19
Pas masuk koridor yang berkelok-kelok ini, ada altar yang tersembunyi di antara harta karun dan brankas.
Terus mereka bawa benda-benda kuno ke kerajaan mereka.
Waktu mereka balik, mereka disambut sama rakyatnya di pesta besar, semua orang dandan dan disambut meriah di pesta gede kota itu.
Para pendeta ngurusin penyembuhan, pake batu-batu yang udah diterjemahin sama arkeolog. Di sana, di tengah kerumunan, seluruh kota dan ratunya sembuh.
Semua orang seneng banget dan muji-muji Sang Ayatollah karena keberaniannya. Mereka berterima kasih sama arkeolog karena udah bawa mereka ke makam kuno dan ngilangin kutukan.
Prestasi hebat dari kelompoknya, Sang Ayatollah Agung, dan perjalanan arkeolog ke makam kuno jadi legenda di kerajaan, diceritain turun-temurun sebagai kisah cinta, keberanian, dan tekad.
Perhiasan udah dianggap sebagai sumber kesehatan dan kekayaan selama berabad-abad.
Reputasi Sang Ayatollah sebagai penguasa yang adil makin kuat, dan dia terus memerintah kerajaan gurun dan pasir dengan bijaksana dan penuh kasih sayang. Dia memastikan rakyatnya gak kekurangan makanan dan kedamaian, para penguasa gurun yang dicintai, yang hidup berbulan-bulan dalam penyakit yang diderita rakyatnya.
Di tengah-tengah legenda tentang para pelancong yang balik dari karavan, mereka cerita dan denger kalau ada seorang penyembuh yang tinggal di gurun utara, menurut laporan ada seorang nabi yang tinggal di gurun pasir yang bisa membangkitkan orang mati, siapa tahu dia bisa nyembuhin istrinya. – Katanya.
– Ayo kita berangkat, keluar dari sini, kata Sang Ayatollah yang udah nyari dokter ke mana-mana, tapi gak ada yang nemu solusinya.
Sang Ayatollah, yang lagi nyari cara buat nyembuhin istrinya secara permanen, tertarik sama omongan arkeolog.
– Tuan, saya denger cerita tentang seorang penyembuh dan nabi yang tinggal di gurun utara.
Katanya mereka bisa membangkitkan orang mati.
– Jadi, mungkin dia bisa nyembuhin istriku. – Kata Sang Ayatollah.
Para pelancong kuno dan arkeolog berkata.
– Semua ini patut dicoba. – Kata Sang Ayatollah.
– Ya, Yang Mulia.
– Saya tahu Yang Mulia udah nyari dokter ke mana-mana, tapi gak ada yang nemu solusi. – Katanya. – Mungkin penyembuh dan nabi ini adalah harapan terakhir Anda."
Jadi, Sang Ayatollah bertekad buat ngelakuin apa aja yang perlu buat nyembuhin istrinya dan mutusin buat berangkat nyari penyembuh dan nabi itu.
Dia ngumpulin sekelompok kecil penasihat kepercayaannya dan berangkat ke padang gurun, menghadapi banyak bahaya di sepanjang jalan.
Di tengah perjalanan melewati reruntuhan kota gurun kuno yang udah tua dan hewan liar di antara oasis dan gurun yang cuma keliatan sarang laba-laba, anginnya hangat, mereka perhatiin tempat itu, kayak lukisan kuno yang berhenti di waktu.
Setelah berminggu-minggu perjalanan, akhirnya mereka sampe di gurun utara, di mana mereka nemuin penyembuh dan nabi itu. Mereka pergi ke gua-gua kuno di antara tenda-tenda, di mana mereka ngeliat reruntuhan kota kuno yang terlupakan. Penyembuh itu gak cuma nyembuhin istrinya, dia juga meriksa beberapa penduduk yang nyari obat yang bisa dia buat buat Sang Ayatollah, yang mana dia bikin obat, yang mana dia ngelakuin persembahan buat bantu secara ajaib, nyembuhinnya secara permanen.
Terus, pas mereka balik, para prajurit dan pengikut mereka ikut sama Sang Ayatollah dan istrinya. Mereka seneng banget dan berterima kasih sama penyembuh dan nabi atas bantuannya. Pas mereka balik ke kerajaan, mereka disambut sebagai pahlawan, dalam rombongan besar. Mereka bawa penyembuh itu supaya mereka bisa ngasih obat ke seluruh penduduk.
Waktu dia nyembuhin rakyat kerajaan, dia kagum sama keberanian dan tekad Sang Ayatollah. Cerita perjalanan Sang Ayatollah buat nyari penyembuh dan nabi jadi legenda di kerajaan, diceritain turun-temurun sebagai kisah cinta, keberanian, dan tekad.
Jadi, mulai hari itu, istri Sang Ayatollah sehat walafiat dan kebahagiaannya luar biasa, dan seluruh kerajaan gurun dan pasir selamat. Itu adalah periode penyembuhan dan kedamaian yang luar biasa, di mana itu diperintah oleh Sang Ayatollah yang adil, dan rakyatnya bahagia dan puas.
Jadi, Sang Ayatollah terus memerintah dengan bijaksana dan penuh kasih sayang, memastikan rakyatnya gak kekurangan makanan dan kedamaian. Penyembuh dan nabi itu tinggal di sana dan jadi tokoh yang paling dihormati di kerajaan, dan namanya diingat oleh generasi.
Waktu mereka denger cerita, mereka mutusin buat coba peruntungan, nerabas bahaya gurun, bahkan kena badai pasir, di tengah karavan, dia dapet kunjungan dari seorang pria.
