Bab 11: Hutan Peri
Kampus Seni Orion
Amelia
Setelah makan malam tadi malam, gue ngerasa seneng banget dan senyum di muka gue gak bisa ilang. Gue tau gue baru kenal cowok ini beberapa hari, tapi, dengan ikatan kawin yang dibilang Tengah Malam ke gue sebelumnya, gue gak bisa gak jatuh cinta sama Dominic. Gue gak tau apa yang ada di dia, tapi, dia agak misterius awalnya, tapi, setelah kenal dia, dia gak seburuk itu kok.
Gue masuk kelas terus duduk di tempat biasa gue, terus Sarah nyadar senyum di muka gue.
"Wah, ada yang lagi *good mood* nih. Ada apa di pesta Shay? Kalian jadian?"
"Shay? Gak, dia udah *old news*. Gue nemu yang lebih bagus dari dia."
"Ooh! *Details! details!*" Sarah nanya sambil nyengir.
"Oke, namanya Dominic, dia anak baru di lingkungan sini dan dia lagi belajar jadi pengacara!"
"Ooh~ beruntung banget kita. Ketemu dia di pesta Shay?"
"Iya, gue mabok dikit di pestanya terus dia bawa gue ke tempat dia. Gak ada apa-apa sih, tapi, besoknya dan setelah gue sembuh dari mabok, gue tunjukin dia sekitar sini dan bahkan nginep di tempat gue buat makan malam."
"Dia gitu?! Wow, cepet banget. Tapi, ini dua pertanyaan penting gue. Pertama, kakek nenek lo suka dia gak dan...dia ganteng gak?" Sarah nanya sambil nyengir.
"Yah...Kakek agak protektif sama gue awalnya, tapi, gue rasa dia mulai suka sama dia dan Nenek, yah, bisa dibilang dia berharap dan berdoa gue sama Dominic bisa jadian. Dan buat pertanyaan kedua...dia lebih dari ganteng, dia cowok idaman banget. Kayak dewa Yunani gitu."
Sarah menjerit kecil dan meluk gue erat-erat.
"Amelia! Gue seneng banget buat lo! Gue harus ketemu dia dan liat sendiri!"
"Yah, Dominic ketemu gue di gerbang setelah kelas. Kalo lo beruntung, lo bisa ketemu dia."
"Oke!"
Sarah ngomong dengan semangat terus kelas dimulai.
Beberapa jam kemudian...
Setelah kelas akhirnya selesai, gue keluar gedung bareng Sarah dan gue ngeliatin Dominic. Akhirnya gue liat dia di deket gerbang terus gue bilang ke Sarah.
"Itu dia."
Sarah ngeliat dia dengan baik dan dia senyum dengan semangat.
"Ooh~ ya ampun, lo gak bohong pas bilang dia kayak dewa Yunani. Badannya emang oke banget dan dia cowok idaman banget."
"Udah gue bilang, sekarang gue duluan ya."
Gue bilang ke dia sebelum gue nyamperin dia, tapi, dia dikelilingin cewek-cewek.
"Hai, ganteng."
"Lo anak baru ya?"
"Nungguin siapa?"
"Lo jomblo?"
"Gak keberatan kalo kita nemenin?"
"Eh! Minggir! Gue duluan!"
"Siapa bilang lo duluan! Gue mau ngabisin waktu sama dia duluan!"
Dominic ketawa gugup dan dia bilang ke mereka.
"Cewek-cewek, gue tersanjung tapi sayang banget, gue udah nungguin seseorang."
"Hah? Siapa?" Salah satu cewek nanya.
Gue dorong-dorong orang dan gue nyamperin Dominic sebelum dia meluk gue.
"Hai, Amelia."
"Hai Dominic, nunggu lama ya?"
"Gak kok, waktu lo pas banget, ayo pergi."
Dominic dan gue keluar gerbang kampus ninggalin beberapa cewek yang kaget dan terkejut. Begitu kita sampe di Krotlos, gue mulai ketawa ngeliat muka cewek-cewek itu.
"Ya ampun, lo liat muka mereka gak sih?! Lucu banget! Hahaha!!"
"Yah, kalo dipikir-pikir, emang lucu sih pas mereka liat lo. Mereka gak nyangka lo cewek yang gue tungguin kan?"
"Gak, beberapa temen sekelas gue tau gue bukan tipe yang suka pacaran, tapi, setelah liat lo, gue bakal dibombardir pertanyaan besok."
"Gak usah terlalu dipikirin," Dominic bilang ke gue sebelum meluk pinggang gue. "Lagian, kita mau ngabisin sore bareng."
"Lo punya rencana apa?"
"Rahasia."
Dominic gandeng tangan gue terus dia mulai nuntun gue ke suatu tempat. Kita jalan di hutan lumayan lama sampe kita liat peri. Mereka terbang di sekitar kita dan gue denger mereka nyapa Dominic. Beberapa dari mereka juga terbang di sekitar gue dan mereka keliatan seneng liat gue. Mungkin mereka udah denger gue pacarnya dia.
