2
Waktu lagi pada ribut, manfaatin dia lagi nggak fokus, ada cowok lain motong cacing raksasa itu jadi dua. Nah, pas itu juga, si **Singa Api Agung** nebas kepala **Penyihir Itu**, terus ngacir karena kaget pas ada ular pasir gede banget mau motong dia. Dipotongnya di tengah, dari satu sisi ke sisi lain pake pedang apinya. Sementara itu, ksatria yang lain ngehancurin bola itu pake tebasan pedangnya, bikin semua monster lain mati, jadi pasir.
Jadi akhirnya, mereka berhasil ngalahin dia dan pada ngumpul di sana, pas nyadar tempat itu masih utuh.
"Lokasi ini bukan buatan sihirnya **Penyihir Itu**." kata salah satu dari mereka, sambil bersihin pedangnya dari jeroan monster.
"Pantesan nggak ambruk," kata yang lain.
"Berarti, tempat ini udah ada lama banget, sebelum dia dateng ke sini," kata yang lain lagi.
"Kita bisa ambil harta karun dari sini, nggak?" tanya salah satu dari mereka, di tengah obrolan si jenderal.
"Mereka cuma mau kepala si monster, nggak ada ngomongin harta di gua. Kita bisa ambil pake kantong ajaib dan kantong tak terbatas, gitu, nggak ada yang tahu," kata **Singa Api Agung**.
"Rampas hak milik," kata yang lain, setuju semua.
Masing-masing cowok ngumpulin kepala monster, sementara mereka selesai ngumpulin harta dan harta karun, dimasukin ke ransel masing-masing, nggak ada yang ngawasin, jadi masing-masing pada ambil dan bawa keluar, ninggalin gua kosong.
Mereka nemuin kalo itu petualangan dan tantangan yang hebat, mereka yang datang dan nggak pergi, nggak pernah cerita soal harta karun, soalnya mereka nggak bisa ngalahin **Penyihir Itu**.
Si **Singa Api Agung** ngambil buku-buku dan relik mistisnya, masing-masing bawa benda mistis yang sakti dan berharga.
Nemu sesuatu yang isinya cuma kerangka dan sisa-sisa makhluk lain yang nggak berhasil sampai akhir.
Nggak ada yang ngomongin rahasianya, mereka nggak pernah ngomongin **Pemakaman Pasir** lagi, mereka cuma cerita soal kisah hantu, tempat pasir merah itu dihuni.
Nggak lama setelah itu, masih jadi bahan sejarah dan cerita horor dan misteri, tempat hantu gentayangan di pasir merah, tempat terlarang, tapi semua orang ngerti kalo mereka nggak boleh masuk.
Si **Penyihir Itu** seharusnya bikin takut, tapi mulai dari murkanya **Penyihir Itu**, bahkan sampai sekarang, rahasia **Pemakaman Pasir** masih tersembunyi, di antara anggota kelompok yang monster pasirnya terus balik gara-gara bayangan, dan hantu **Singa Api Agung** yang mulai keliling tempat itu, keliling gurun, nyari balas dendam.
Jadi, para cowok balik lagi lewat jalan di luar gua, di mana mereka nemuin unta di tengah oasis, terus mereka kumpulin buat balik ke desa tetua bawa kepala makhluk-makhluk itu.
Mereka jalan di tempat itu, di antara pasir ninggalin pemakaman, menuju ke desa di kota pasir yang besar, di mana mereka ditungguin rombongan besar, di gerbang masuk kota.
Kepala monster, ditarik pake tali yang ngiket mereka, butuh lebih dari enam unta buat bawa, meskipun udah dipotong jadi dua, dibawanya ke gerbang kota pake unta mereka buat masuk kota.
Waktu itu, di samping mereka, kelihatan **Sang Nabi**, orang tua kuno, orang tua berjenggot putih panjang dan bermata hijau, yang nungguin mereka.
"Udah kubilang mereka bisa, tetua hebat," kata orang berjubah hijau dan pake chachia di kepala, nunjukin rambut putihnya yang panjang bergelombang.
Di pasir gurun yang membara, berkeliaran penyihir hebat, yang menguasai sihir kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi, mereka adalah orang-orang misterius dan tertutup yang hanya diketahui segelintir orang yang berani menjelajah ke gurun yang kejam.
Terus, mereka balik buat nunjukin kepala itu, ditambah kepala monster yang lain yang udah putus sama mereka.
"Kami nunjukin jasa kami, bayar sesuai kata-kata kalian," kata juru bicara hebat **Singa Api Agung**.
"Iya, anak muda," kata orang tua itu.
"Sekarang kita ucapin selamat ke **Singa Api Agung** sebagai **Sang Ayatollah** pertama, akan jadi penguasa negeri ini," katanya.
Dia jadi **Sang Ayatollah** hebat, dikenal sebagai **Penyihir Itu**, wazir pertama dan penguasa api dan bara, orang yang nggak akan pernah kalah dalam pertempuran, berkuasa di tengah pasir gurun.
Namanya dikenal semua orang, ketenarannya, kekayaannya yang terus bertambah, sekutunya, di sisinya, penakluk kekayaan dan perbuatan hebat.
Mereka bahkan sampai ke kerajaan tetangga dalam pencarian mereka, di mana mereka punya banyak pengunjung yang datang buat minta bantuan.
Di usia setelahnya, waktu dia ketemu di kehidupan pertamanya, anak perempuan **Sang Nabi**, gadis bermata hijau yang berapi-api di sisinya.
