Bab 58
"Astaga, itu bener-bener nggak sopan! Lo kan masih pasangannya dia, dan dia nggak seharusnya ngelakuin itu di tempat umum di mana semua orang ngeliatin dan siap nyebar gosip!""
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Dia peduli apa sama semua itu? Jelas-jelas dia ngelakuin itu buat ngejek gue, tau nggak sih, gue nggak ngerti kenapa dia nggak mau gue nolak dia padahal dia demen banget sama Lisa," gerutu gue sambil ngerasa stres."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Gue yakin sih gara-gara lo nolak cintanya dan dia juga pengen ngejauhin lo dari Luka," gumam Rose, dan gue ngangguk setuju."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Itu pasti yang dia lakuin, berusaha ngejauhin gue dari Luka dan itu sebabnya dia maksa gue nggak kemana-mana tanpa dia kemarin karena dia bilang gue mau ketemu Luka dan dia nggak bakal biarin itu terjadi."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Luka kenapa sih, kok dia nggak dateng makan siang?" tanyanya, dan gue menghela napas lalu ngejelasin semuanya yang terjadi sama Luka dan semua yang dia bilang ke gue."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Aduh, parah banget sih dia, harusnya dia percaya sama lo, maksud gue, lo udah berusaha keras, dan gue bahkan heran gimana caranya lo bisa tahan sama **Jayden** tanpa jatuh cinta mengingat ada ikatan di antara kalian dan narik kalian,""
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Gue penasaran gimana caranya lo ngatasin godaan itu, dan jujur gue kira Luka bakal ngerti semua ini dan ada di sisi lo, bukan malah melawan lo," katanya, dan gue menghela napas."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Gue sih nggak nyalahin dia, dia cuma lagi marah dan bakal sadar pas dia udah baikan," gumam gue, lalu ngadep papan tulis karena guru udah masuk."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Ayo, Sayang," gue denger suara yang nggak asing dan mengerutkan dahi. Sekolah udah selesai hari ini, dan gue lagi beresin buku-buku gue pas dia muncul entah dari mana."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Kemana?" tanya gue sambil cemberut. Karena dia lagi sama pacarnya, mending dia pergi sama pacarnya aja karena gue nggak mau ngelihat kemesraan mereka yang haram."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Pulang lah, bego," katanya sambil memutar bola mata, lalu mencoba meraih tangan gue tapi gue tepis."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Gue nggak ikut lo, gue tau jalan ke rumah dan gue nggak butuh lo buat nganter gue pulang," bentak gue lalu keluar dari ruang ganti."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Ayo Rose," kata gue ke temen gue, nggak peduli sama **Jayden** yang terus manggil nama gue. Mending dia masuk neraka aja, kebakar sama pacarnya."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue sampe rumah, nyapa Luna yang lagi dipijitin kakinya, dia langsung berdiri dengan senang dan meluk gue, gue lambaikan tangan ke para pelayan dan naik ke kamar gue."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Ngelepas seragam gue, gue mandi dan langsung rebahan di kasur buat tidur siang sebentar."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "******POV **JAYDEN********"
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Hahahaha skornya 1:0 buat **Jayden** lawan Roda!" seru Jordan langsung pas Roda pergi dengan marah, keluar dari tempat persembunyiannya sama Jeik."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Lihat aja gimana dia nggak cemburu, bahkan kalaupun dia nggak cemburu, ikatan pasangan pasti bakal bikin dia cemburu, bro, lo bener-bener pinter kali ini," tambah Jeik bikin gue senyum, tapi pas gue sadar maksudnya, senyum gue langsung hilang, kerutan muncul menggantikannya."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Maksud lo gue selalu bodoh gitu, Jeik?" gumam gue dan dia terkekeh."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Bukan gitu maksud gue, maksudnya lo udah nyoba berbagai cara buat bikin dia suka sama lo dan ini rencana yang sempurna buat bikin dia ngelihat semuanya, dan gue juga mikir lo harus mulai bersikap baik sama dia biar pandangannya tentang lo berubah," jawabnya, dan senyum gue makin lebar."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Iya, gue bakal bersikap baik sama dia di rumah, terus jalan sama Lisa buat bikin dia cemburu di sekolah," gumam gue dan menendang udara dengan senang."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Ayo, gue ada urusan," kata gue dan mulai jalan ke tempat parkir."