Bab 27
'Semuanya baik-baik aja, nih, berdua?' Asher langsung khawatir pas dia minta kehadirannya.
'Kayaknya penting nih, mulai aja dari teknik yang aku ajarin kemarin, nanti aku nyusul. Jangan. Santai-santai. Atau, pokoknya jangan.' Dia memperingatkan sebelum lari ke kamarnya. Asher geleng-geleng kepala,
'Yang dia gak lihat, gak bakal nyakitin dia, kan?' Dia senyum sinis sebelum pergi 'latihan'.
Dia buka pintu kamarnya dan lihat Sheila mondar-mandir dengan wajah khawatir.
'Tolong bisa tutup pintunya? Gak boleh ada yang denger apa yang mau aku kasih tahu.' Dia ngangguk dan lakuin apa yang disuruh, ngunci pintu.
'Aku harap semuanya baik-baik aja, tapi aku tahu gak bakal baik dengan tampang kayak gitu, nih. Apa salah satu pejabat kita? Apa yang mereka rencanain kali ini?' Dia pengen tahu gimana caranya mereka mau menyingkirkan mereka.
'Lebih dari itu, mulainya pas Mazi, si Sativa, nyuruh salah satu pelayan buat bakar gulungan ini,' dia nunjukin gulungan itu dan ngasih dia buat megang, 'ini adalah wasiat raja Fang.' Dia berharap dia bisa nerima dengan baik, matanya mulai baca tulisan itu dan apa yang dia temuin bikin dia kaget.
'Ini lawakan, ya, Sheila? Gak pernah ada kayak gini, dia gak pernah bilang gini, dia kasih tahta ke Magnus bukan ke aku.' Dia kesel sama situasinya dan ngembaliin gulungan itu ke dia.
'Aku tahu kamu bakal bereaksi kayak gini, tapi tolong, Tuan, kamu harus percaya, ini bukan lawakan.' Dia berusaha buat bikin dia ngerti, tapi dia gak siap buat nerima, 'ada apa, Tuan?' Dia bisa lihat dia nyembunyiin sesuatu di balik manik matanya.
'Sheila, tolong, aku gak mau tahta, bahkan kalau ayahku ngasihnya ke aku, aku gak mau.' Dia singkirin gulungan itu sambil ngendus.
'Tuan…..kamu tahu sesuatu yang aku gak tahu?' Sheila gak mau nyakitin dia kayak yang udah dia lakuin, 'raja Fang sakit dan dia ngasih wasiatnya ke kamu, dia ngasih semuanya buat kamu, tapi Magnus rebut semuanya dari kamu! Kenapa kamu gak mau ambil?!"
'Aku gak bisa.' Dia ambruk ke kasurnya, dan dia duduk di sampingnya, 'aku gak pantes di tahta, ini bukan takdirku.' Matanya sedih sama ucapannya,
'Ini takdirmu, dan kamu ngasih takdirmu ke putri kamu, gimana pun kamu emang ditakdirin buat diakui sebagai keluarga kerajaan. Tuan, apa yang kamu sembunyiin?' Dia naruh gulungannya dan buka telinganya buat dengerin dia. Xerxes narik napas dalam-dalam dan ngeluarinnya,
'Sebelum Oktavia meninggal, dia nemuin sesuatu yang gak masuk akal……' Dia masih bisa denger kata-katanya.
Kilasan Balik.
'Xerxes!! Sebentar, dong!' Dia narik dia ke kamarnya dan nutup pintu di belakangnya,
'Apa lagi, nih? Gak usah gitu juga kalau mau romantis.' Dia ngegombalin dia padahal ada masalah serius,
'Kamu bodoh!! Cuma itu yang ada di kepala kosongmu?!