7
Si Singa Merah Agung, sang raja sekaligus wazir dari Kerajaan Pasir, waktu itu lagi ngumpulin pasukan buat nyerang pasukan musuh, yaitu Nomaden Monster Pasir.
Si Singa Api Agung, begitu dia dikenal, barengan sama kesayangannya, mereka itu makhluk abadi yang lagi ngumpulin kekuatan dan sekutu di antara kerajaan-kerajaan besar di gurun pasir.
Di tengah-tengah semua ini, mereka ngikutin Orang Bijak dan Nabi Pasir, manusia abadi yang ada di gua nya, di sebelah tenda, di gurun berlian dan kristal, tempat mereka bilang musuh-musuh mereka suatu hari nanti bakal ketemu dia dan berubah jadi patung berlian yang sekarang jadi piala mereka.
"Ada bahaya yang bakal kalian hadapi." Katanya, sambil ngelihatin satu per satu orang yang nungguin ramalannya, di mana mereka semua ada di sana buat dengerin penglihatan Sang Nabi tentang gurun pasir berlian yang penuh patung.
"Mereka harus ngelewatin luasnya pasir, ngelihat bahaya, di sana mereka bakal nemuin sesuatu yang lebih dari kuburan yang mereka pengen dan cari, mereka nungguin buat ngelihat cobaan-cobaan besar." Katanya.
"Itu adalah keindahan kekuatan yang mereka pengen banget, jadi mereka nyari kekayaan dan piala besar." Katanya.
Jadi, jalanin gurun, hadapin musuh-musuh besar kalian dan kalian bakal jadi juara, kalian bakal bawa keberuntungan besar, karena selain kekayaan kalian bakal diingat sebagai prajurit hebat.
Meski ada bahaya, para prajurit tetep lanjut, didorong sama keinginan buat nemuin rahasia yang disembunyiin di Pemakaman Pasir, dan pas mereka makin dalam menjelajah, mereka mulai ditantang dan ngelihat kekayaan, yang dulunya patung di kekuatan besar mereka.
Di mana pas nemuin cerita tentang monster-monster yang udah lama dilupain, yang masih hidup di sana, di tengah-tengah serangan ke arah mereka, di mana mereka nemuin makam-makam dan reruntuhan kuno tempat monster-monster dikuburin, dan nemuin bukti pertempuran besar yang terjadi. udah lama banget, di tengah-tengah ngelawan makhluk-makhluk itu, yang pas dikalahin, mereka ngeluarin berlian, emas, dan kekayaan yang udah disimpen di makam mereka selama berabad-abad.
Bahkan dalam pertempuran mereka, di mana para prajurit gak nemuin jawaban yang mereka cari, Pemakaman Pasir itu tetep jadi tempat rahasia yang gak akan pernah sepenuhnya terungkap. Dan akhirnya para prajurit pulang, di mana mereka nyeritain perjalanan mereka dan monster-monster yang mereka temuin.
Tapi, meski para prajurit gak nemuin jawaban yang mereka cari, mereka tau Pemakaman Pasir bakal selalu jadi tempat misteri dan intrik, dan rahasia yang disembunyiin bakal terus jadi bahan cerita dan legenda buat generasi-generasi ke depan.
Itu adalah pencapaian terbesar, karena itu adalah sebuah tanah, di mana cuma ada pasir yang membentang sejauh mata memandang, ada sebuah alam yang dikenal sebagai Kerajaan Pasir, yang udah lama banget mereka ngelihat kekuatan besar yang dipenjara oleh makhluk-makhluk ini.
Di mana dikatakan sebagai tanah yang sangat indah, udah lama dilupain, bahkan pas ngelewatin luasnya, ngelewatin bukit pasir yang menjulang dan gurun yang tak berujung, bahkan di bawah keindahannya ada rahasia dan misteri yang tetep disembunyiin selama berabad-abad.
Di zaman dulu kala, ada zaman di mana masih diperintah sama Sang Ayatollah, sosok yang kuat dan misterius yang memerintah selama berabad-abad, waktu si Singa Api Agung, sang wazir, dan raja, sekarang, ngadepin Tuan Tanpa Nama yang kena kutuk, yang ada di belakang, di mana masih berkuasa, yang dikenal sebagai Tuan Tanpa Nama dan Penguasa, dan kekuasaannya mutlak, waktu orang-orang di kerajaan hidup dalam ketakutan akan murkanya, tapi juga menghormati dia, karena mereka percaya dia punya kebijaksanaan dan kekuatan yang besar.
Dia memerintah dengan tangan besi, kerajaan-kerajaan itu, penguasa, waktu mereka mikir, waktu, udah lama banget, di tengah-tengah penaklukan besar.
Sang Ayatollah dibilang dipilih oleh para dewa buat memerintah alam itu, dan kekuasaannya udah ditakdirkan. Dia dibilang penguasa yang adil, tapi juga kejam, karena dia gak mau ada perbedaan pendapat atau pemberontakan.
Penguasa Kuno bangkit dari kematian, waktu itu, buat nyoba ngerebut tahta si Singa Merah Agung pas semua orang ngadepin tentara-tentarannya, yaitu serigala zombie, dia bikin perjanjian sama dewa kuno buat bisa balik lagi ke tanah pasir, setau mereka.