"Mereka seneng karena gue akhirnya nemu pasangan," Dominic jelasin ke gue.
"Gue udah duga sih. Mereka cantik."
"Gue seneng lo mikir gitu."
"Jadi, lo bawa gue ke hutan yang penuh peri dan itu kejutan gue?"
"Gak, masih ada lagi kok. Tapi pertama," Dominic berdiri di belakang gue terus dia pelan-pelan ngelepas syal gue biar geli di kulit gue terus ngiketnya di mata gue.
"Eh, lo ngapain-"
"Udah gue bilang, kejutan. Gue gak mau lo ngintip."
Gue ngangguk dan Dominic gandeng tangan gue terus dia mulai nuntun gue di hutan.
Dominic
Gue nuntun Amelia pake tangannya dan salah satu peri berbisik di telinga gue.
"Semuanya udah siap buat lo, Raja ku."
"Kerja bagus dan bilang ke Ratu gue bilang makasih."
Peri itu ngangguk sebelum terbang pergi dari gue. Gue terus nuntun Amelia di hutan sampe kita sampe di tempat terbuka di mana gue minta peri buat nyiapin piknik buat kita. Gue berdiri di belakang Amelia dan gue bilang ke dia.
"Oke, siap?"
Amelia ngangguk dan gue buka penutup matanya dan matanya membelalak dan dia senyum.
"Ya ampun, Dominic, lo lakuin semua ini buat gue?"
"Gue minta bantuan buat nyiapin ini," gue bilang sambil ngeliatin peri yang ketawa pelan.
"Yah, gimana pun, tetep aja keren."
"Gue suka liat dia senyum, dia cantik banget."
Scorch komentar dan gue setuju sama dia, dia emang cantik. Kita duduk di atas selimut dan kita nikmatin makanan dan minuman kita.
Amelia
Kita duduk di hutan dengan peri terbang di sekitar kita bikin tempat ini kayak keluar dari buku dongeng atau film. Gue makan sandwich tuna dan itu enak banget. Beberapa peri mutusin buat nemenin dan ngobrol sama gue biar mereka bisa kenal gue lebih jauh. Gue ngerasa salah satu dari mereka narik rambut gue terus gue ketawa kecil.
"Gue rasa salah satu peri suka rambut gue."
"Gue rasa gitu. Mereka udah mulai ngepang rambut lo."
Dia bener, kayaknya mereka lagi ngerias rambut gue.
"Kita mau bikin dia cantik, lo gak keberatan kan, Nona Amelia?"
"Gak sama sekali, silahkan aja."
Gue ngomong sambil senyum karena peri terus ngepang rambut gue.
"Gue rasa mereka suka sama lo."
"Gue juga mikir gitu. Oh, jadi inget," gue ngeliat tas gue dan gue ambil buku sketsa gue. "Gue punya sesuatu yang mau gue tunjukin ke lo."
"Apa itu?"
Gue buka-buka halamannya dan gue tunjukin Dominic gambar yang gue gambar dan itu Scorch. Dominic terkesan pas dia liat ini.
"Wah, keren banget. Gue ngerti kenapa lo mau jadi seniman."
Dominic ngomong sambil ngeliat gambar Scorch terus dia terus ngeliatin gambar gue yang lain. Sementara dia sibuk ngeliatin, peri yang lagi ngerias rambut gue terbang balik ke gue beberapa kali bawa beberapa bunga kecil dan gue ngerasa mereka nyemat bunga di rambut gue.
"Selesai!"
Gue usap rambut gue pelan-pelan dan mereka ngerjainnya bagus banget.
"Mau liat?" Salah satu peri nanya ke gue sebelum mereka secara ajaib manggil cermin.
Gue ngeliat rambut gue di pantulan dan gue suka. Peri udah ngepang sebagian rambut gue dan mereka ngiket sebagiannya ke belakang sementara sisanya dibiarin terurai. Mereka juga nambahin beberapa bunga yang warnanya biru, pink, ungu, dan kuning dan mereka nyemat bunga di kepangan.
"Lo cantik banget!"
"Kayak Putri!"
Peri komentar sambil senyum di muka mereka.
"Makasih banyak, gue suka banget."
"Sama-sama."
Peri itu bilang ke gue sebelum nyium pipi gue bikin gue ketawa. Gue liatin mereka terbang pergi dari kita terus Dominic ketawa.
"Kayak yang gue bilang, mereka suka sama lo."
"Gue seneng mereka suka, makasih udah bawa gue kesini Dominic."
Dominic senyum terus dia meluk gue.
"Sama-sama."
Dominic nyenderin kepalanya di atas kepala gue terus kita diem kayak gitu lumayan lama.