Bab 6
“Delia, lo baik-baik aja?” tanya Claire.
“Gue…gue nggak yakin,” jawab Phidelia.
“Gue nggak tahu apa yang terjadi, tapi kalau lo mau cerita…” Claire menawarkan.
Phidelia menggelengkan kepala.
“Tina lagi ada masalah, kan?” tanya Claire.
Phidelia mengangguk.
“Dia nggak mau cerita ke gue. Cuma bilang kalau dia punya masalah,” kata Claire.
“Roxy sama Bella juga tahu,” kata Phidelia.
“Gue… gue harus pergi,” Phidelia bergumam. “Gue harus cari cara.”
“Cari cara gimana?” tanya Claire.
“Gue nggak tahu,” jawab Phidelia.
Phidelia berjalan menjauh.
“Delia!” Claire memanggil, tapi Phidelia terus berjalan.
***
“Apa Dokter Frank ada di rumah?” tanya Ibu Phidel.
“Kayaknya nggak ada,” jawab Phidel.
“Dokter Mark juga nggak ada,” kata Ibu Phidel. “Apakah Martin, Jerome, dan Emma ada di rumah?”
“Jerome sama Emma kayaknya ada, Bu. Randy juga. Tapi gue nggak yakin Emma di dapur, deh,” jawab Phidel.
Ibu Phidel menghela napas.
“Gue nggak tahu apa yang harus gue lakuin,” kata Phidelia.
“Rowan khawatir banget sama lo,” kata Isla, menghampiri Phidelia.
“Gue tahu,” jawab Phidelia.
“Mungkin lo bisa minta bantuan Dokter Frank atau Dokter Mark?” saran Isla.
“Nggak bisa,” jawab Phidelia.
“Kenapa?” tanya Isla.
“Nggak apa-apa,” kata Phidelia. “Gue cuma perlu waktu sendiri.”
“Lo yakin?” tanya Isla.
Phidelia mengangguk.
“Oke,” kata Isla. “Kalau gitu, gue pergi dulu ya.”
“Oke,” jawab Phidelia.
***
“Selamat pagi, anak-anak,” sapa Nyonya Houston.
Phidelia tidak menjawab. Ia sedang melamun.
“Phidelia!” panggil Nyonya Houston.
Phidelia tersentak.
“Ya, Nyonya?”
“Kenapa kamu melamun?” tanya Nyonya Houston.
“Nggak ada apa-apa, Nyonya,” jawab Phidelia.
“Lilly, tolong ambilkan buku-buku Phidelia ya,” kata Nyonya Houston.
Lilly mengangguk.
“Terima kasih, Lilly,” kata Phidelia.
***
“Phidelia, ada yang mau ketemu,” kata Nona Florida.
Phidelia mengangkat alis.
“Siapa?”
“Claire,” jawab Nona Florida.
***
“Gimana kabarmu?” tanya Claire.
“Nggak tahu,” jawab Phidelia.
“Gue khawatir banget sama lo,” kata Claire.
“Gue tahu,” jawab Phidelia.
“Gue nggak tahu harus ngapain,” kata Claire.
“Gue juga,” jawab Phidelia.
***
“Phidelia!” sapa Cora dan Luna.
“Hai,” jawab Phidelia.
“Lo baik-baik aja?” tanya Cora.
“Kayaknya nggak,” jawab Phidelia.
“Kita tahu,” kata Luna.
“Kita bisa bantu apa?” tanya Cora.
Phidelia menggelengkan kepala.
***
“Phidelia?” Nyonya Martinson memanggil.
Phidelia menoleh.
“Ya, Nyonya?”
“Apakah kamu sudah siap untuk ulangan?” tanya Nyonya Martinson.
“Belum,” jawab Phidelia.
“Kenapa?” tanya Nyonya Martinson.
“Nggak apa-apa,” jawab Phidelia.
***
“Phidel!” seru Isla. “Lo kenapa sih?”
“Nggak ada apa-apa,” jawab Phidelia.
“Jangan bohong,” kata Isla. “Gue tahu ada sesuatu yang nggak beres.”
“Gue cuma butuh waktu,” jawab Phidelia.
***
“Selamat pagi, anak-anak!” sapa Tuan Park.
Phidelia tidak menjawab. Ia terus melamun.
“Phidelia!” panggil Tuan Park.
Phidelia tersentak.
“Ya, Tuan?”
“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Tuan Park.
“Iya, Tuan,” jawab Phidelia.
***
Ibu Phidel masuk.
“Delia, ada apa?” tanya Ibu Phidel.
“Nggak ada apa-apa, Bu,” jawab Phidelia.
“Jangan bohong,” kata Ibu Phidel. “Ibu tahu ada sesuatu.”
Phidelia terdiam.
“Ayah bilang kalau ada yang nggak beres. Apa kamu mau cerita?” tanya Ibu Phidel.
Phidelia menggelengkan kepala.
***
“Phidelia!” sapa Rio.
“Hai,” jawab Phidelia.
“Gimana kabarmu?” tanya Rio.
“Nggak tahu,” jawab Phidelia.
“Ada apa?” tanya Rio.
Phidelia menggelengkan kepala.
***
“Phidelia?” kata Mina, si suster sekolah.
“Ya?” jawab Phidelia.
“Kamu nggak enak badan?” tanya Mina.
“Nggak tahu,” jawab Phidelia.
***
“Delia, kenapa?” tanya Jade.
“Nggak tahu,” jawab Phidelia.
***
Caroline mencibir.
“Gimana ulanganmu?” tanya Nyonya Oliver Ross.
Phidelia tidak menjawab.
“Phidelia?” ulang Nyonya Oliver Ross.
Phidelia mengangkat bahu.
***
Penelope melihat dengan teliti.
“Kenapa kamu tidak mau bicara?” tanya Nyonya Leticia.
Phidelia tidak menjawab.
***
“Phidelia, kamu bisa datang ke kantor. Tuan Duean ingin bicara denganmu.”
“Saya?”
“Ya, kamu. Sekarang.”