9
Di mana akhirnya mereka berhasil ngalahin semua cacing gurun yang membara, semuanya, biar mereka bisa sampe ke gua siksaan berisi bola-bola hitam.
Mahluk kayak naga dengan badan ular dari pinggang ke bawah, yang mereka liat muncul dari cacing raksasa, cacing-cacing itu dan binatang-binatang pendek, makhluk merayap yang nyerang mereka.
Pas mereka liat dia nembakin sinar energi merah yang kena korban-korbannya dan ngejebak mereka di kristal merah, beberapa kerangka yang mereka liat di dalem kristal tajam.
Jadi, mereka maju ke arah makhluk itu, yang nembakin petir, pas mereka pake tameng buat ngebalikin sinar yang kena monster-monster di sekitar mereka.
**Singa Merah Agung** mereka lagi berantem pake pedang dan tamengnya, pas dia nebas kepala makhluk itu, saat itulah kristal-kristal itu pecah, terus dia bawa pergi anak buahnya dan orang-orang yang dia suruh balik ke alamnya, ngebalikin kalian ke masing-masing kota.
Trus lagi, di mana dia bawa kedamaian ke gurun sekali lagi.
Pas dia balik ke kerajaan, pas dia bawa periode tenang ke gurun, pas dia mulai ngirim perwakilannya ke masing-masing kerajaan yang jauh pas mereka denger tentang kehebatannya, saat itulah, ada beberapa panggilan buat minta tolong, pas dia pergi buat nyelamatin gelombang anak-anak yang dibawa kabur **Penyihir Gurun**, yang dengan hujan pasir dan ilusi oasis kegelapan.
Di mana mereka dateng ke dia, di pengadilannya, buat minta tolong, dia manggil sekutunya, terus dia manggil orang-orang bijak dan penasihatnya.
- Ada rumor di antara Jin kalau monster berkeliaran di pasir, **Makhluk Jahat** gede bikin perjanjian sama tukang sihir hitam buat nyari kekuatan dan nguasain kerajaan pasir kristal. - Kata salah satu dari mereka.
- Pas dia berhasil nguasain kerajaan, dia mulai merintah dengan tangan besi, ngorbanin anak-anak ke **Makhluk Jahat** gede, yang makin lama makin gak manusiawi. – Kata si pemberi informasi.
Saat itu, dia liat seorang wanita kesepian yang dibungkus kain hitam.
- Suami saya berusaha lindungin anak kita. - Katanya, sambil nangis.
- Pas dia, beberapa pria melawan raja ini, dia dibuang ke singa, dia berantem bareng sekutunya, dia adalah penyihir hebat, tapi dia gak sebanding sama **Penyihir Itu** yang adalah **Chimera** hebat, dia makan semua anak-anak dan dari dia, monster-monster lain lahir, dia makin gede dan makin gede. - Katanya.
- Gimana kamu tau tentang ini? – **Singa Merah Besar** nanya ke dia.
- Anak laki-laki tertua kami adalah satu-satunya yang selamat, dia manggil griffin dan kabur lewat udara, dengan pengorbanan banyak orang, di mana dia dan anak lain, dia ambil darah orang yang gak bersalah, buat jadi lebih kuat. - Katanya.
- Dia mati karena luka dan panah beracun, sebelum ngasih tau orang bijak kerajaan. - Katanya.
- Di mana dia gak akan pernah bisa balik, dia makan jiwa. – Menurut orang bijak, dia ninggalin sudut dengan satu mata hilang.
- Dia makan bagian tubuh. - Katanya.
Pas dia bisa dibunuh dengan pukulan langsung ke jantungnya, karena baju besinya yang hebat, maka akan sulit buat mendekatinya. - Katanya.
- Jadi, kita harus bikin tombak paling kuat dan paling tajam yang ada. – **Ratu Anda** bilang, tutupi senjata kalian dengan sihir, buat menusuk hanya hati mereka. - **Sang Pendeta Wanita** bilang.
Jadi, apa yang kamu lakuin sekarang, ratuku, mari kita kumpulin penyihir-penyihir terhebat di kerajaan, berusaha buat bikin sihir di masing-masing tombak, panah, dan pedang kita. - Katanya.
- Ya, Tuan. – **Ratu Anda** bilang.
- Aku akan bantu. - Katanya, ninggalin tahtanya.
Pas turun dari altar lewat tangga, ngelepas jubahnya, nunjukin simbol-simbolnya di sekitar otot kulit merahnya.
Pas mereka selesai, dia bilang sambil baca mantra-mantranya, pas orang-orang bangkit buat siap-siap, pas masing-masing dari mereka ngambil senjata dan baju zirahnya.
- Ayo kita pergi, kawan-kawan. - Katanya.
Dengan teriakan, di mana masing-masing dari mereka ngikutin.
Di mana mereka ngelewatin gerbang, dengan unta mereka, sampe jalan-jalan di luasnya gurun.
Pas masing-masing dari mereka ngelewatin tantangan yang tak terhitung buat nyelamatin orang-orang yang jadi sandera, di sisi mereka ke arah griffin gede terbang bareng elang, **Sang Pendeta Wanita** mereka.
Pas mereka lagi keliling gurun, pas mereka maju dan nembakin panah mereka ke arah cacing-cacing, **Nomaden Monster Pasir** nusuk jantung mereka, pas mereka nyerbu ke arah prajurit, dengan teriakan mereka, sebelum mati, karena mantra yang mereka lempar ke arah setiap monster di jalan mereka yang maju ke arah mereka.
Pas butuh waktu buat tombak menusuk jantung mereka, makhluk-makhluk ini hancur kayak kristal merah, ninggalin jejak asam di belakang mereka.
