94
Charles duduk di restoran, nunggu Gina datang. Dia senyum-senyum sendiri, sambil bersenandung... Dia telat beberapa menit, tapi dia nggak peduli. Dia siap nunggu selama yang dia butuhkan, asal bisa ketemu dan bareng dia... "Mau pesan sesuatu, Pak?" Pelayan yang nyamperin nanya... Dia senyumnya cerah banget, tapi Charles nggak peduli. Cuma ada satu orang di pikirannya, dan dia yakin orang itu nggak akan hilang dari pikirannya dalam waktu dekat... "Nggak usah, saya baik-baik aja," jawabnya... Si pelayan hampir ngedipin mata ke dia, tapi nggak jadi waktu Charles nolak buat natap dan merhatiin dia... Dia pergi dengan cemberut, dan cemberutnya makin dalam pas dia lihat wajah Charles cerah karena cewek yang baru masuk pintu...
Wajah Charles langsung cerah waktu dia masuk... Matanya nyari-nyari sampai akhirnya berhenti di dia... Dia langsung senyum ke arahnya, tapi dia nggak senyum balik, kelihatan agak capek... "Maaf aku telat," kata Gina sambil duduk... "Nggak papa," jawab Charles... "Kamu baik-baik aja?" Dia nggak bisa nggak nanya... "Aku baik-baik aja, tapi aku perlu ngomong sesuatu yang penting ke kamu," jawab Gina pelan... Jantungnya berdebar nggak karuan di dadanya... Alasan dia telat karena dia nggak mau ketemu dia dan hampir batalin janji makan siang mereka setelah kunjungan dari ayahnya... Tapi setelah mikir keras, dia akhirnya mutusin apa yang harus dia lakuin... Tapi dia nggak yakin mau ngelakuinnya lagi sekarang, setelah dia duduk di depannya.
Dia kelihatan bahagia banget, dan dia kebalikannya... Kesedihan yang mendalam yang akan ngehancurin kebahagiaan barunya.
"Oh, kita bisa ngobrol setelah makan siang," kata Charles, dan hampir manggil pelayan yang tadi, tapi Gina ngomong, "Nggak bisa nunggu, aku harus ngomong sekarang," katanya, dan harus narik napas dalam-dalam sebelum lanjut... Charles bisa ngerasain betapa seriusnya yang mau dia omongin, dan sebagian dirinya bisa bilang kalau dia nggak akan suka... Sama sekali nggak suka... Dia bahkan nggak bisa natap mata Charles...
"Aku...aku mungkin...mau tunangan," Gina akhirnya ngomong, dan dia ngerasa hatinya hancur waktu lihat ekspresi bingung di wajah Charles... Dia langsung nyesel ngomong gitu, tapi nggak bisa ditarik lagi... "Apa?" kata Charles nggak percaya... "Maaf, tapi aku rasa kita nggak bisa lanjut..." Katanya sambil berdiri...
Gina langsung ngambil tasnya dan mulai pergi, dan butuh beberapa detik buat Charles buat mencerna kata-katanya... Dia hampir sampai ke mobilnya waktu Charles narik tangannya, ngehentiin dia buat pergi...
"Maksudnya kamu mau tunangan...? Nggak mungkin... Kamu bilang kamu single," katanya, dan Gina ngeluarin semua usahanya buat nahan air mata yang mau keluar dari matanya... "Maaf, tapi seharusnya aku kasih tau kamu, aku kebawa suasana..." Gina berusaha bersikap dingin ke dia, tapi susah banget, padahal yang dia mau cuma nangis dan cerita semuanya yang terjadi, dan gimana dia bisa kehilangan butiknya kalau dia nggak nurutin permintaan ayahnya... Tapi dia nggak bisa cerita, gimana dia akan dinilai... Kayak orang yang nggak peduli sama dia, dan cuma mikirin untungnya sendiri?
"Tolong lepasin tanganku, aku harus pergi... Ini nggak kayak kita pacaran atau apa, ini cuma spontan aja, dan aku udah nggak mikirin itu lagi... Dan aku rasa, udah waktunya kamu move on juga," kata Gina dingin ke Charles, dan dia masih nggak bisa natap matanya... Charles pelan-pelan ngelepasin tangannya, dan Gina ngerasa hatinya kayak mau copot... Dia nggak bilang apa-apa lagi, dan dia berharap dia ngomong sesuatu...
Tapi dia nggak ngomong apa-apa, malah cuma berdiri di sana dan ngeliatin dia masuk mobil dan pergi... Gina mengepal tangannya sambil natap dia... Hatinya udah sakit banget... Dia nyetir mobilnya pergi dari restoran, dan saat itulah dia akhirnya nangis... Dia mulai hiperventilasi dan harus berhentiin mobilnya di pinggir jalan waktu air mata mulai ngeblur penglihatannya... "Aku nggak seharusnya ngelakuin itu... Aku nggak seharusnya ngelakuin itu..." Dia bergumam di antara isakannya, dan tangannya bergerak ke dadanya yang sakit banget... Dia nggak nyangka dia akan ngerasa kayak gini, padahal dia baru kenal dia sebentar, dia nggak nyangka seberapa besar perasaan dia ke dia tumbuh...
Butuh banyak kemauan buat dia buat nggak muter balik mobilnya dan balik lagi ke dia supaya dia bisa bilang dia nggak bermaksud dengan kata-katanya dan dia mau bareng dia, tapi dia nggak bisa... Dia nggak bisa... Nggak waktu dia egois banget dan takut sama kemarahan ayahnya... Nggak waktu dia nggak bisa mikir jalan keluar dari masalah yang dia hadapi...
Gina baru mau nyalain mesin mobilnya waktu teleponnya mulai bunyi... Dia ngapus air mata dari matanya dan berdeham sebelum ngambil tasnya dan ngambil teleponnya... Jantungnya berhenti waktu dia lihat siapa yang nelpon...
Itu dari Charles... Kenapa dia ngelakuin ini ke dia! Dia pengen teriak frustasi..
Dia nunggu sampai teleponnya berhenti bunyi dan baru mau masukin lagi ke tasnya waktu teleponnya mulai bunyi lagi... "Kamu mau apa lagi dari aku!" Gina teriak dan hampir banting teleponnya... Tapi dia cuma ngelemparnya dan nyalain mesin mobilnya... Dia tau kalau denger suaranya akan jadi titik lemahnya... Dia akan jadi berantakan dan akan narik kata-katanya, yang cuma akan memperparah masalah...
Dia selalu tau kebahagiaan nggak ditakdirkan buat dia, tapi waktu singkat dia bahagia adalah waktu terbaik dalam hidupnya, dan perlahan mereka juga jadi momen yang nggak bahagia buatnya karena mikirin itu cuma bikin dia sedih...