"Saya minta Anda buat kasih tangan putri Anda buat saya nikahin," kata wazir dan raja itu.
"Jadilah," kata **Sang Nabi**.
Katanya ada pesta besar di pasir gurun tempat berbagai emir dan raja hebat datang dari berbagai kerajaan buat pesta besar itu.
Suatu hari, seorang petualang muda bernama Amir pergi mencari para penyihir ini, didorong oleh haus akan pengetahuan dan keinginan buat mengungkap rahasia gurun.
Waktu dia melakukan perjalanan berhari-hari, menghadapi badai pasir dan panas terik, sampai akhirnya nemuin oasis tersembunyi.
Dia datang ke kerajaan wazir, nyari kebijaksanaan dan bantuannya.
Di sana, dia ketemu sekelompok penyihir, dipimpin oleh wanita tua yang bijak dan kuat bernama Zara, anak pertama dan keturunan **Singa Api Agung**.
Waktu Amir terkesan sama kemampuan mereka, mereka memanggil air dari udara, bikin ilusi, bahkan ngendaliin pasir itu sendiri.
Di mana dia nunjukin kalo dia pantas jadi keturunan **Singa Api Agung** dari Gogo.
Zara ngelihat potensi di Amir dan ngebimbing dia, ngajarin dia cara-cara sihir dan rahasia gurun, Amir terus berlatih tanpa kenal lelah, menguasai mantra dan jampi-jampi baru, dan segera jadi penyihir kuat.
Waktu orang-orang datang ke sana buat minta bantuan dari **Singa Api Agung** yang mereka bilang abadi, dia masih merintah kerajaan pasir, bareng **Penyihir Itu** dan **Nabi Wanita Pasir**.
Bahkan saat mereka ngelihat garis keturunan mereka tumbuh, perjalanan Amir jauh dari selesai, bahkan saat kejahatan terbangun, di mana di kedalaman gurun ada kejahatan kuno, disegel oleh kelompok penyihir yang jadi sekutu wazir hebat.
Muncul sebagai roh pendendam, penyihir kuat yang jadi nakal, yang berusaha buat ngebuka segel dan melepaskan kekacauan ke dunia.
Berjuang di sisinya Sara sang ratu penyihir, ditambah kekasihnya raja wazir, mereka hadapi kejahatan besar, nerima kabar kalo Amir datang ke sisi mereka.
Cucunya ada di sana ngajarin dia cara-cara gurun, waktu raja abadi masih berkuasa di tengah jalan.
Dengan bantuan kekuatan barunya, Amir mutusin dia akan bantu ngehentiin penyihir nakal itu dan nyelametin gurun dari tirani nya.
Terus, di samping cowok muda itu, **Singa Api Agung**, istrinya yang mereka jalan lagi dalam perjalanan panjang dan berbahaya, tapi Amir kagum, di samping ksatria lain, di mana masing-masing dari mereka, mereka ngelihat kalo wazir si **Penyihir Itu**.
Mereka nunjukin seberapa besar mereka bertahan dalam keragaman yang kontras, di mana dengan bantuan Zara dan penyihir lain, mereka berhasil ngalahin penyihir nakal itu dan memulihkan kedamaian gurun.
Di tengah usaha besar, waktu mereka pergi menuju petualangan, misi yang bawa mereka ke dunia pasir dari gumuk berlian, di tengah sinar kosmos tak terbatas, di mana mereka menjelajahi pasir dan gumuk gurun.
Di tengah pertemuan **Sang Nabi**, mereka cerita ke Amir soal pencarian besar di mana dia akan nemuin pencerahan, di mana dia cerita soal pencarian dan petualangannya sendiri, dengan pencapaiannya yang hebat.
Jadi Amir harus pergi sendiri, waktu itu, waktu mereka keliling gurun, waktu mereka pisah.
Dia didekatin waktu ngadepin, menurut penglihatan, binatang buas besar gurun, di tengah bawa permata besar yang akan bawa air ke salah satu kerajaan sekutu, di mana dia harus naruh di sumurnya, dari sana, dia ngelempar pedang ke binatang buas besar itu, motong kepalanya, di bawah sarangnya ada batu, waktu dia balik ke tempat di mana dia ditungguin, ada sumur, di mana dia naruh batu itu, dari sana, air menyembur tanpa henti buat semua orang.
Amir balik ke oasis sebagai pahlawan, dan para penyihir nyambut dia sebagai salah satu dari mereka, dan mulai hari itu, Amir keliling gurun, pake sihirnya buat bantu dan lindungin orang-orang, dan mengungkap lebih banyak misteri yang tersembunyi di pasir.
Dengan cerita misteri dan legenda soal rahasia gelap tempat yang disebut **Pemakaman Pasir**, tempat monster hidup dan hidup dan legenda soal penyihir gelap
**Pemakaman Pasir** punya sejarah panjang dan misterius, di mana menurut legenda dulu adalah komunitas gurun yang berkembang pesat, tapi penyihir kuat mengutuk negeri itu, bikin pasir jadi merah gelap dan makhluk-makhluk.
Mereka juga makhluk-makhluk yang nggak tinggal di sana jadi mengerikan, waktu **Penyihir Itu** kemudian ngusir semua penghuni komunitas dan ngambil alih area, pake sihir gelapnya buat ngendaliin monster dan lindungin rahasianya.