Saat mereka berdua nyampe gerbang, sampe orang terakhir dateng di jalan mereka, di mana mereka ngeluarin mantra ke arah gerbang yang adalah **Tembok Agung** yang ditutupin ular, monster, dan duri.
Di mana mereka maju dengan unta mereka tanpa berhenti, sampe mereka nyampe pusat koliseum, tempat warga yang tersisa lari ketakutan ngumpet di rumah batu mereka.
Karena mereka disambut oleh monster yang maju ke arah mereka dengan masing-masing bumerang mereka, antara sabit dan panah.
- Pahlawan di antara kita. – Suara mendesis keluar dari dalem koliseum gelap, **Makhluk Raksasa**, di sisi mereka ditutupin mulut dan duri, pas mereka liat **Penyihir Itu** yang juga udah gak manusiawi, monster dengan cakar dan ekor, yang lebih kecil di atas monster yang bertengger di atasnya, bentuknya mengerikan kayak kelelawar.
- Mari kita liat siapa yang menang, akan jadi penguasa dunia. - **Makhluk Raksasa** bilang.
Saat mereka terbang ke arah orang-orang yang loncat dari unta mereka yang bergegas ke desa, saat mereka di tengah teriakan perang mereka, di mana mereka maju dengan melompat dengan kekuatan, dengan nembakin ledakan energi yang membelah bersamaan ke arah monster.
**Raja Agung** dan **Wazir Agung** mimpin jalan, maju dalam pawai mereka, dengan tombaknya, di antara panah monster yang keluar dari tanah, saat dia nyerang masing-masing orang di sekitarnya.
Di tengah melompat diikuti oleh orang-orangnya yang setia, di mana dia melompat ke arah mulut monster, saat masuk, dia manjangin tombaknya dari ujungnya, motongnya jadi dua, saat menusuk dan motong jantungnya, dari satu ujung ke ujung lainnya dari satu ujung ke ujung lainnya.
Kelelawar gede, buat nyoba kabur, dikelilingi orang-orang yang masih punya sisa sihirnya, dia terbang ke arah langit, buat kaget karena **Ratu Anda** dan **Sang Pendeta Wanita** yang dengan teriakan perang, dengan pakaiannya nutupin badannya, tapi gak nutupin mata jademu.
Di mana dia pake tombaknya, motongnya jadi dua dengan griffinnya, saat dia mendarat, di mana orang-orang yang ngumpet, dateng ketakutan, di mana mereka teriak dalam paduan suara kemenangan, buat kegembiraan yang luar biasa, **Ratu Anda** dan **Sang Pendeta Wanita** loncat ke arah laki-lakinya, di mana keduanya ditutupin isi perut dan darah monster-monster ini.
- Ratu pemberani saya. - Katanya.
- Rajaku. - Jadi mereka berciuman pas mereka kaget karena hujan, di antara teriakan kegembiraan.
- Hujan di bulan-bulan pasir dan angin kaca. – Jadi mereka mulai merayakan.
Di kerajaanmu kayak di kerajaan tetangga, gak ada yang bakal mati karena bosen.
Ada salah satu dari 12 kerajaan Zuna, di mana ada **Pangeran Muda** gurun yang dikenal karena keberanian dan ketangkasan, dan kayak dia, muda, selama perang antara monster, orang tua, di mana dia dari **Pangeran Muda** itu, yang mati dalam pertempuran, di mana **Singa Api Agung** berpartisipasi, di mana mereka mati selama pertempuran, tapi kerajaan mereka gak dibiarin gak terlindungi.
Selama tahun pertama pemerintahannya, dia dicintai dan dihormati oleh rakyatnya, dan cerita tentang perbuatannya diceritain di kerajaan yang jauh, meski dia masih muda, karena penaklukan kerajaan pasir dari kerajaan Chaos, saat itulah, di suatu hari, di mana **Pangeran Muda** ini nerima tamu, dari kafilah, dia bilang itu **Pedagang Gurun** yang bawa berita.
- Kamu tau, tuanku, ada gua gede penuh harta dari negara yang hancur lama banget karena konflik rumah bangsawan, makhluk nenek moyang, mereka bilang mereka dirusak oleh keserakahan, gak ada orang lain di kerajaan yang jauh itu.
- Jadi, gak ada yang ngakuin itu sampe sekarang? – **Pangeran Muda** bilang, sambil ngeliatin **Pedagang Gurun**.
- Beberapa tahun lalu, gak ada yang berhasil, ternyata, dia berubah jadi **Sang Putri** cantik sebelum ngabisin mereka.
- Aku kuat, aku tau aku bisa ngelewatin jebakan. - Katanya.
- Karena itu bisa mencegahmu buat nyebrang dan ngambil harta, itu juga tempat ada bahaya dan monster, legenda bilang ada **Putri Bulan** dari kerajaan itu yang dikutuk dalam bentuk naga, kalau kamu menang, dia akan ngambil hartamu buatmu sebagai emas tak terbatas.
Orang pendek dengan janggut terbalik dengan berita dari kerajaan yang jauh, dengan berita nyampe **Pangeran Muda** kalau kerajaannya lagi lewat sana.
- Kalau kamu berhasil naklukin, kamu akan diinget karena mimpin banyak prajurit yang mereka dan kamu akan diinget sebagai pahlawan hebat yang bawa kekayaan ke kerajaan, ngadepin bahaya gede dan balik lagi. diserang oleh monster yang mengerikan.
- Kamu punya bukti dari kerajaan yang jauh ini? – Dia nanya ke dia.