– Tolong, air dan makanan. – Katanya. – Roti kering juga bisa apa aja.
Pengawal keamanannya mau ngusir dia, tapi Sang Ayatollah, dengan kebaikannya, di tengah gurun pasir, ngebolehin dia masuk ke tendanya.
– Air dan makanan buat orang itu. – Katanya.
Walaupun mereka gak tau kalau ini bukan orang yang bajunya kumel, yang kelaparan, orang ini dapet keramahan Sang Ayatollah.
Sang Ayatollah, sebagai penguasa yang baik dan penyayang, punya rasa empati yang mendalam buat mereka yang kurang beruntung. Jadi, waktu seorang pria berpakaian kumel nyamperin dia di tengah gurun, minta makanan dan air, Sang Ayatollah gak ragu buat nolong.
Pria itu, yang jelas kelaparan, hampir diusir sama pengawal Sang Ayatollah, tapi Sang Ayatollah turun tangan.
– Air dan makanan buat orang itu. – Pria itu membungkuk karena jubah dan cuaca berkata.
– Bahkan roti kering bisa berarti sesuatu buat orang yang membutuhkan."
Karena pria itu kewalahan sama rasa terima kasih dan berterima kasih sama Sang Ayatollah, pada saat itu Sang Ayatollah, gantian, nerima dia di tendanya dan nawarin dia makanan dan tempat buat istirahat, waktu pria itu, yang udah berhari-hari ngelilingin gurun, dia seneng banget sama kebaikan dan kemurahan hati Sang Ayatollah.
Walaupun Sang Ayatollah, yang selalu dikenal karena kasih sayangnya, sekali lagi nunjukin karakternya yang sebenarnya, tindakan baiknya gak dilupain dan diceritain sebagai cerita di seluruh kerajaan, nyebarin ketenaran kebaikan dan kemurahan hati Sang Ayatollah.
Diberikan yang paling sedikit di mana Sang Ayatollah, yang selalu dikenal karena kasih sayangnya, sekali lagi nunjukin karakternya yang sebenarnya, jadi tindakan baiknya gak dilupain dan diceritain sebagai cerita di seluruh kerajaan, nyebarin ketenaran kebaikan dan kemurahan hati Sang Ayatollah.
Kisah dan cerita itu udah diceritain turun-temurun, jadi salah satu cerita yang paling disayang di kerajaan, pengingat kasih sayang dan kemurahan hati Sang Ayatollah bahkan dalam situasi yang paling sulit.
Di tengah perjalanan dalam perang salib melalui gurun, mereka nemuin seorang pendongeng kuno yang mereka temuin dan salah satu desa pasir di mana mereka ngeliat rombongan besar di antara pasir gurun.
Waktu mereka denger cerita tentang rahasia kota yang terlupakan, di mana katanya ada harta karun yang tersembunyi, waktu itu, sebagai gantinya, dia ngungkapin kalau dia seorang nabi, terus nawarin ramalan dan berkah buat anak yang belum lahir dari Sang Ayatollah.
Mereka yang keliling gurun, pas mereka berbagi cerita tentang rahasia tersembunyi, di mana ada omongan di keluarga Sang Ayatollah, udah dibicarain selama berabad-abad, tentang pria yang ditakdirkan, yang akan jadi juara pasir, orang yang akan menyatukan keluarga dan rakyat Pasir.
Pria itu, yang baru aja disambut di tenda Sang Ayatollah, waktu itu, yang ngeliatin di depannya, ke istananya.
Sebagai ganti sebagian harta, yang akan mereka ambil yang lain dalam rombongan, penjelajah dan prajurit.
Waktu dia ngungkapin kalau dia seorang nabi, waktu dia nawarin ramalan dan berkah buat anak yang belum lahir dari Sang Ayatollah, waktu itu, pas mereka jalan melalui gua-gua kuno, di mana dia bilang, kalau anak itu ditakdirkan buat jadi juara pasir, orang yang akan menyatukan keluarga dan rakyat pasir.
Sebagai ganti harta, mereka dikasih tau tentang rahasia dunia kuno.
Tunel kuno kota yang hilang ke pasir, diambil alih oleh reruntuhan.
Walaupun Sang Ayatollah, yang selalu dikenal karena kebaikannya, sangat tersentuh oleh ramalan itu, di tengah rombongan penjelajah, di mana dia balik, di mana dia berterima kasih sama nabi dan berjanji buat ngedidik anaknya jadi pemimpin yang akan membawa kedamaian dan kemakmuran ke kerajaan.
Pas mereka nemuin tulisan kuno tentang seorang master kuno dan ramalannya diceritain turun-temurun dan jadi legenda di kerajaan, di mana mereka denger dari para pelancong, di mana orang-orang ini cerita dan nyanyi lagu tentang juara pasir yang ditakdirkan, dan mereka nunggu-nunggu hari di mana dia akan lahir dan bangkit buat memimpin mereka.
Bahkan pas dia balik, walaupun dia adalah satrap dari kerajaan kuno, bertahun-tahun berlalu, dan istri Sang Ayatollah ngelahirin seorang anak, yang diberi nama juara yang ditakdirkan, waktu dia dibesarkan dengan ramalan di pikiran, pada saat itu waktu dia dilatih.
Selama itu buat jadi pemimpin dan prajurit, walaupun butuh waktu lama buat latihan, di mana dia akan jadi juara, di mana pas dia gede, dia dikenal karena kebijaksanaan, keberanian, dan kasih sayangnya, dan dia ngejalanin hidup sesuai dengan ramalan.