69
Alex berhenti nyium-nyium lehernya, terus tangannya mulai 'nakal' di bawah kausnya, dan Juliet merintih pengen pas tangannya nempel di bawah bra-nya... saat itu, dia takut jantungnya mau keluar dari dada karena saking kencengnya deg-degan... Dia udah lebih dari sekadar grogi sekarang, tapi nggak bisa nyuruh dia berhenti... Perasaannya campur aduk...
"Kamu mau aku berhenti?" kata Alex pelan... pas tangannya nyentuh lagi di situ, dan dia ngehela napas... "Julie," bisik dia, manggil namanya biar dia liatin dia... Juliet pelan-pelan ngangkat matanya, ngeliatin dia... dia nggak tau harus jawab apa... "Aku rasa aku nggak bisa nahan diri kalau aku lanjutin... kamu oke nggak... Aku nggak akan pernah ngelakuin apa yang kamu nggak mau." Dia nyium bibirnya pelan... seluruh badannya tegang karena pengen... dia buka mulutnya buat ngomong. Nggak ada kata-kata yang keluar... malah, Juliet nyium dia... dia ngikutin kata hatinya sekarang... Alex nyium balik, dan dia desah di mulutnya pas tangannya megang salah satu payudaranya... Juliet menjerit kaget dan ngeputus ciumannya... badannya gemeteran... "Kamu nggak papa?" Alex nanya, agak kaget sama reaksinya... "Aku nggak papa," katanya dengan suara yang hampir nggak kedengeran... Alex bisa liat tangannya gemeteran, dan dia langsung bisa nahan diri lagi... Dia nyuruh dia turun dari pangkuannya dan malah duduk di sofa deket dia... Terus dia berlutut di depannya... "Maaf, aku cuma beneran grogi," kata Juliet... dia pengen nampar diri sendiri karena saking groginya tiba-tiba pas dia nyentuh dia kayak gitu... Perasaan yang dia rasain asing banget, sampe bikin dia agak takut... dan dia bereaksi kayak gitu padahal dia nggak mau...
"Nggak papa," kata Alex sambil senyum ke dia... hapenya mulai bunyi, bikin mereka berdua noleh... "Kamu angkat aja," kata dia ke dia, dan Alex ngangguk... Dia udah tau siapa yang nelpon sebelum dia ngambil hapenya... orang yang hobinya gangguin... Patrick...
"Lo mau apa sih?" Alex coba ngomong pelan... dia noleh ngeliatin Juliet, dan dia lagi natap dia sambil sedikit senyum...
Juliet ngepalin tangannya dan ngegeretuk gigi pas Alex nggak liatin dia... kenapa dia harus bereaksi kayak gitu... Apa dia harus bikin keliatan banget kalau dia nggak punya pengalaman... Paling jauh dia sama cowok sebelum ini cuma hampir ciuman pas cowok itu nganterin dia pulang abis kencan pas dia kuliah, tapi Ibunya udah ngeganggu ciuman itu dengan ngebuka pintu depan rumah persis sebelum mereka bisa ciuman... Dia malu banget waktu itu dan ngehindarin cowok itu setelahnya... Sejak itu, dia nggak pernah kencan lagi sampe dia ketemu Alex... Juliet sempet agak yakin kalau dia mungkin nggak akan pernah ngerasain romansa, tapi sekarang dia ngerasain itu dan dengan kecepatan yang lebih cepet dari yang dia bayangin...
"Oke, aku segera ke sana," dia denger Alex ngomong ke siapa dia ngomong. Dia udah mau pergi aja?
Alex noleh ngeliatin dia dan senyum... dia berdiri beberapa langkah di belakang dia dan nggak duduk lagi... "Kamu udah mau pergi?" dia nanya, dan dia ngangguk... "Iya, mereka butuh aku di kerjaan,"
"Kamu ada masalah sama bos kamu... dia pasti marah sama kamu... kamu harus minta maaf ke dia, oke?" kata dia, dan Alex ngangguk dan ngasih. Dia ngasih dia pelukan hangat, dan dia meluk balik dan ngehela napas panjang...
"Aku nggak mau pergi," kata Alex pelan, dan senyum muncul di wajahnya... dia udah nggak ngerasa grogi... "Tapi kamu harus," jawab dia, dan Alex ngehela napas sekali lagi... "Kita harus makan siang bareng besok," saran dia, dan dia ngangguk.
Dia udah kelewatan kesempatan buat ngasih tau siapa dia sebenarnya... Dia bakal ngasih tau pas mereka makan siang bareng... "Iya, kita harus... Aku punya tempat yang bisa kita datengin buat makan siang... atau kita bisa makan siang di sini kalau kamu mau."
dia ngeputus pelukannya dan dia ngelus wajahnya pelan-pelan... Dia pengen banget bisa bawa dia kemana pun dia pergi...
"Apa aja yang kamu mau," kata Alex... dia ngerapat dan nyium dia kilat....
________________________
_________________________
"Kamu jadi kayak aku?" Alex nanya Patrick pas dia masuk ke ruang kerjanya... Dia udah nyuruh Patrick buat pulang dan libur akhir pekan, tapi ini dia berdiri di depannya, sambil bawa map di tangannya...
"Saya pikir ini penting buat Anda, Tuan..." kata Patrick dan ngasih map itu ke Alex... Alex ngambil map dari Patrick, dan senyum langsung muncul di wajahnya pas dia liat isi dokumen di map itu...
"Kamu bisa aja nunggu sampe besok, tapi bagus kerjaannya," kata Alex... "Saya nggak bermaksud kepo, Tuan, tapi buat apa Anda butuh bangunan ini..." Patrick nanya pertanyaan yang udah ngeganjel di pikirannya... Dia jadi penasaran pas Alex nyuruh dia buat beli bangunan yang deket sama lingkungan Juliet...
"Oh, ini bukan buat aku... Aku belinya buat orang lain... Aku mikir buat renovasi dulu," kata Alex... dan Patrick langsung bingung... dia cuma bisa mikir satu orang...
Alex ngeliat sekretarisnya yang bingung dan bilang...
"Masukin rumah itu atas namanya dia," kata Alex ke Patrick, dan mata Patrick langsung membelalak... "Tuan!" kata Patrick, nggak percaya apa yang dia denger... "Apa aku harus ngulang lagi, atau kamu pura-pura nggak denger aku?" Alex nutup laptopnya dan ngelipat tangannya di dada... "Masukin atas namanya... nama Juliet, sebelum kamu nanya siapa yang aku omongin"...
Alex ngulang... makin bikin Patrick bingung... yang beli bangunan buat pacar yang baru dia kenal lebih dari sebulan... Dia bahkan nggak tau kalau dia itu Alex Graham...