Bab 90
Sudut Pandang Seth
"Beneran lo sama Zanaya-nya WHISTLE beneran nikah?"
"Kenapa akhirnya lo rilis informasi ini ke publik?"
"Apa yang bakal terjadi sama SHADOW dan WHISTLE?"
Gue dengan cepat kabur dari kerumunan wartawan yang udah ngikutin gue dari beberapa hari lalu, setelah gue ngelempar bom di Livestream kita.
Gue baru aja mendarat di Australia dan gue masih nggak percaya para wartawan di sini repot-repot merhatiin kedatangan gue.
Anak-anak cowok ditinggal di Korea dan gue dikasih libur dua bulan sama perusahaan kita, atau sampai mereka nemuin cara buat benerin kekacauan yang udah gue buat.
Tapi nggak peduli berapa kali gue liat ke belakang, gue nggak nyesel sama apa yang udah gue lakuin.
Anak-anak cowok dukung gue buat go public dan Zaya juga begitu.
Ngomong-ngomong, meskipun gue nggak pernah cerita rencana gue ke dia, gue tetep sempet nanya pendapatnya soal itu sekali, apalagi ini juga bakal ngaruh ke grupnya.
Suatu kali waktu kita video call, gue nanya dia gimana pendapatnya soal go public tentang pernikahan kita. Dia bilang dia nggak masalah sama apapun keputusan gue.
Dia bahkan bilang member-membernya juga nggak masalah kalau emang gitu.
Gue bilang gue bakal mikirin, tapi sebenernya, persetujuannya dia itu yang gue butuhin karena gue udah mutusin.
Semuanya udah diatur. Selama tiga bulan, gue udah siapin semuanya.
Sebenernya, awalnya gue agak ragu karena meskipun member-member gue udah setuju, gue nggak mau jadi beban buat mereka.
Dan WHISTLE, mereka baru debut setahun atau dua tahun. Ini bakal ngerusak reputasi mereka.
Gue tau Zaya nggak masalah sama keputusan gue, tapi anak-anak ceweknya, nggak pantes buat dibawa-bawa ke sini. Mereka udah kerja keras biar bisa jadi idola. Entah kenapa, gue sakit hati kalau mikirin apa yang mungkin terjadi kalau kita go public.
Makanya gue nelpon Cali sebelum gue Livestream.
Gue minta izin dari dia bareng Max dan Tokyo.
Mereka bilang mereka siap sama apa yang bakal terjadi selama Zaya baik-baik aja.
Saat itu juga, gue sadar kalau Zaya nemuin member-member dan temen-temen terbaik yang pernah ada kayak gue sama member-member gue.
Awalnya, gue cuma berencana buat ngumumin kalau gue udah nikah. Tapi gue mutusin buat ngasih tau fans siapa istri gue karena gue tau mereka pada akhirnya bakal tau juga.
Lagian, fakta kalau gue udah pacaran sama Zaya secara publik beberapa bulan lalu bakal aneh kalau gue bilang gue udah nikah tiga tahun.
Begitu gue liat Ayah mertua gue dari jauh, senyum langsung kebentuk di bibir gue, gue langsung nyamperin dia, dia narik gue buat peluk ala ayah.
"Ayah..." sapa gue.
"Akhirnya balik juga." katanya sambil nepuk-nepuk punggung gue sebagai sapaan.
Kita langsung menuju mobilnya karena beberapa fans masih berusaha manggil gue.
Anehnya, kebanyakan fans kita nggak masalah gue udah nikah.
Banyak yang awalnya kecewa dan kebanyakan marah karena gue nggak bilang dari dulu.
Yang lebih aneh lagi, kebanyakan fans malah khawatir sama Zaya.
Beberapa skandal pacaran gue muncul lagi dan mereka mikir gimana susahnya dia nikah sama gue setelah semua omong kosong yang dipublikasiin tentang kehidupan pacaran gue.
Yah, gue pikir itu bagus. Gue nggak masalah kalau dapat banyak kebencian daripada dia.
Setelah beberapa menit, kita udah nyampe rumah. Untung aja mereka tinggal di tempat yang bagus banget di mana nggak banyak orang boleh masuk jadi kita punya privasi.
Begitu kita nyampe, gue bahkan belum jalan sepuluh langkah tapi gue udah bisa denger tangisan Ji Hyun dari dalem.
Dan gue bener. Nggak lama kemudian, dia lari ke arah gue, loncat kayak dia bukan orang yang udah gede buat punya adek cewek.
