75
"Apa lo udah nelpon taksi?" kata Charles, dan Gina menelan ludah... "Gue nggak perlu nelpon taksi. Gue cuma minum beberapa gelas... Gue nggak mabuk atau bahkan teler," Jawabnya, dan Charles berdiri... dia sepertinya nggak bakal biarin dia keluar ruangan gitu aja... Dia kayak mau marahin dia...
"Gimana kalo lo dihentikan polisi?" Katanya... Gina membuka mulutnya buat ngomong, tapi nggak ada kata-kata yang keluar... "Terus mobil gue gimana, gue nggak bisa ninggalin di sini." Akhirnya dia nemuin kata-kata yang pas... Dia bisa jaga diri... dia emang udah jaga diri...
"Lo nggak usah khawatir soal mobil lo. Gue bisa nganterin ke butik lo besok pagi..." Charles ngeluarin hapenya dari saku, dan Gina merhatiin dia ngapain aja sampai selesai... Matanya bolak-balik antara dia dan hapenya, dan kayaknya dia lagi nge-text seseorang...
"Gue udah nelpon taksi buat lo... lo bisa duduk dan nunggu taksinya dateng," Katanya ke dia dan ngasih isyarat buat dia duduk... Gina awalnya ragu dan pengen protes, tapi dipikir-pikir, dia nggak mau pergi sekarang, jadi dia duduk lagi... Keheningan menyelimuti mereka berdua.. Nggak ada satu pun dari mereka yang ngomong sepatah kata pun meskipun dia bisa ngerasain tatapan dia ke arahnya... dan kenapa jantungnya berdebar... kenapa dia gugup dan kenapa ruangan ini tiba-tiba panas banget... dan pipinya juga... kayak kebakar...
Gina noleh ngeliat dia, dan mata mereka bertemu dan saling menatap... butuh beberapa detik buat dia nggak ngeliatin Charles... dadanya naik turun... Gina akhirnya ngaku kalo dia udah nggak ngerasa dia nyebelin lagi. Malah, dia bikin dia gugup... Dia tau dia mulai ngerasa sesuatu buat cowok ini... Yang dia nggak tau adalah apa perasaannya... Apakah cuma sekadar ketertarikan, perasaan yang cuma lewat, atau ada sesuatu yang lain... Mencari tau apa perasaan ini pelan-pelan berkembang, hatinya bikin dia takut... Itu bisa jadi penghalang buat tujuannya dan ngeblur penilaiannya. Itu udah terjadi... Alex hampir nggak pernah ada di pikirannya. Pikirannya sekarang dipenuhi sama cowok yang duduk di sebelahnya, yang nggak berhenti natap... Rasanya tatapannya membakar dia dan cuma ningkatin kegugupannya...
"Apa taksinya udah mau dateng.. Gue bisa jaga diri," kata Gina dengan suara pelan... "Tunggu aja beberapa menit lagi... Gue nggak mau lo pergi dulu," Charles menggumamkan kata-kata terakhir, tapi Gina denger, dan jantungnya berhenti... Dia pengen dia tetep di sini... Gina menggelengkan kepalanya sedikit dalam hati... dia harus mikir jernih dan nggak terpengaruh sama kata-katanya..
Dia mengepalkan tangannya di sampingnya... ini nggak beres...
Gina berdiri tiba-tiba, nggak tahan sama ketegangan yang pelan-pelan terbentuk antara dia dan Charles... "Gue harus nunggu di luar buat taksi," Katanya dan hampir lari keluar ruangan....
Senyum tipis muncul di wajah Charles waktu dia liat dia ninggalin tasnya kayak yang pernah dia lakuin sebelumnya... Charles ngambil tasnya dan sedikit terkekeh waktu dia keluar ruangan...
Charles keluar dari pintu masuk barnya, dan matanya mulai mencari-cari sampai akhirnya ketemu sama Gina dan dunianya berhenti sejenak...
Dia berdiri di sana cuma natap dia, dan perasaan terhangat yang pernah dia rasain dalam hidupnya menyelimuti hatinya dan seluruh tubuhnya... rasanya kayak waktu berhenti, dan yang penting di dunianya cuma dia... Dia terpesona dan terpaku... Charles menelan ludah waktu dia noleh ngeliat dia... Matanya nggak pernah lepas dari dia...
Wajahnya awalnya keliatan bingung, dan terus matanya beralih ke tangannya... dia ngeliat tangannya dan sadar dia ninggalin tasnya lagi... Dia keliatan kesel sama dirinya sendiri dan mulai jalan ke arahnya... Charles nggak bisa ngalihin pandangannya dari dia waktu dia mendekat... "Taksnya belum dateng," Katanya, dan bahkan suaranya bikin hatinya meleleh kayak mentega...
"Gue yang bawa ini," kata Gina dan mengulurkan tangan buat ngambil tasnya dari tangannya waktu dia diem aja dan terus natap dia... ada sesuatu di wajahnya...
Pas dia mau ngambil tasnya dari dia, Charles megang tangannya, menghentikannya... dia ngeliat dia dengan mata lebar waktu dia ngerasain percikan tak kasat mata yang udah dia rasain waktu mereka berdua di ruangan pribadi muncul lagi... dia langsung menarik tangannya... Jantungnya berdebar kencang...
"Barusan gue mikir ada sesuatu yang gila terjadi sama gue," kata Charles dengan suara pelan. Dia masih keliatan benar-benar naksir sama dia...
Gina jadi makin bingung... dia ngomongin apa sih...
"Maksud lo apa? Apa yang terjadi sama lo?" Tanyanya? matanya menelusuri dia, mungkin dia bisa nemuin petunjuk tentang apa yang salah... tapi dia ragu itu sesuatu yang bisa dia liat dengan mata fisiknya... itu sesuatu yang lain... sesuatu yang dia pengen dan di saat yang sama nggak yakin kalo dia siap buat denger...
"Taksi harusnya udah dateng dari tadi," kata Gina gugup, mencoba mengalihkan dari apa yang lagi terjadi, tapi Charles nggak mau. untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia ngerasa kayak dia mikir dengan sangat jelas... kayak ada sesuatu yang merasuki dia atau lebih tepatnya seseorang...
"Gina, gue nggak yakin apa jawaban lo, tapi lo mau nggak nge-date sama gue... gue rasa gue punya perasaan sama lo," Charles nyeplos tiba-tiba, dan jantung Gina kayak berhenti...
Ini nggak seharusnya terjadi! "Apa!" Dia berseru kaget... dia keliatan serius banget, kenapa Gina keliatan benar-benar hancur.
_