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue masuk mobil dan langsung nyetir ke toko es krim, yang ada di samping mal yang kita datengin kemarin karena gue perhatiin dia suka banget es krim itu, dan gue dapet rasa yang sama persis yang dia beli tapi kali ini, cupnya lebih gede."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue juga beli ayam goreng krispi yang juga dijual di mal, bagian makanan. Gue senyum ngelihat barang-barang yang gue beli dan dengan senang hati jalan ke mobil."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue tau dia bakal seneng banget pas gue kasih ini, gue bahkan mungkin dapet ciuman, siapa tau. Hahaha, gue pinter banget."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue letak tas plastik itu hati-hati di kursi penumpang dan nyetir pulang sambil nyanyi lagu yang lagi diputer di mp3 gue."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue sampe rumah dan parkir mobil gue, turun dari mobil, dan lambaikan tangan ke banyak pelayan yang nyapa gue. Siapa aja yang ngelihat gue sekarang pasti mikir gue menang lotre dan nggak bakal percaya gue seneng karena akhirnya nemu cara buat bikin pasangan gue suka sama gue."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Selamat malam, Ibu," sapa gue dan nyium kedua pipinya dengan senang. "Kamu kenapa sih, Nak, kelihatan seneng banget, mau cerita?" tanyanya penasaran sambil memberi isyarat ke pelayan yang lagi mijit kakinya buat berhenti."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Bu, nggak ada apa-apa kok, cuma seneng aja. Ya, gue seneng bisa pulang dan gue pengen ketemu pasangan cantik gue," gue mengedipkan mata dan langsung naik ke atas, dia tertawa di belakang gue."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue sampe di kamar gue dan buru-buru ngelepas seragam, mandi, dan ganti baju. Gue kangen ngelihat dia di kamar ini walaupun baru 2 malem gue tinggal bareng dia, tapi gue tau begitu dia suka sama gue, dia bakal balik ke kamar gue tempat dia seharusnya berada."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue ambil tas plastik itu dan ngetuk pintu kamarnya tapi nggak ada jawaban, gue dorong pintunya dan ngelihat dia tidur nyenyak cuma pake singlet dan celana pendek."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Dia cantik banget sampai gue mikir dia bukan dewi atau keturunan dewa. Rambut hitam legamnya yang berkilauan terurai di kasur, sebagian menutupi wajahnya."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue buka kulkas mini di kamar dan naruh es krimnya, karena dia lagi tidur, gue bakal kasih tau dia pas dia bangun, tapi sekarang, gue juga butuh tidur siang, cuma gue nggak bakal balik ke kamar gue tapi bakal tidur di kamarnya. Setidaknya dia nggak bangun buat marah-marah ke gue."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue naik ke kasur, hati-hati nggak mau ngebangunin dia, dan pas dia nggak gerak, gue rebahan dan megang pinggangnya yang ramping pelan-pelan sambil mencium aroma vanilla rambutnya yang luar biasa, dan nggak lama kemudian gue ketiduran."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "POV LISA"
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue rebahan di kasur dan senyum mengingat kejadian di kantin yang romantis, itu sangat menyenangkan dan gue seneng **Jayden** perhatian banget sama gue, dia bahkan nyuapin gue dan nyium gue di depan semua orang."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue suka banget sama semua itu, andai aja itu beneran, andai aja dia nggak ngelakuin itu buat bikin pasangannya cemburu dan suka sama dia."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue nggak pernah tau **Jayden** bisa se-tertarik itu sama seseorang sampai ngelakuin apa aja buat dapetin perhatian orang itu."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Dan bahkan mikir cewek brengsek itu nggak peduli sama dia atau apa pun yang dia lakuin buat dapetin perhatiannya. Gue sedih banget karena dia lebih milih dia daripada gue, maksud gue, apa yang dia punya yang nggak gue punya dan nggak bisa gue kasih."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue udah ngasih dia hampir semua gaya s*ks di dunia ini bahkan yang gue nggak tau namanya, tapi dia tetep lebih milih dia padahal satu-satunya yang dia dapet dari cewek itu cuma ciuman."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Sakit banget gue udah sayang banget sama dia dari kecil cuma diperlakuin kayak sampah dan dijadiin alat buat bikin dia cemburu."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue nggak bakal mau dia make gue buat capai tujuannya, tapi itu satu-satunya cara gue bisa deket sama dia."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Kalo gue nggak ngelakuin itu, nggak ada cara lain gue bisa deket sama dia dan gue nggak yakin gue bakal dapet kesempatan lain selain ini, jadi gue harus setuju dan ngadepin dia lewat cara ini."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue bakal bikin dia suka sama gue kayak dia berusaha bikin dia suka sama dia, jadi gue juga bakal begitu."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Kita liat aja gimana dia bakal dapetin dia pas gue aktifin rencana gue. **Jayden**, lo milik gue dan kalau gue nggak punya lo, nggak ada orang lain yang bakal punya."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue berdiri dan keluar kamar buat nelpon di balkon."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "POV **RHODA**"
