130
Juliet balik lagi ke warung kopi dan duduk di sana selama tiga puluh menit; dia menatap kopinya terus, tapi gak nyeruput sama sekali, dan pas dia pergi, kopinya udah dingin... Dia menghela napas panjang pas keluar dari warung kopi dan sadar kalau ponsel sama dompetnya gak ada sama dia, jadi dia harus jalan kaki dua puluh menit balik ke kantornya... kerjaannya itu rasanya lebih lama dari dua puluh menit buat dia. Rasanya kayak dua jam. Mata Lana langsung berbinar begitu Juliet masuk, tapi Juliet langsung menuju kantor Sonia sebelum ada yang sempat ngomong sama dia. Dia ngetuk pintu dan mendorongnya terbuka pas Sonia nyuruh dia masuk. Sonia lagi duduk dan baca manuskrip di komputernya... dia mengangkat mata buat liat Juliet dan ngelepas kacamatanya pas dia ngeliat ekspresi di wajah Juliet. Dia kaget banget ngeliat Michelle di kantornya padahal mereka udah gak ngomong atau ketemu selama bertahun-tahun, tapi pas Michelle santai mulai nanya soal salah satu karyawannya, Juliet, Sonia cukup pinter buat nyambungin semua potongan puzzle karena kenapa coba Michelle datang ke kantornya cuma buat nanya soal Juliet. dia menghela napas panjang dan memberi isyarat ke Juliet buat duduk, dan Juliet pun duduk. "Aku tahu ini agak terlalu cepat buat aku minta, soalnya aku cuma datang sebulan sekali, tapi boleh gak aku pulang lebih awal hari ini? Aku lagi gak enak badan," kata Juliet dan Sonia, yang tahu kalau Juliet udah pergi dan ngikutin Michelle kayak yang diceritain Lana, ngangguk. "Aku gak tahu apa yang lagi terjadi antara kamu sama Michelle Graham, Juliet, tapi aku harap kamu bisa kendaliin semuanya. Michelle kadang-kadang nyebelin. Pastiin kamu hati-hati ya, sayang," kata Sonia sebelum Juliet keluar dari kantornya, dan Juliet ngangguk...
Juliet langsung jalan ke kubikelnya dan mulai beresin barang-barangnya biar bisa pulang. Dia pengen tidur siang. "Udah mau pulang aja? Ini bahkan belum jam dua belas," tanya Lana, dan Juliet berhenti dan noleh ke rekan kerjanya. "Aku lagi gak enak badan," kata Juliet, dan Lana senyum ke dia. Dia tahu ini ada hubungannya sama Michelle Graham. "Kamu harus istirahat, mau aku panggilin taksi?" tanya Lana, tapi Juliet geleng kepala. "Aku bisa sendiri," kata Juliet dan senyum ke rekan kerjanya yang lain sebelum keluar. Semenit kemudian, Juliet jalan ke halte bis dan nunggu bis yang selalu ngebawa dia pulang, tapi bukan ke Penthouse Alex, tapi ke rumah yang dia tempatin dengan kamarnya... dia menghela napas panjang pas bisnya datang dan dia cuma berdiri di sana dan nonton sampai bisnya penuh dan akhirnya jalan. Dia kemudian jalan menjauh dan nyetop taksi... penthouse kosong pas dia sampai, Alex lagi kerja dan gak bakal pulang sampai beberapa jam. dia langsung naik ke kamarnya, berharap tidur siang bisa bantu, tapi akhirnya dia cuma bolak-balik di kasur... dia menutup matanya, tapi waktu cuma kayak lewat gitu aja pas dia tiduran... dia menghela napas kesal dan bangun dalam posisi duduk. "Harusnya aku tetap di kantor aja," gumam Juliet pas dia turun dari kasur dan turun ke bawah dan duduk di ruang tamu... Pas dia duduk di sana, natap TV tanpa ekspresi, dia mikir soal Michelle dan hidup yang pasti udah dia jalanin. Apa dia peduli sama Alex? dia mikir. Apa itu dia peduli atau nunjukin dia peduli atau mungkin dia pengen bantu Alex, tapi gak peduli gimana Juliet nyoba mikir, dia gak bisa mikirin tindakan Michelle. dia bakal bisa ngerti kalau dia denger dari sudut pandang Michelle. apa dia seorang ibu yang tersiksa yang mikir anaknya bisa sembuh dari ngadepin penyebab traumanya tapi salah paham?
________________________
_______________________
Mata Alex tertutup saat dia nyenderin kepalanya di bahu wanita yang dia cintai... dia bisa ngerasain jantungnya berdebar di dadanya, tapi meskipun matanya tertutup, dia gak bisa tidur karena perasaannya... dia ngerasa kayak beban berat akhirnya diangkat dari bahunya, dan dia akhirnya bisa bernapas lagi setelah dia cerita soal itu... Selama bertahun-tahun, dia gak punya siapa-siapa buat diajak ngobrol soal itu, dia belajar buat nyimpen perasaannya dan pikirannya sendiri karena dia mikir gak ada yang peduli, semuanya udah jadi begitu terpendam di dalam dirinya sampai kadang-kadang pas dia mikirin itu dia jadi kewalahan dan itulah gimana serangan paniknya mulai, tapi denger dia bilang ke dia kalau itu bukan salahnya bikin hatinya hangat... Pelukannya begitu menenangkan di luar kata-kata... "Gimana kerjaan hari ini?" Alex nanya, memecah lamunan Juliet. dia udah bener-bener tenggelam dalam pikiran sampai dia denger suaranya... senyum muncul di wajahnya. "Baik-baik aja," Dia bohong. setelah ngobrol sama Michelle dia udah pulang lebih awal dari kerja dan balik ke rumah buat tidur siang, berharap itu bisa nenangin syarafnya yang tegang, tapi dia gagal tidur siang dan beberapa jam kemudian Alex udah pulang... dia gak bisa ngomong apa pun ke dia jadi dia mutusin buat nyimpen semuanya sendiri... Alex kayaknya lagi senang banget, dan dia gak mau apa pun ngerusak itu.
"Harusnya kamu nunggu aku jemput, aku kaget pas aku telepon dan kamu bilang kamu udah di rumah," kata Alex, mikirin kenapa Juliet jadi anehnya diem dan kalau ada sesuatu yang terjadi yang bikin dia kesel pas dia lagi di tempat kerja, "Aku gak mau ganggu kamu," Juliet jawab, rasa bersalah di hatinya karena dia nyembunyiin sesuatu dari Alex.