aku buat ngebersihin pikiranku, jadi itulah yang aku lakuin dengan prajuritku ngikutin aku tapi ngasih aku jarak yang cukup. Aku denger seseorang ngomong, dan, kalau aku nggak salah, itu Freya dan Clay. Aku jalan pelan biar mereka nggak tahu aku ada di deket situ. Ya, jangan salah paham; mereka pasti jaraknya 15 meter dari aku, tapi aku masih bisa denger mereka. Aku nyenderin punggungku ke pohon sambil dengerin mereka.
"Kamu udah punya mate?" Clay nanya. "Siapa?" tambahnya.
"Aku nggak bisa kasih tahu kamu, tapi dia nggak bisa nyium bauku, jadi dia nggak tahu." Freya ngejawab," Dia udah punya mate?
"Kenapa kamu nggak cerita aja ke dia?" Clay nanya lagi.
"Kamu pikir dia bakal percaya kalau aku cerita ke dia kalau aku miliknya dan dia milikku?" Freya juga nanya, dan aku nggak denger jawaban apapun dari Clay.
"Kamu pikir aku nggak bakal nerima kamu kalau kamu cerita ke aku?"
"Bukan kamu, Clay. Kita berdua tahu kalau kamu udah punya matemu dan ditolak."
"Kok kamu tahu?" Clay nanya sedih.
"Aku ada di sana waktu itu terjadi. Aku minta maaf, tapi aku dateng ke tempat itu duluan, dan aku nggak bisa gerak sedikitpun setelah aku denger kalian berdua ngobrol." Clay menghela napas. Aku yakin dia yang ngelakuin itu. Sebenernya dia udah setua apa sih sampe dia bisa nemuin matenya dengan gampang?
"Frey, aku suka kamu, dan aku tahu kamu tahu itu. Bahkan Alec tahu itu, dan dia juga suka kamu. Kalau kamu takut buat hadepin matemu karena takut dia bakal nolak kamu, kenapa kita nggak coba buat, ya, pacaran?" Beast-ku marah waktu kita denger itu, tapi aku nahan dia.
"Clay," Freya bilang,
"Kalau aku mau dapet kesempatan kedua, mate, aku mau itu kamu. Aku udah berdoa ke dewi bulan buat ngasih kamu ke aku."
"Clay.." Terus aku nggak denger apa-apa. Mereka lagi ngapain sih? Aku jalan ke arah mereka dan nemuin mereka lagi ciuman, jadi aku menggeram karena cemburu, yang bikin mereka berdua ngeliat ke aku. Aku pake kesempatan itu dan ngeliat mata Freya membelalak kaget. Kita ketemu pandang akhirnya, dan dia
"MILIKKUUUU..."