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue menggeliat dan ngerasa ada tangan melingkar di pinggang gue, gue usap wajah gue dan pelan-pelan balik badan buat liat apa itu, dan langsung gue liat dia, gue langsung loncat dan turun dari kasur."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "**Jayden**!! **Jayden**!! **Jayden**!!!!" gue panggil dengan marah tapi dia cuma menggeliat dan balik badan, nunjukkin bokongnya. Gue hampir ketawa ngelihat bokongnya yang nonjol, hampir lupa gue harusnya marah sama dia."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Bangun, **Jayden**" gue goyangin dia dengan kasar dan akhirnya dia bangun."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Ngapain lo di kamar gue tidur, **Jayden**, emang lo nggak punya kamar?" bentak gue sambil melempar bantal ke arahnya."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Hmm, gue ngapain di sini? Siapa yang bawa gue ke sini?" katanya sambil celingukan di sekitar kamar."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Maksud lo siapa yang bawa lo ke sini, tolol, emang lo dibawa setan? Ngapain lo di kamar gue, **Jayden**, udah deh jangan main-main sama gue," gue teriak dan dia malah ngelihatin gue."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Gue nggak tau, gue masuk ke sini, lagian, kalaupun gue tidur di sini, emangnya lo harus teriak-teriak gitu? Ini kan rumah gue dan kamar ini juga punya gue? Termasuk lo yang juga milik gue, jadi kenapa lo teriak-teriak seolah-olah ada orang asing yang tidur di kamar lo," bentaknya dan rebahan lagi."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Apa!!!" gue berdiri kaget dan mau ngomong sesuatu tapi dia motong."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue capek banget Sayang, bisa nggak lo mijitin gue? Punggung gue sakit dan gue butuh sedikit bantuan," katanya dan gue memutar bola mata."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Terus kenapa gue harus ngelakuin itu? Emangnya lo nggak punya pacar yang seharusnya ngelakuin itu sama lo, kenapa minta ke gue padahal lo bakal nyium dia," bentak gue, nggak tau kapan kata-kata terakhir keluar dari mulut gue?"
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Ooh, gue ngerti, lo cemburu karena gue cium dia, ya kan?" Dia menyeringai bikin gue memutar bola mata. Gue nggak cemburu dia nyium dia, kenapa juga gue cemburu kalau gue nggak cinta sama dia."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Lo ngarep banget, panggil aja salah satu pelayan buat mijitin lo, ada banyak yang siap melayani lo, jadi minta aja sama mereka, tolong keluar dari kamar gue," gerutu gue dan mau keluar dari kamar karena dia nggak mau bergeming, pas suaranya menghentikan gue lagi."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": ""Tolong, Roda, ahhh gue sakit banget," dia teriak sambil megangin lehernya dengan ekspresi kesakitan, gue nggak suka pelayan ngelihat kulit gue, gue kasih tau lo karena lo pasangan gue. Tolong bantu gue yaaaahhh" dia merintih sambil megangin bahunya."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Oke, deh, gue bakal mijitin punggung lo, tapi lo harus keluar dari kamar gue begitu selesai. Jangan coba-coba mainin gue ya," gue peringatin dan dia ngangguk."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Cuma mijitin leher gue aja, kayaknya gue salah tidur dan sekarang, gue bahkan nggak bisa gerak," dia mengeluh dan gue jalan ke arahnya, ngeratain punggungnya, dan ngebantu dia ngelepas bajunya terus ambil balsem pereda nyeri dan ngolesinnya ke punggungnya yang kekar terus pelan-pelan mulai mijitnya, ngegosok punggungnya dengan fokus ke tulang dan ngasih lebih banyak kenikmatan di sana."
}
```
```json
{
"novelId": 159,
"chapterId": 13960,
"lang": "id",
"content": "Gue terus mijitin dia, denger dia terus-terusan mengerang kesakitan, nyuruh gue pelan-pelan. Gue mijit dia beberapa lama dan pas gue yakin balsemnya udah meresap ke kulitnya, gue berhenti dan masuk kamar mandi buat cuci tangan gue sambil nyuruh dia pake baju.