"Umppp!" gue tersentak waktu badannya mendarat di gue.
"Yah, Ji Hyun! Hati-hati!" Kakak ipar gue, Alice, marahin anaknya dan dia cuma nyengir.
"Ji Hyun-ah, kamu makin berat, ya?" kata gue sambil berusaha gendong dia masuk ke rumah, dengan koper di tangan yang lain.
Gue bisa denger Ayah mertua gue ketawa ngeliat keadaan gue.
"Ji Hyun-ah, kamu mau bunuh om kamu nih." Ayah mertua gue bergumam dan gue ketawa waktu Ji Hyun cemberut.
Begitu kita nyampe rumah, mata gue langsung tertuju ke Max, Tokyo, Cali dan cewek nggak dikenal di samping adeknya Zanaya.
Gue nurunin Ji Hyun dan nunduk ke mereka.
Max berdiri dan narik gue buat peluk.
"Berhenti nunduk. Sekarang kalian berdua udah resmi, semua orang tau kamu ipar kita." dia cekikikan dan nggak lama kemudian, dua orang lainnya ngelakuin hal yang sama.
Gue cium pipi Ibu mertua gue sambil ngangguk ke cewek lainnya.
Alis gue berkerut waktu pipinya jadi merah.
Gue denger Tokyo ketawa.
"Dia fans kamu." katanya dan cewek itu ngamuk ke Tokyo.
Gue cekikikan ngeliat mereka.
"Tunggu sampe dia liat Raze. Dia ultimate bias-nya." Cali nambahin dan gue liat nggak percaya sama wajah kaget yang lagi dipasang cewek itu.
"Hai. Gue Seth dari SHADOW, suaminya Zaya." sapa gue dan pipinya makin merah.
"Gue Kaizan. Kamu bisa panggil gue Kai atau Zan, terserah kamu." sapa dia balik.
"Gue jelas nggak bakal manggil kamu Kai." kata gue geli.
Gue liat sekeliling ruangan dan alis gue berkerut waktu gue nggak liat orang yang lagi gue cari.
"Ck, Zaya kamu di dermaga danau. Gue bahkan nggak tau kenapa dia selalu di situ kalau lagi dingin." Cali bilang dan gue cuma ketawa.
"Istri gue emang aneh kadang-kadang, tapi makanya gue cinta dia," gumam gue dan Cali kayak keselek karena respon gue.
"Kamu juga gitu sama Storm jadi berenti sok-sokan." gue ngejek sambil ninggalin dia yang mulutnya kebuka lebar sebelum menuju dermaga buat ngejemput istri cantik gue.
-----------------------------------
Sudut Pandang Zanaya
Tangan gue otomatis ngegosok sisi lengan gue biar nggak kedinginan.
Gue ngecek area itu sekali lagi buat nikmatin ketenangan dan kedamaian yang selalu dikasih tempat ini ke gue.
Senyum muncul dari bibir gue setelah gue sadar sesuatu.
Seth harusnya udah di rumah sekarang.
Dua hari setelah dia bikin heboh lewat Livestream mereka, dia bilang ke gue kalau dia bakal ke sini.
Dan gue excited banget.
Harusnya dia takut waktu dia mutusin buat go public soal hubungan kita.
Gue masih inget waktu dia nanya pendapat gue sekali.
Gue bilang gue nggak masalah sama apapun keputusannya.
Gue tau ini bukan sesuatu yang mudah buat dia dan jelas bukan hal yang gampang buat gue.
Sejujurnya, gue pikir dampaknya bakal lebih negatif di bagian gue karena gue cewek dan grup gue baru debut.
Tapi gue seneng karena kayaknya nggak ngaruh negatif buat WHISTLE.
Bukannya gue khawatir buat diri gue sendiri, tapi gue lebih khawatir buat member-member gue. Kehidupan idola mereka jadi taruhan karena ini, sama kayak member-membernya dia.
Tapi gue percaya kita berdua fans bakal ngerti.
Namun, gue tau gimana caranya Seth dan gue udah siap buat yang terburuk, entah kita berdua nggak bisa lagi tampil di panggung, kita berdua udah siap buat itu. Tapi gue nggak bakal terima kalau member-member gue nggak bisa. Mereka udah kerja keras buat ini dan gue nggak bakal pernah maafin diri gue sendiri kalau kehidupan idola mereka bakal berakhir karena hubungan gue dan Seth
Mata gue tertuju ke langit yang indah di depan gue, inget gimana Seth keliatan gugup waktu Livestream.