"Gimana caranya kita ngalahin mantan penguasa ini?" Si Singa Api Agung nanya, di sebelah para pengikutnya.
Sang Nabi, dengan penglihatannya, waktu mereka balik buat belajar lebih banyak tentang kekuatan orang mati dari Mantan Penguasa Tanpa Nama, namanya udah dilupain, menurut Sang Nabi.
"Namanya udah dihapus, tapi pas kalian tau namanya, kalian harus ngirim dia balik lagi ke makamnya, tapi kali ini, kalian harus ngebakar dia sampe jadi abu." Kata Sang Nabi.
Meski reputasinya yang mengerikan, orang-orang di kerajaan makmur di bawah pemerintahannya sampe mereka gila karena janji keabadian bahwa kerajaannya bakal bertahan selamanya.
Menurut prasasti kuno yang ada di piramida kuno mereka, mereka berbaris menuju gurun.
Dia dipenjara oleh kerajaan yang dikenal karena kekayaan dan kemakmurannya, dan orang-orangnya dibilang yang paling terampil dan berpengetahuan di tanah itu, di awalnya, di mana mereka dikenal karena kerajinan tangan mereka, dan seni serta arsitektur mereka dianggap tak tertandingi.
Dewa Agung Kuno Kematian, bikin perjanjian supaya mereka jadi kaya, tapi karena keserakahan, mereka mulai saling bunuh buat imbalan janji keabadian, pas mereka mulai berinvestasi ke kerajaan lain, ngebunuh penduduknya, ngutuk dan mengorbankan mereka buat keabadian mereka.
Saat para orang bijak, raja, dan kaisar kuno, pada gilirannya, saat itu, manggil Pahlawan Agung yang merupakan juara pertama dari pasir, di mana semua orang manggil prajurit-prajurit terhebat mereka, di antara mereka, Wazir Singa Api Agung yang dipanggil Matahari Fajar, orang itu, cuma punya kekuatan seribu matahari, saat senja.
Saat mereka bersatu di tengah serangan besar di mana mereka berjuang dan memenjarakan tentara mereka bersama dengan mantan ratu mereka yang melihat kerajaannya hancur dan membusuk, bahkan sekarang di bawah permukaan.
Di mana ada sepanjang pertempuran, di tengah bagian dalam piramida, di antara para dewa kuno, bisikan rahasia gelap dan misteri yang disimpen dari orang-orang.
Sekarang, Sang Ayatollah dibilang punya akses ke pengetahuan dan kekuatan kuno yang udah diturunkan selama berabad-abad, di mana sebagian orang percaya dia punya kemampuan sihir yang hebat dan dia bisa mengendalikan elemen dan membengkokkan kemauan orang lain.
Dia mewarisi kekuatan dan pengetahuan dari Matahari Fajar Agung, menghadapi musuh barunya.
Jadi, Api Tengah Malam, yang menyelamatkan sekali lagi, waktu semua orang membakarnya, menggabungkan kekuatan mereka bersama, mengambil dari makam-makam di piramida tulisan-tulisan dan buku-buku kuno mereka, supaya gak bisa dipake sama makhluk lain yang bisa membawa kekuatan dewa kuno yang udah dilupain.
Jadi, seiring berlalunya waktu, pemerintahan Sang Ayatollah tetep gak tertandingi dan kerajaan makmur, bahkan saat rahasia dan misteri yang tersembunyi di bawah permukaan terus jadi bahan cerita dan legenda.
Di mana meski orang-orang di alam itu tau mereka gak akan pernah sepenuhnya ngertiin rahasia dan misteri yang dia dapetin dari Tuan Kuno dan Penguasa Tanpa Nama, mereka tau Kerajaan Pasir bakal selalu jadi tempat yang indah dan menakjubkan.
Jadi, nyegel piramida, makam kuno itu, dengan kekuatan kekacauan yang terkandung di mausoleum kuno itu, mereka sekarang bisa pergi, ngejaga alam tetap aman sekali lagi.
Dengan cerita-cerita ini, tentang pria yang cantik dan kuat, udah lama banget, Sang Ayatollah meninggal dalam pertempuran besar melawan Makhluk Jahat buat ngelindungin kerajaannya, dia bereinkarnasi jadi wazir, di mana dia dikenal sebagai Singa Api Agung, pelindung kerajaan pasir, di mana dia menjelajahi luasnya sebagai raja dan pelindung baru mereka.
Udah lama banget, di Kerajaan Pasir, ada pria kuat dan tampan yang dikenal sebagai Sang Ayatollah, di mana dia adalah penguasa kerajaan dan dicintai serta dihormati oleh rakyatnya, tapi suatu hari, Makhluk Jahat muncul dari kedalaman gurun, ngancam buat menghancurkan kerajaan dan semua orangnya, waktu Sang Ayatollah tau dia harus ngelindungin kerajaannya dan orang-orangnya, jadi dia ngumpulin tentaranya dan keluar buat ketemu makhluk itu dalam pertempuran.