Bab 25 Memaksanya Mengaku
Karena dia datang buat ngehukum, dia gak perlu hormat dan nyapa, kan? Lagian, dia juga gak tau harus manggil dirinya sendiri atau orang-orang gimana sekarang.
"Kaisar, lihat nih? Jangan bilang buat dayang-dayang cowok cewek, bahkan buat kamu, dia songong banget sampe gak mau hormat dan nyapa. Keterlaluan banget!" Shu Guifei langsung manfaatin kelalaian Lauren dalam etika dan ngadu ke Herbert.
"Aku denger Shu Guifei bilang kamu nyakitin dia, beneran?"
Lauren ngangkat matanya dan natap langsung ke Herbert. Udah beberapa hari gak ketemu, tapi dia gak banyak berubah.
Dia ngangguk pelan dan gak ngejawab. "Iya, aku nyakitin dia."
Dengan gitu, Shu Guifei jadi makin gak enak. Lauren songong banget ya? Kok gak ngejawab, kok pura-pura juga, dia beneran mikir Kaisar masih kayak dulu, manja-manjain dia?
Herbert ngangkat alis. "Kenapa nyakitin orang?"
"Dia nampar Su Jin, dan aku selalu ngebela kesalahan orang yang aku sayang."
"Cuma itu aja?"
Alis matanya jelas. "Cuma itu aja!"
"Konyol!" Herbert ngebentak dengan suara berat.
Shu Guifei langsung nunjukin senyum kemenangan, "Aku adalah selir kekaisaran yang diangkat Kaisar. Gimana bisa kamu nyakitin aku cuma gara-gara dayang? Lagian, apa statusmu sekarang dan apa statusku!"
"Lauren, kamu tau salah?" Herbert ngomong ke dia.
Natin mereka berdua, saling dukung, berusaha ngehukum dia, Lauren gak punya kata-kata lagi. "Aku udah dibuang kayak putri yang gak jelas statusnya dan luka parah. Gimana lagi Kaisar mau hukum aku?"
"Aku tanya kamu tau salah apa enggak?" Dia ngulang lagi dengan suara berat.
Lauren nundukin kepalanya pelan. "Mohon hukumannya, Kaisar!"
"Yaohua, kamu keras kepala banget sih?"
Dia cuma pengen dia ngaku. Sesulit itu ya? Di matanya, dia masih punya posisi sebagai raja?
Kaisar lagi kesel, dia gak bisa nahan buat manggil nama kecil Lauren, tapi Kaisar bahkan gak tau apa nama kecil dia. Shu Guifei cemburu dalam hatinya. Dia nangis dan berlutut di tanah. "Kaisar, dayang cowok cewek tau kalau kamu punya perasaan yang dalam sama kakakmu. Dayang cowok cewek gak minta apa-apa lagi. Cuma mau minta Kaisar buat ambil keputusan buat dayang cowok cewek. Dayang cowok cewek gak seharusnya dizalimi kayak gini!"
"Lauren, aku akan tanya kamu terakhir kali, kamu tau salah apa enggak? Kalo kamu tau salah, aku akan langsung minta Dokter Kekaisaran Liu buat meriksa denyut nadimu. Kalo kamu gak tau salah, Dokter Kekaisaran Liu gak akan injek istana dinginmu lagi di masa depan!"
Mata Herbert kayak air, dan kata-katanya gak lagi ngebiarin dia buat terus-terusan keras kepala.
Kalo Kaisar gak ngebiarin Dokter Kekaisaran Liu meriksa denyut nadi Permaisuri, pewaris di perut Permaisuri gak akan diakui oleh Kaisar. Kaisar ngancam Permaisuri!
Kalo, kayak yang dibilang Kaisar, bahkan Dokter Chang gak boleh injak istana dingin lagi, gimana nasib luka-luka Permaisuri dan pewaris di perut Permaisuri?
Su Jin gak tau betapa keras kepala permaisurinya. Dia ketakutan banget sampe langsung maju dan berlutut di depan selir kekaisaran Shu. "Kaisar, selir kekaisaran Shu, masalah ini semua disebabkan oleh dayang. Dayang tau salah dan mohon Kaisar, selir kekaisaran Shu, buat menghukum dia!"
"Kamu tenang aja, hukumanmu pasti ada. Kalo Kaisar nanya sekarang, kamu cuma dayang murahan, jadi gak usah ganggu Kaisar di depannya!" Shu Guifei nendang Su Jin.
Mata Lauren dingin. "Su Jin, kesini!"
"Permaisuri..."
Su Jin mohon sama dia dengan matanya dan ngaku salah ke Kaisar. Dia lagi luka sekarang. Kalo dia gak istirahat dengan baik, mungkin gak bagus buat anak-anaknya. Ini berkaitan sama pewaris Kaisar dan kehidupan permaisuri, juga keluarga Meng. Permaisuri gak bisa keras kepala.