Gue dan anak-anak cewek lagi nonton televisi waktu Kaizan dateng dan ngasih tau kita soal apa yang lagi terjadi.
Begitu gue pegang hapenya, wajah cantik Seth nyapa gue.
"Selama tiga tahun terakhir, gue udah nyimpen rahasia ini dari kalian semua. Bukan karena gue mau, tapi karena gue harus."
Dia nutup mata dan ngeluarin napas panjang.
"Meskipun berita ini mungkin tiba-tiba, gue mau semua orang tau kalau gue bersyukur banget sama dukungan yang udah kalian kasih ke gue dan SHADOW."
Dia balik badan dan liat member-membernya.
Storm ngangguk sementara Mono dan Demo ngasih jempol.
Raze senyum bareng Grey dan Langit.
"Ya Tuhan..." bisik gue.
Seth kayaknya lagi susah payah.
"Apa dia mau ngomong yang gue pikir bakal dia omongin?" Cali bergumam tapi nggak ada yang nyaut. Malah, kita nunggu apa yang bakal Seth omongin.
"Fans kita, gue mau bagi ke kalian sesuatu yang bagus yang terjadi dalam hidup gue." dia mulai.
Dia ngerangkai tangannya sebelum natap layar dengan intens kayak dia beneran ngomong sama seseorang.
"Selama tiga tahun terakhir, gue udah....
Rahasia Nikah,"
"Sialan." Tokyo mengumpat dan tangan gue nutup mulut.
Gue ngecek komentar dan sadar kalau fansnya pada heboh, nanya siapa istrinya.
Beberapa bingung dan nanya apa dia lagi becanda atau nggak sementara yang lain kedengeran hancur.
"Ya Tuhan. Dia pasti lagi berjuang sekarang." mata gue berair dalam prosesnya.
Gue ngerasa seseorang ngelus punggung gue biar gue tenang.
"Maaf gue nggak bilang dari dulu tapi gue bilang sekarang karena kalian punya hak buat tau. Meskipun gue mau nyimpen ini secara pribadi, kalian, fans kita udah sangat penting dalam hidup gue dan hidup SHADOW sampai gue mau bagi berita ini ke kalian."
"Seth...." bisik gue waktu suaranya bergetar di akhir.
"Gue tau beberapa dari kalian mungkin marah sama gue. Tapi, ini sesuatu yang harus gue lakuin. Keputusan yang menyangkut keluarga gue dan fakta kalau gue terlalu sering dikaitin sama banyak cewek bikin khawatir nggak cuma gue, istri gue, tapi juga keluarga gue."
Apa dia beneran ngelakuin ini buat gue?
"Gue udah nyakitin terlalu banyak orang yang sayang sama gue dan gue tau sekarang, kebanyakan dari kalian kaget."
"Namun, gue berharap kalian semua ngerti keputusan gue. Gue sayang banget sama istri gue dan gue juga sayang sama fans gue. Apapun yang terjadi setelah ini, gue siap. Gue cuma berharap kalian tetep kasih cinta dan dukungan kalian ke member-member gue."
Sekarang, gue udah nangis. Mata Seth udah merah dan member-membernya udah berdiri di belakang dia.
Dia berhenti sebentar dan ragu-ragu. Beberapa fansnya nanya siapa istrinya.
Senyum muncul di bibirnya. "Kalian tau siapa dia." Dia mulai.
"Dia seseorang yang baik dan cantik. Dan meskipun gue udah nyakitin dia secara emosional berkali-kali, dia terus-terusan sayang sama gue tanpa pamrih." dia bilang dan jantung gue mulai berdebar kencang.
"Gue mau dia tau kalau gue sayang banget sama dia dan gue siap buat nyerahin kehidupan idola gue dengan teriak ke dunia betapa gue sayang sama dia," dia nambahin.
Seth, bodoh...
"Satu lagi, selain member-member gue, tolong terus dukung istri gue dan member-membernya juga. Gue tau ini terlalu banyak yang diminta dan gue nggak di posisi buat ngelakuin itu tapi gue mohon sama kalian semua."
Fans di kolom komentar makin heboh setelah sadar kalau istrinya juga seorang idola.
"Sekali lagi, maaf udah bikin kalian khawatir dan tolong tau kalau udah nikah atau belum, gue tetep bersyukur atas dukungan kalian dan gue bakal selalu sayang sama kalian, fans kita."
