Raja Baru
Kulit putih, rambut hitam panjang, dan pakai baju kerajaan. Itu yang kulihat sekarang di bayanganku di cermin, aku lihat lagi ke arah Siir yang menatapku sambil tersenyum.
"Sampai jumpa lagi." Dia bilang begitu, bikin aku cemberut.
"Mau kemana?" tanyaku.
"Aku mau cari Alada dan pelajari tingkah lakunya." Jawabnya, terus tiba-tiba menghilang di depanku, sekarang cuma aku di kamar, aku lihat lagi ke cermin dan narik napas dalam-dalam.
Aku nggak tau nanti mau ngapain kalau ketemu Pavel, nggak tau mau langsung peluk atau gimana, pengen banget keluar dari kamar ini buat nemuin dia dan meluk dia.
"Siir?" Aku noleh ke pintu waktu tiba-tiba kebuka, dan ngeliat Cynrad sama Bael yang lagi senyum ke arahku, kemudian senyum Cynrad pelan-pelan hilang dari bibirnya sambil ngeliatin aku.
"Ksara.." Dia nyebut namaku, Bael noleh ke dia terus nyikut dia.
"Ngomongin apa sih? Itu Siir, bukan Ksara." Kata Bael terus ngeliat aku lagi.
"Ratu nyari kamu, penyerahan mahkota mau dimulai," kata Bael, aku ngangguk.
"Aku duluan ya," kataku sambil ngeliat Cynrad.
"Oke, Cynrad, jagain dia ya, aku mau nemuin Kakek Gabriel dulu," kata Bael terus nepuk bahu Cynrad dan pergi. Aku narik napas dalam-dalam dan ngeliatin Cynrad.
"Cynrad.."
"Kamu ngapain sama tubuh Siir?" Dia nanya sambil ngeliat aku serius.
"Panjang ceritanya Cynrad, yang penting sekarang adalah--"
"Kamu ngapain ke Siir?" Dia nanya, jadi aku berhenti. Dia mikir aku ngapa-ngapain Siir?
Aku narik napas dalam-dalam dan cerita ke dia apa yang Mira kasih tau, awalnya aku ngerasa dia nggak percaya, tapi akhirnya dia percaya karena aku bilang nanti, aku bakal balikin tubuhku.
"Terus, yang kamu bilang bakal bantu kamu itu Mira, adiknya Alada?" Dia nanya waktu kita jalan ke tempat penyerahan mahkota buat Pavel.
"Iya." Jawabanku.
"Bagus, berarti kamu bisa balikin tubuhmu nanti." Katanya sambil senyum tapi juga menghilang. "Tapi sedih juga karena Siir udah lama tenang." Katanya, makanya aku diem aja.
Waktu kita sampe di tempat penyerahan mahkota, aku duduk di kursi samping Ratu.
"Siir sayang, kamu cantik banget hari ini." Kata Ratu terus meluk aku, aku maksa senyum.
"T-terima kasih," kataku, canggung banget karena nggak tau harus ngapain di depan mereka.
Kita sekarang ada di atas tempat yang bisa ngeliat semuanya, orang-orang di bawah ini adalah keluarga kerajaan murni yang diundang buat menyaksikan penyerahan mahkota ke Pavel, sedangkan di depan ada yang bakal nyerahin mahkota ke Pavel dan mahkota yang bakal diserahin ke dia, mataku nyari Pavel tapi dia belum ada.
"Pavel kemana?" Ratu nanya, jadi aku ngeliat dia, dia noleh ke Raja di sampingnya.
"Dia mungkin lagi sama cewek Yuniko itu lagi." Kata Raja, jadi aku ngepalin tangan.
Mereka terus ngomongin Pavel sampai bel bunyi, bikin aku pusing dan lemes, aku nggak tau ada bel di tempat ini.
Orang-orang berdiri di bawah, jadi mataku langsung nyari Pavel yang lagi jalan masuk ke depan, aku langsung senyum sambil ngeliatin dia.
Seperti biasa, bibirnya tersenyum tapi matanya bilang dia sedih.
Dia pakai baju kerajaan formal, dia ganteng banget sekarang, aku seneng karena akhirnya dia bakal jadi Raja.
Orang-orang tepuk tangan waktu Pavel jalan ke depan, senyum nggak pernah hilang dari bibirku waktu ngeliatin dia. Beberapa saat kemudian Pavel udah di depan dan orang-orang berhenti tepuk tangan. Pavel senyum waktu dia ngadepin orang yang bakal ngelakuin upacara penyerahan mahkota ke dia.
"Hari ini... masa depan Winsoul akan menyaksikan kelahiran Raja baru." Orang yang ngelakuin upacara itu bilang, di belakangnya ada dua laki-laki pakai baju putih, satu megang mahkota dan satu lagi megang kain yang ditaruh di Raja baru.
"Pavel Eloso, anak sulung mantan Raja, Raja Eloso diberi jabatan sebagai pejabat tinggi di seluruh provinsi dan negara Winsoul." Ngomong gitu, aku ngerasa air mata jatuh waktu ngeliatin Pavel berdiri di depan.
Aku seneng buat dia.
"Pavel Eloso, sebagai orang mulia yang akan menjadi penuntun dan pengatur negara, kamu akan dikenal dan dihormati oleh semua orang, entah miskin atau kaya, entah bangsawan atau tidak, miskin atau tidak, semua makhluk yang menginjakkan kaki di tanah Winsoul akan mengakui kamu sebagai Raja kedelapan belas Winsoul." Orang yang megang mahkota mendekati Pavel.
"Apakah kamu akan menerima dan melayani rakyat Winsoul dengan sepenuh hati dan kehormatan?" Pertanyaan itu, Pavel senyum terus ngangguk.
"Sebagai Raja kedelapan Winsoul aku akan menjaga perdamaian dan kesetaraan bagi semua," jawab Pavel.
"Kalau begitu, kamu Pavel Eloso, mantan Pangeran kerajaan Winsoul sekarang dinyatakan sebagai Raja kedelapan belas Winsoul yang akan membimbing dan melindungi semua rakyat, dengan sepenuh hati dan seluruh kehormatannya." Katanya terus ngambil mahkota dari orang di sebelahnya, Pavel berlutut di depan terus orang itu naruh mahkota yang dipegangnya di kepala Pavel, berikutnya adalah orang yang megang kain.
"Mahkota perdamaian dan kain kehormatan, kamu sekarang Raja Pavel, Raja kedelapan belas kerajaan Winsoul." Kata orang itu begitu dia memasangkan kain itu ke Pavel, Pavel berdiri terus senyum dan ngadep ke orang-orang, orang-orang berdiri sambil senyum dan tepuk tangan buat Pavel yang jadi salah satu Raja.
Aku juga berdiri dan tepuk tangan karena rasa seneng yang aku rasain.
Akhirnya, kamu jadi salah satu Raja, Pavel.
Senyum hilang dari bibirku waktu aku ngeliat Pavel ngeliat ke mana, aku ikutin arah dia ngeliat, dan dari tempat aku berdiri, aku ngeliat Alada cuma berdiri dan nggak senyum, dia nggak tepuk tangan kayak orang-orang di sekelilingnya karena dia cuma ngeliatin ke arah Pavel, makanya aku ngeliat ke arah Pavel lagi dan dari tempat aku berdiri aku ngeliat Mira ngeliatin Alada waktu dia di samping Pavel nggak sadar diri.
Kayaknya... rencana Mira mulai berjalan.