Bab 26: Keputusan yang Menyakitkan
## Penerjemahan Novel YA: Sinaan dan Adar
Sinaan masuk bilik, dan dia melihatnya duduk di atas katil menunggu dia. Dia menutup pintu dan datang menghampiri dia. Adar rasa hati dia nak melompat keluar setiap saat, dia sangat gugup.
Sinaan duduk di sebelahnya. Dia angkat selendang wajah Adar, Dia cantik lebih dari yang dia bayangkan.
"Awak cantik," kata Sinaan sambil angkat muka Adar dengan jari telunjuknya. Adar rasa hati berdegup kencang mendengar pujiannya, dia angkat mata dan akhirnya melihat suaminya. Dia terkejut melihatnya, dia adalah contoh kesempurnaan lelaki. Janggut coklatnya membuat kulitnya nampak lebih menarik, matanya memiliki bulu kelopak mata terpanjang yang pernah dia lihat pada seorang lelaki.
Sinaan pegang tangan gemetar Adar, tersenyum sendiri. Dia tarik Adar mendekat ke arahnya. Adar pergi dengan sukarela. Pujiannya itu telah mengisi hati Adar dengan kebahagiaan.
-----------------------
Pagi esoknya, Sinaan bangunkan Adar sekitar pukul 8 pagi. "Bangunlah, semua orang menunggu kita untuk sarapan," katanya ketika Adar membuka mata.
Dia melihat Sinaan sudah mandi dan siap. Adar cepat-cepat bangun, mengambil pakaiannya dan pergi ke bilik air. Dia bersiap secepat mungkin, tetapi kebutuhan untuk terburu-buru membuat dia canggung. Ini adalah salah satu sifat terburuknya, dia menjadi sangat canggung ketika terburu-buru atau stres.
Ketika dia keluar dari bilik berpakaian, dia melihat Sinaan sudah pergi. Rasanya ada yang kurang dalam dirinya, tapi dia memutuskan untuk tidak memikirkannya. Seseorang mengetuk pintu, Alizey datang untuk menjemputnya. Adar memberikan senyuman malu-malu dan hati Alizey meleleh.
"Masha Allah, awak nampak cantik sekali," kata Alizey sambil menyentuh pipi Adar. Adar berkata terima kasih dengan malu-malu. Mereka berdua pergi ke bawah bersama-sama.
Sarapan dimakan dalam suasana gembira. Adar tersenyum malu-malu, semua orang terpukau dengan penampilan polosnya. Dia nampak seperti boneka hidup dengan rambut hitam legam dan mata hijau kacang.
Sinaan pergi ke luar setelah sarapan, dan Adar dikelilingi oleh sepupunya. Mereka menggoda dia, wajahnya yang memerah membuat situasi semakin menarik. Dia hampir tidak dapat berkata-kata.
Ibu Sinaan menghantar Adar kembali ke biliknya agar dia boleh beristirahat sebentar.
Perawat kecantikan tiba sekitar pukul 3 petang. Persiapan untuk resepsi dilakukan di taman haveli. Cukup besar untuk menampung semua tamu. Dia melihat Sinaan sebelum resepsi dimulai setelah sarapan. Rasanya hati Adar sedikit berat, tapi dia memutuskan untuk mengabaikannya dan fokus pada momen bahagia.
Adar dandan dengan gaun warna perak putih, sedangkan Sinaan mengenakan setelan hitam. Mereka nampak seperti pasangan yang benar-benar dibuat di surga.
Chashman berpakaian dengan gaun hitam, dia hampir akan pergi ketika Miraan menghampirinya.
"Bagaimana pemandangan perkahwinan ini?" tanya Miraan melihatnya. Chashman nampak cantik sekali.
"Ya, saya tidak mengira akan menikmatinya sebanyak ini. Mak dan semua orang di sini sangat baik," katanya sambil tersenyum.
Miraan mengangguk, "Kami akan pulang besok pagi, bersiaplah." dia memberi tahu mereka saat berjalan keluar. Malam itu, Chashman melihat banyak tamu diundang. Beberapa model dan wajah terkenal juga terlihat.
"Bagaimana dia bisa ada di sini?" tanya Chashman kepada Miraan sambil menunjuk model lelaki.
"Sinaan biasanya perlu mengatur kempen untuk bisnisnya, kamu akan melihat banyak rekan bisninya di sini," kata Miraan dan Chashman mengangguk.