6
Dulu, mereka ketemu, waktu bareng, mereka hadapi dan kalahkan iblis gurun dan musuh-musuh mereka, jadi pasangan abadi, yang hidup bareng selama berabad-abad. Waktu dia lihat dia kelilingi pasir gurun, naik karavan, di mana dia terluka, padahal si Wanita itu nggak tahu kalau itu bisa fatal, yang lain nggak tahu, dia bakal ditangkap. Nah, saat itulah pasukan Sang Pangeran muncul.
Waktu dia jalani beberapa kehidupan, di antara waktu di mana di konfrontasi terakhir, mereka berantem dalam pertempuran, di mana mereka hadapi musuh mereka lagi.
Sejak mereka ketemu di waktu sekarang, dalam keindahan pasir gurun, dia balik lagi jadi istri seorang arkeolog dan peneliti. Sekarang, dia adalah anaknya Sang Ayatollah.
Waktu itu, iblis gurun bunuh si arkeolog demi ngejar dia, ninggalin anak perempuannya hidup, dalam asuhan Sang Pendeta Wanita, dalam cerita cinta baru. Waktu dia dikejar musuhnya, dikira penyihir, jadi dia diselamatkan buat dia. Waktu Pria Itu di sampingnya, di oasis, inget minum air kehidupan dari kehidupan mereka di masa lalu.
Rahasia apa pun disimpan rapat sama para penasihat yang punya hubungan sama Sang Nabi gurun sendiri.
Makhluk-makhluk merangkak itu katanya nggak kayak apa pun yang pernah dilihat orang, meskipun mereka punya banyak tentakel, mata yang bersinar dalam gelap, dan gigitan beracun, waktu mereka merangkak keluar dari pasir di malam hari dan nyerang apa pun yang ada di jalan mereka. Di perjalanan, mereka invasi wilayah itu, kota itu diambil alih monster dan cacing merangkak.
Meskipun Para Penyihir Gurun Merah tahu mereka harus lindungi penduduk tanah mereka, mereka mulai cari cara buat berhentiin makhluk-makhluk itu.
Orang-orang mulai putus asa waktu itu, waktu mereka minta bantuan dari pendaki gunung dan pedagang keliling di gurun.
Selama bertahun-tahun, penyihir belajar teks kuno dan bereksperimen dengan mantra yang berbeda, nyoba cari cara buat ngalahin makhluk-makhluk itu. Di mana mereka temuin kalau makhluk-makhluk itu dikontrol sama Penyihir Itu yang kuat, yang tinggal jauh di dalam gurun, dan satu-satunya cara buat berhentiin mereka adalah ngalahin Penyihir Itu.
Mereka pergi buat investasi menuju penaklukan besar yang pantas, para Pedagang Gurun yang angkut barang dan perbekalan, beberapa makanan buat kota-kota, tuker barang.
Markas penyihir adalah menara tinggi yang menjulang di gurun merah tempat mereka berkumpul sebagai kekuatan lain buat menyerang dan lindungi Sang Ayatollah dari Gurun, Tuan Api dan Singa Api yang berkuasa atas pasir.
Di tengah mereka yang berkumpul di markas mereka di menara batu besar dari Gurun Merah, di mana Para Penyihir Gurun Merah memulai perjalanan buat cari sarang Penyihir Itu dan mengakhiri cara-cara jahatnya, di mana mereka jalan-jalan lewat gurun, hadapi banyak bahaya di sepanjang jalan, termasuk badai pasir, panas terik, dan makhluk-makhluk merangkak itu sendiri.
Waktu mereka hadapi kekuatan gelap besar yang nyoba invasi istana emir, mereka pergi buat invasi dan jarah kota-kota.
Akhirnya, mereka sampai di sarang Penyihir Itu, di tengah gurun, di mana di sana, di mana mereka berantem sama prajurit musuh mereka, di mana mereka terlibat dalam pertempuran sengit dengan Penyihir Itu dan antek-anteknya, tapi pada akhirnya, mereka bisa ngalahin dia dan mengakhiri kendalinya atas makhluk-makhluk merangkak.
Petualangan mereka dengan para penyihir itulah yang mengalahkan makhluk-makhluk merangkak mundur ke pasir, dan gurun aman sekali lagi, waktu Para Penyihir Gurun Merah kembali ke benteng mereka, di mana mereka dirayakan sebagai pahlawan.
Sejak saat itu, orang-orang gurun tahu kalau mereka selalu bisa andalkan Para Penyihir Gurun Merah buat lindungi mereka dari bahaya gurun kematian.
