33
“Dia boleh pulang setelah infusannya selesai,” kata Perawat sebelum meninggalkan Alex dan Juliet sendirian… “Gue bilang gue baik-baik aja,” gumam Juliet pelan. Dia merasa lebih baik dan nggak terlalu syok kayak tadi… Alex hampir menggendongnya ke UGD pas mereka sampai di Rumah Sakit, dia harus membujuknya buat nggak gitu… Pikiran itu masih ada di benaknya. Apa ini beneran cuma kecelakaan atau insiden? Mungkin sopirnya hilang kendali dan panik pas hampir nabrak dia… “Lo udah nelpon polisi?” Dia nanya ke Alex, yang duduk di sampingnya dan matanya fokus ke dia seolah-olah dia bisa hilang kapan aja… “Udah, mereka bakal cari tau siapa pelakunya,” Dia bohong. Dia malah nyuruh Patrick buat cari tau siapa pelakunya…
“Gue mau pulang sekarang, soalnya gue nggak serius kenapa-kenapa… udah mau selesai juga.” Dia nunjuk ke infusannya… Alex ngelirik ke infusannya, terus ke dia… dia lebih suka kalo dia istirahat dulu di sini… “Mungkin lo istirahat dulu aja,” usulnya, tapi dia geleng kepala… Dia emang nggak suka rumah sakit, dan dia juga bisa tau kalo Alex juga nggak suka karena ekspresi yang dia tunjukin pas perawatnya mau masang infus… Dia takut jarum… tapi dia terlalu syok buat ngetawain itu…
Dia berdiri dan ngelepas infus dari tangannya, bikin dia khawatir… “Lo mau nganter gue pulang atau gue pulang sendiri aja?” Katanya biar dia nggak nyoba ngebujuk dia buat istirahat di sini… Dia berdiri dan menghela napas panjang…
Mereka sampai di rumahnya lebih cepet dari yang diperkirakan, dan Alex langsung keluar mobil dan cepet-cepet bantu dia buat keluar… “Gue bisa jalan sendiri kok,” Katanya ke dia, tapi dia kayaknya nggak denger. Dia mastiin buat bantu dia ke pintu depan rumahnya… Juliet menghela napas panjang dan mau ngeluarin kunci dari tasnya pas dia sadar kalo dia lupa di mobilnya… Belum juga dia ngomong, dia udah balik lagi ke mobilnya…
Matanya tertuju ke dia pas dia ngambil tasnya dari mobil dan balik lagi ke tempat dia berdiri… Jantungnya mulai berdebar-debar di dadanya, dan dia sadar perasaannya ke dia terus bertambah… “Lo mau masuk?” Dia nanya setelah ngebuka pintu depan rumahnya, dan dia ngangguk dan ngikutin dia masuk…
Jantung Juliet berdebar-debar pas dia nyalain lampu ruang tamunya dan noleh buat ngeliat dia… dia malah nabrak dadanya karena dia berdiri terlalu deket di belakangnya… dan waktu kayak berhenti pas dia ngeliat ke atas dan mata mereka bertemu… Juliet nelen ludah, jantungnya berdebar nggak karuan…
Tangannya pelan-pelan ngusap wajahnya, dan Juliet merem pas jantungnya mulai berdebar kayak mau meledak dari dadanya… Sentuhannya kayak api di kulitnya, tapi api yang bagus… Hatinya meleleh kayak mentega pas matanya kebuka… Cara dia natap dia… itu bikin dia ngerasa… susah buat dia ungkapinnya… Tapi dia nyalain seluruh tubuhnya cuma dengan tatapan, dan dia tau dia makin jatuh cinta sama dia setiap harinya… dia pelan-pelan narik tangannya, dan akhirnya dia bisa napas lagi…
Percikan api mulai muncul di antara mereka berdua, dan mata Alex beralih dari matanya ke hidungnya terus… bibirnya… Alex ragu-ragu dan maksa diri buat buang muka… dia terlalu menggoda, dan dia nggak tau berapa lama dia bisa nahan diri, tapi apa yang dia omongin selanjutnya kayak ngeguncang tekadnya… “Kenapa lo bikin gue ngerasa kayak gini terus… lo berubah?” Juliet nyeplos, nggak bisa nerima hubungan mereka yang kayak gimana pun… Dia nggak tau ini mau dibawa ke mana, dan dia pengennya dibawa ke sesuatu… dia pengen dia jujur sama dia… Apa dia suka sama dia atau nggak…
Dia menghela napas panjang pas dia cuma natap dia dan nggak ngomong apa-apa. Dia nggak bisa cuma bikin dia ngerasa kayak jantungnya mau meledak dari dadanya dan bersikap seolah-olah dia nggak ngelakuin itu… “Apa yang lo mau dari gue, Alex…” Katanya dengan suara pelan dan matanya menatap matanya… Alex nelen ludah dan mengepalkan tangannya…
Dia pengen lebih dari itu sama dia… dia pengen meluk dia erat-erat dan nyium dia sampe mereka berdua kehabisan napas… dia pengen bilang ke dia kalo jantungnya berdebar nggak karuan cuma karena deket sama dia… Dia pengen bilang ke dia siapa dia… Dia cuma pengen sama dia… Kedamaiannya… Tapi dia bimbang…
Cuma hari ini aja, dia hampir ketabrak orang, dan dia tau itu entah gimana berhubungan sama dia… Dia takut dia bisa terluka karena dia dan lebih baik kalo dia nggak tau siapa dia, dengan begitu dia bisa ninggalin dia sendirian dan nggak ngebawa dia ke dalam hidupnya yang berantakan. Apa dia bisa sama dia nanti, apa dia bisa bertahan dengan hidupnya? apa dia bisa ngejalanin hidupnya kayak gini
Tapi masalahnya adalah dia nggak bisa ngejauh dari dia… dia selalu nemuin dirinya di depan rumahnya atau di taman nyariin dia, pengen banget ketemu dia meskipun pikirannya teriak nyuruh dia buat ngejauh dari dia… Dia nggak bisa… Gimana caranya dia bilang semua ini ke dia… Dia nggak bisa ngeyakinin dirinya buat bilang dia udah punya perasaan ke dia karena itu cuma akan makin ngerumitin segalanya… dia nggak akan bisa nyimpen identitasnya dari dia lagi…