24
"Cowok bodoh itu," Ibu menggerutu pelan saat supirnya mengantar dia dan Gina, ke tempat Juliet kerja... Dia senang punya calon menantu yang cepat mikir. Gina mengingatkannya pada dirinya sendiri... Dia ambisius dan dia suka itu... Dia hanya berharap dia gak terlalu frontal kadang-kadang... lebih baik kalau dia gak usah nyari tahu sendiri. Dia akan menangani masalah ini cepat atau lambat... "Ini tempatnya, Nyonya," kata supirnya saat mereka berhenti di depan sebuah bangunan dengan tulisan "Perusahaan Penerbitan DB."
"Kita gak ke sini buat konfrontasi dia. Cuma mau ngomong sama dia," kata Ibu, dan Gina mengangguk. Mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke dalam bangunan yang bahkan gak punya lift. Mereka harus naik tangga... Gina hampir gak megang pegangan tangga saat dia jalan di belakang Ibu... Gimana caranya orang bisa kerja di tempat kayak gini... Boutiquenya yang dia anggap kecil jauh lebih gede dari tempat ini...
Mereka sampai di sebuah pintu, dan Ibu membuka pintunya... Gina, ngikutin di belakangnya, kayak anak anjing... Tempat itu keliatan hampir kosong saat mereka masuk. Masih pagi, dan sebagian besar kursi dan meja kubikel kosong... Bahkan belum jam istirahat makan siang, tapi tempatnya udah sepi banget...
"Kamu yakin ini tempat dia kerja?" kata Ibu ke Gina, yang sekarang berdiri di sampingnya, dan Gina mengangguk. Harus yakin... Penyelidik swastanya gak pernah salah...
Seorang wanita keluar dari belakang dan berhenti saat dia ngeliat Ibu dan Gina... Matanya memindai kedua wanita itu, gak yakin kenapa mereka ada di sini. Mereka gak nyangka ada orang, dan Sonia gak ada...
"Selamat pagi," sapa dia, ke mereka berdua, matanya yang penasaran memindai mereka. Matanya hampir melebar saat dia ngeliat tas yang dipegang Gina... Dia udah ngeliat tas itu di online dan itu tas desainer yang super mahal... Apa mereka salah jalan...
"Kami nyari Juliet." kata Ibu, mencoba memastikan kalau mereka udah di tempat yang bener atau Gina salah... Dia udah pengen pergi dari tempat ini...
"Juliet... dia lagi keluar sekarang. Aku bisa telepon dia dan bilang kamu di sini mau ketemu dia," kata Lana, bertanya-tanya kenapa mereka nyari Juliet. Satu-satunya orang yang dia tau Juliet kenal adalah Ibunya dan Ibunya udah meninggal...
"Gak usah repot-repot," kata Ibu dan berbalik, tapi Lana menghentikannya dan Gina... "Siapa yang harus aku bilang udah datang mau ketemu dia. Biar dia tau harus hubungi kamu."
Ibu menoleh ke Lana dan bilang, "Aku Michelle Graham. Bilang aja gitu, dia pasti tau siapa aku."
"Michelle Graham," gumam Lana saat dia ngeliatin kedua wanita itu pergi...
Johnny juga keluar dengan secangkir kopi di tangannya... "Ada orang di sini. Aku denger suara." katanya, dan Lana menoleh ke arahnya dan mengangguk. "Dua wanita datang dan nyari Juliet..." Katanya dan mengambil cangkir kopi dari tangannya sebelum pergi. "Kamu bisa minta aku bikinin juga," kata Johnny dan memutar bola matanya, tapi Lana cuma senyum ke dia. "Aku lebih suka kopi kamu." Dia melotot ke dia saat dia nyeruput kopinya...
"Apa kita beneran dapet kerjaan gede kayak gini?" Dia bertanya, dan Lana mengangguk. "Iya, semoga berhasil. Aku gak mau nyari kerjaan baru, aku suka di sini. Jangan langsung ngajuin pengunduran diri ya," Katanya, dan Johnny menggelengkan kepalanya.
"Aku gak ada rencana begitu, aku punya firasat semuanya bakal baik-baik aja, tapi aku tau kamu mikir lain. Aku liat kamu nyari kerjaan baru di online."
"Aku tau kamu juga nyari yang baru. Semuanya juga gitu,"
"Dia beneran kerja di sana," kata Gina saat dia dan Ibu balik ke mobil. "Gak usah khawatir sayang, aku sendiri yang urus, kamu gak usah mikirin hal kayak gini. Aku yakin cuma selingan... Aku bakal atur kencan buat kamu dan Alex, terus kita bakal datang ketemu orang tua kamu dan milih tanggal buat pertunangan kalian," Ibu meyakinkan. Gina dan Gina mengangguk. Dia berharap itu cuma selingan dan sekali doang... Langsung setelah tunangan, dia bakal buru-buru ngurus semua pernikahan... itu rencananya... Dia masih mau nyari tau lebih banyak tentang Juliet. Dia penasaran mau tau Juliet itu orangnya kayak gimana. Kenapa Alex keliatan bahagia banget kalau sama dia, bikin dia bisa belajar dan pake itu...
_______________
________________
"Kamu akhirnya balik juga. Gimana hasilnya!" kata Lana saat Sonia dan Juliet balik dari tempat yang mereka tuju... Johnny juga udah balik dan gak berhasil dapet investor, tapi itu gak penting lagi...
"Iya, mereka minta kita buat jadwal pertemuan secepatnya, jadi aku butuh dukungan dari kalian semua..." kata Sonia, dan Lana seneng banget...
"Johnny mana. Dia harusnya udah balik sekarang," Sonia bertanya, dan Johnny keluar dari tempatnya....
"Aku udah balik, Lana udah cerita semuanya dan juga nyolong kopi aku," Katanya, dan Juliet tertawa kecil...
"Oke, kita semua harus kerja." Sonia pergi ke kantornya, dan mereka semua mulai kerja...
"Ada dua wanita tadi datang nyari kamu," kata Lana ke Juliet saat mereka jalan ke ruang istirahat...
"Aku?" kata Juliet, bertanya-tanya siapa itu dan terus jadi takut detik berikutnya kalau itu Bibinya yang datang nyari dia. Gimana dia bisa tau tempat dia kerja. Bahkan orang-orang di lingkungan rumahnya gak tau tempat dia kerja...
"Dia bilang namanya Michelle Graham, dan kamu bakal tau kalau aku kasih tau," kata Lana, dan Juliet langsung bingung...
"Michelle Graham? Aku gak kenal siapa pun yang namanya begitu"... kenapa mereka nyari dia, apa mereka kenalan Bibinya, atau Bibinya pake nama lain sekarang..