Dia kemudian natap kamera dengan intens seolah dia tau ada seseorang yang lagi nonton.
"Dan buat istri gue, tolong tau kalau gue sayang banget sama kamu," dia berhenti sebelum senyum, "Zanaya-ku"
Dengan itu dia dan member-membernya pamit dan Livestream berakhir.
Nggak lama kemudian, artikel tentang gue dan dia nikah muncul.
Bos kita langsung nelpon dan nanya apa gue tau soal ini. Dia kecewa banget sama keputusan tiba-tiba Seth tapi dia suami gue jadi apapun keputusannya, gue dukung.
Gue minta maaf sama bos gue sementara anak-anak cewek cuma senyum ke gue buat nenangin.
Gue masih inget gimana ketiganya nenangin gue kalau mereka bakal dukung gue sampe akhir.
Mereka nggak peduli kalau mereka nggak bisa lagi tampil di panggung.
Max bilang kita bisa buka usaha buat baju atau semacamnya dan gue nangis setelah itu.
Tapi kita semua tau nggak semudah itu. Kita punya kontrak.
Mereka sayang banget sama gue dan gue ngerasa kayak gue nggak pantes buat cinta dan kebaikan mereka.
Sebanyak gue nggak suka ngakuinnya, dunia idola emang agak kejam.
Seorang idola nikah artinya harus ngucapin selamat tinggal ke karir kita, nggak kayak kalau lo aktor.
Makanya gue ngerti kenapa Seth harus ngomong kata-kata itu. Dia takut sama member-membernya dan gue.
Tapi gue berharap semuanya bakal jadi lebih baik.
Gue masih natap langit waktu gue ngerasa kain lembut dibungkusin di sekitar tubuh gue.
Cekikikan lembut muncul dari bibir gue setelah gue nyium aroma yang familiar di depan gue sampai tangannya melingkar di pinggang gue.
"Kenapa kamu di sini di tempat dingin ini" dia berbisik di telinga gue dan gue ngerasa bulu kuduk gue berdiri.
Dia meluk gue lebih erat dan gue senyum.
"Gue kangen banget sama kamu." dia berbisik sambil mengayunkan tubuh kita ke samping.
"Gue lebih kangen lagi." gue bilang ke dia, jantung gue akhirnya tenang sekarang karena dia ada di sini bareng gue.
Gue ngangkat lengan kanan gue waktu gue ngerasa pipinya.
"Kamu baik-baik aja?" gue berbisik.
Gue tau apa yang udah dia lakuin bikin dia susah di perusahaannya.
"Gue baik-baik aja. Bos kita agak kecewa tapi dia ngerti." dia bilang ke gue dan gue ngelepas tangannya dari gue dan menghadapnya, tangan gue megang wajahnya.
Dia beneran cantik banget.
Gue senyum ke dia dan ngasih dia ciuman di bibir.
"Apapun yang terjadi, gue bakal tetep sama kamu. Gue sayang banget sama kamu, Seth. Kamu tau kan itu?" gue bilang ke dia dan dia senyum.
"Tentu aja dan gue bersyukur banget udah punya kamu di sisi gue selalu. Setidaknya sekarang, orang-orang tau kalau kamu punya gue. Orang-orang itu mending mundur deh." dia mencibir.
"Ck. Kata cowok yang punya cewek yang dikaitin sama dia sekali setiap dua minggu." gue nyengir.
Dia cekikikan sama kata-kata gue.
"Kamu kecewa?" dia nanya dan gue gigit bibir bawah gue waktu gue sadar gimana takutnya dia.
Hati gue kayak jatuh ke lantai ngeliat dia.
"Nggak. Malah, gue bangga banget sama kamu." gue bilang ke dia waktu gue maju sampai hidung kita bersentuhan. "Kamu ngambil keputusan yang bisa ngerusak karir kamu tapi kamu tetep ngelakuinnya buat kita."
"Tapi gue ngerasa kayak gue egois. Kamu tau kalau member-member gue dan kamu bakal kena imbasnya. Dan kamu... gue tau kamu udah kerja keras buat debut kamu." dia bilang ke gue dan gue cuma narik dia buat peluk.
"Nggak papa. Jangan khawatir soal itu. Gue bisa nari dan nyanyi kapanpun gue mau, kamu bakal jadi penontonnya. Kamu bakal nyemangatin gue kan?"