Di mana meskipun makhluk-makhluk merangkak masih berkeliaran di gurun, orang-orang tahu mereka bakal aman selama Para Penyihir Gurun Merah ada di sana buat lindungi mereka.
Mereka ngikutin jalan lewat gurun, hadapi bahaya besar, musuh mereka, yang bisa nyerang pertahanan kota-kota, selain menjarah dan ambil hasil rampasan dari karavan.
Ini adalah tanah pasir dan sihir dan ilmu sihir itu umum, ada desas-desus cerita gelap tentang penyihir yang pergi ke tempat terlarang buat kumpulin relik terkutuk.
Meskipun penyihir-penyihir ini katanya nggak kenal takut dan didorong oleh nafsu akan kekuasaan, mereka nggak bakal berhenti buat dapetin relik yang mereka cari.
Jadi, apa yang dia bilang kalau relik-relik itu adalah benda-benda berkekuatan besar, dipenuhi dengan sihir gelap yang bisa ngasih penyihir yang memilikinya kekuatan dan kemampuan besar, tapi mereka datang dengan harga mahal, karena mereka terkutuk, dan siapa pun yang berani pegang mereka akan dikonsumsi oleh kegelapan di dalamnya.
Jadi mereka diperingatkan oleh penyihir dan pelancong kuno yang jalan-jalan lewat gurun.
Terlepas dari peringatan, para penyihir bertekad buat kumpulin relik-relik ini dan berkelana ke sudut-sudut terjauh bumi, menantang medan yang berbahaya dan hadapi makhluk mematikan, di mana mereka pergi ke reruntuhan dan makam kuno tempat relik akan disembunyikan, dan balik dengan hadiah mereka, pegang senjata mistis yang mereka peroleh.
Sejak penyihir-penyihir ini lalu jual relik mereka di kuil dan kastil bumi, di mana mereka didambakan oleh raja dan tuan, yang berusaha buat dapet keuntungan dalam pertempuran dan perang, tapi penyihir nggak peduli sama konsekuensi dari tindakan mereka, karena mereka hanya didorong oleh keserakahan dan ambisi mereka sendiri.
Jadi, seiring berjalannya waktu, para penyihir makin kuat, tapi juga makin korup, dan kekuatan mereka mulai mengonsumsi mereka. Mereka jadi kejam dan bengis, dan musuh mereka gemetar saat mereka mendekat, tapi orang-orang tanah itu tahu kalau waktu mereka akan tiba dan mereka akhirnya akan menyerah pada kutukan yang mereka timpakan.
Jadi memang begitu, bahwa penyihir, dikonsumsi oleh kegelapan di dalamnya, jatuh satu per satu, sampai kekuasaan teror mereka akhirnya berakhir, tapi relik terkutuk mereka tetap ada, tersembunyi di kuil dan kastil bumi, menunggu penyihir berikutnya temuin mereka dan lepaskan kekuatan mereka sekali lagi.
Dengan demikian, serangkaian cerita gelap tentang relik terkutuk dan penyihir yang mencari mereka terus hidup, sebuah peringatan bagi semua yang berani gunakan kekuatan mereka.
Bergerak menuju misi, di mana pejuang berkeliaran di kuburan pasir, tempat rahasia dan misteri disimpan, di mana ada makhluk tersembunyi dan cerita monster.
Di tanah tempat pasir membentang sejauh mata memandang, ada cerita dan legenda tentang tempat bernama Kuburan Areia, yang katanya adalah tempat suci, di mana pejuang memulai ziarah dan misi buat mengungkap rahasia dan misteri yang tersembunyi di sana.
Waktu pejuang yang pergi ke Kuburan Pasir dianggap berani dan ganas, karena perjalanan itu berbahaya dan banyak yang nggak balik, di mana pasir dikenal menelan manusia utuh, dan panasnya tak tertahankan, tapi pejuang bertekad buat temuin rahasia yang tersembunyi di kuburan, karena katanya hadiah besar menunggu mereka yang cukup berani buat pergi ke sana.
Saat mereka maju lebih dalam ke kuburan, para pejuang hadapi banyak bahaya, waktu mereka berantem sama monster pasir yang berkeliaran di gundukan pasir dan berantem sama makhluk-makhluk mengerikan yang mengintai dalam bayang-bayang, dan mereka juga hadapi makhluk-makhluk tersembunyi, yang katanya punya pengetahuan dan kekuatan yang mendalam, tapi yang juga berbahaya dan nggak bisa ditebak.