Dia nelen ludah.
"Sialan Zanaya, kedengerannya jorok di gue. Tapi gue suka." dia ngebasahin bibirnya dan gue mukul dia di bahu. Dia cekikikan.
Dia kemudian megang wajah gue dan senyum.
"Gue ngelakuin ini buat kita. Kamu udah ngelakuin banyak hal buat gue. Udah seharusnya gue ngasih tau dunia betapa beruntungnya gue udah punya kamu. Dan..." dia nunduk dikit sampai wajahnya di perut gue, tangannya nyentuh perut gue. "buat malaikat kecil ini di sini."
"Awww" gue gigit bibir waktu gue ngerasa bayinya nendang dinding di dalem perut gue.
Mata Seth jadi lebar waktu dia ngerasainnya di tangannya.
"Kayaknya bayi kita tau gimana caranya nendang keras. Dan dia jelas bisa ngenalin Ayahnya." gue cekikikan.
Dia kemudian mulai ngomong sama perut gue dan gue senyum gimana lucunya dia keliatan.
"Hai bayi, Daddy di sini. Mom dan Dad kamu excited banget mau ketemu kamu." dia merdu dan gue nggak pernah ngerasa puas dalam hidup gue sebelumnya.
Lima bulan lalu, waktu gue tau kalau gue hamil tiga bulan.
Bayangin kagetnya gue karena gue yakin gue lagi dapet tapi lebih ringan dari biasanya.
Gue takut.
Gue udah tampil banyak selama tiga bulan itu dan gue bahkan nggak sadar kalau gue hamil.
Gue takut sama bayi gue karena semua stres, nangis dan kelelahan fisik yang gue alami.
Dan waktu bos kita tau, gue pikir dia bakal marah.
Dia kecewa, iya, tapi dia tetep maafin kita.
Gue tau dia ngelakuin banyak hal buat gue dan Seth.
Kedua bos kita merencanakan semuanya dengan hati-hati.
Gue dan anak-anak cewek langsung dikirim ke Australia. Waktu itu gue masih hamil tiga bulan dan gue bahkan belum punya benjolan di perut gue yang keliatan. Dan kemudian kita syuting buat WHISTLE tv sementara perut gue belum gede.
Itu alasan kenapa mereka ngebut syutingnya karena perut gue udah mulai terbentuk.
Di Livestream kita, tubuh gue selalu harus tetep tersembunyi makanya kita biasanya ngelakuinnya di kasur jadi kita bisa nutup tubuh gue pake selimut.
Waktu itu waktu gue dikirim ke rumah sakit, Ibu pingsan karena ada darah di kasur setelah gue ngalamin sakit yang terlalu banyak.
Gue takut banget karena gue mikir sesuatu yang buruk terjadi sama bayi gue.
Untungnya aman tapi dokternya ngasih tau gue buat ngehindarin apapun yang bisa bikin gue stres.
Sekarang, gue udah delapan bulan dan bayi laki-laki gue bakal segera sama kita.
Kehamilan gue udah disembunyiin selama ini dan cuma member-member kita berdua, bos kita, dan keluarga yang tau soal itu.
Bibi gue yang seorang dokter ngelakuin pemeriksaan gue dan dia nutup kliniknya setiap kali gue punya jadwal.
Di bulan kelima, syuting buat WHISTLE tv selesai.
Selama bulan ketujuh gue, mulai ditayangin.
Nggak ada yang curiga kalau gue lagi hamil delapan bulan.
Seth dan gue mutusin buat nggak ngasih tau fans kita soal bayi kita untuk sekarang. Kita nggak mau dia dapat kebencian di usia yang masih muda ini.
Dan kita mau semuanya tetep pribadi untuk sekarang.
"Kamu pikir semuanya bakal baik-baik aja?" gue nanya dia dan dengan ciuman terakhir di perut gue, dia berdiri dan nyisir rambut gue.
"Iya, selama kita bareng." dia senyum sebelum meluk gue.
Kita nggak tau apa yang bakal terjadi selanjutnya. Tapi setidaknya kita bareng sekarang dan kita bahagia.
Selama tiga tahun, kita udah Rahasia Nikah tapi sekarang, kita bakal segera punya anak.
Ini belum akhir dari perjalanan kita, tapi awalnya...
Gue tau pada akhirnya, semuanya bakal jadi lebih baik karena kita punya keluarga, member-member kita yang sayang... Dan kita punya satu sama lain.