154
Alex nyetir mobilnya ke kompleks rumahnya, matanya penuh amarah pas dia berhentiin mobilnya... dia langsung jalan ke pintu depan rumah yang udah berbulan-bulan nggak dia datengin dan nyoba buka pintunya, tapi kekunci. Ini kayaknya bikin dia makin marah... dan bukannya neken bel buat ngasih tau ada orang, dia cuma berdiri di situ, natap pintu dengan tatapan dingin... dia benci banget rumah ini karena penuh kenangan yang pengen banget dia hapus dari otaknya. Dia ngejauh dari pintu depan dan balik lagi ke mobilnya. Pintu depannya kebuka, dan saat itu, kepala pelayan Alex keluar ke arah mobil Alex, ninggalin penghuni rumah. Mukanya kelihatan penasaran dan bingung pas dia ngeliat mobil itu pergi dan mikir kenapa Alex nggak masuk ke rumah...
"Alex," kata Juliet semangat pas dia buka pintu depan dan ngeliat Alex. Mukanya cemberut, tapi langsung ilang pas dia ngeliat wajahnya... "Kamu pulang cepet," kata Juliet sambil ngasih jalan buat dia masuk rumah, dan dia ngangguk. Harusnya dia balik ke rumah barunya dulu... dia adalah rumah barunya yang nggak punya kenangan buruk, tapi kenangan yang bikin dia bahagia... "Iya, aku mutusin buat pulang cepet," jawab Alex dan nggak mau cerita tentang Michelle... dia kelihatan semangat banget ngeliat dia... Alex nanya tentang hari Juliet, dan dia mulai cerita tentang gimana dia ngehabisin waktu sama neneknya... "Aku beliin dia gaun baru," kata Juliet semangat, dan Alex senyum... dia kelihatan bahagia banget, dan hatinya terasa berat... dia bisa ngeliat binar di matanya pas dia cerita tentang neneknya dan Alex nggak mau pernah ngebawa dia ke tempat dia tumbuh... dia pengen bikin tempat yang lebih baik buat dia... Pikirannya mulai mikirin tempat kayak apa yang dia suka... dia kayaknya bukan tipe yang suka tinggal di pedesaan... Dia punya kompleks kecil yang dia warisin dari kakek neneknya yang udah lama nggak dia kunjungin. mungkin dia bisa renovasi seluruh tempat itu... lahannya juga lebih dari cukup...
Udah mau waktunya makan malam, dan sekarang giliran Juliet yang masak makan malam buat mereka berdua...
Alex narik napas panjang pas dia makan malamnya, pikirannya balik lagi ke Ibunya dan apa yang dia bilang pas mereka di ruang kerjanya... dia tau udah telat buat dia minta maaf, tapi ada bagian dari dirinya yang mikir apa dia tulus. Mata Juliet tertuju ke Alex, dan dia langsung nyadar ada yang nggak beres sama dia, tapi dia nggak nanya sampe mereka selesai makan malam dan duduk di ruang keluarga. Dia bawain segelas air putih dan duduk di sampingnya... dia keliatan kayak lagi melamun, pikirannya jauh sampe Juliet ngomong sama dia...
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Juliet, dan Alex geleng kepala pelan... dia noleh natap dia dan narik napas panjang. "Ibuku dateng ke ruang kerjaku hari ini, dan dia berasa kayak orang yang beda banget," jelas dia, tapi Juliet agak bingung maksudnya. "Dia bilang dia minta maaf..." tambah Alex dengan suara pelan. Hati dan kepalanya terasa berat, dan dia nyibir... "Udah telat banget buat dia bilang gitu sekarang, coba aja dia lakuin itu dua puluh tahun lalu, pasti beda." Juliet natap Alex dengan khawatir di matanya... dia khawatir sama dia karena meskipun dia bersikap kayak nggak peduli, dia tau, dia tau dia peduli tapi lagi berusaha ngejauhin itu... "Alex," Juliet manggil namanya pelan, dan dia senyum tipis ke arahnya. "Aku nggak apa-apa, kamu nggak usah khawatir," Dia ngeyakinin dia dan bangun dari sampingnya. Juliet noleh natap Alex pas dia jalan ke atas... dia narik napas panjang dan inget obrolan dia sama Michelle... apa itu yang bikin dia ngelakuin ini... dia berdiri dan ngikutin dia pas dia sampe di kamar, dia lagi berdiri di lemari dengan punggung menghadap dia dan dia mau buka bajunya... Juliet jalan ke arah Alex dan meluk dia dari belakang dan nyenderin kepalanya di punggungnya dan Alex membeku dan nengok kepalanya buat natap dia... "Aku nggak apa-apa," Katanya dengan suara pelan, dan begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, dia tau dia nggak apa-apa dan udah bohongin diri sendiri selama ini... mereka berdua berdiri di situ dalam diam pas kenangan dari masa kecilnya nyerbu pikirannya, dan dia nelen ludah... Napasnya jadi agak nggak karuan, dan tangannya bergerak ke tangan Juliet. Meluk dia... Juliet ngelepas tangannya yang meluk Alex pas dia noleh pelan buat natap dia... Ada kesakitan di matanya saat itu, kesakitan yang mentah, nggak disembunyiin yang Alex udah simpen jauh di dalam dirinya sejak dia masih kecil... kesakitan yang perlahan mulai ngehancurin dia sebelum dia ketemu Juliet... Itu perasaan yang luar biasa yang bikin dia susah buat bernapas dan ganggu hidupnya... Tapi pas Juliet ngebuka tangannya dan senyum ke arahnya, hatinya terasa hangat, dan dia langsung meluk dia dan ngebuat dia lebih deket. Alex nguburin kepalanya di lekukan lehernya dan merem, dan dia nepuk-nepuk punggungnya pelan... "Kamu nggak usah bersikap kayak kamu baik-baik aja di depanku... Aku selalu ada buat kamu kayak kamu buat aku... selalu," Katanya pelan ke dia, dan Alex ngangguk dan nggak mau pernah ngelepas... Dia nikmatin banget ada di pelukannya... dia cinta sama dia dan tau dia nggak bisa hidup tanpa dia...
"Kamu tau nggak sih?" Alex berbisik dengan suara pelan dan ngelepas pelukan mereka... matanya natap mata indahnya... tangannya bergerak ke wajahnya, dan dia ngelus dengan lembut... dia kelihatan cantik banget... "Aku nggak nyangka aku bisa bertahan hidup tanpa kamu... Aku cinta banget sama kamu... Bahkan aku nggak bisa jelasin perasaannya dengan kata-kata." dia ngehela napas, dan sebelum sebelum Juliet bisa nyerna apa yang dia bilang Alex ngebuat dia lebih deket dengan pinggangnya dan nangkep bibirnya... dan Juliet langsung ngebales ciumannya... hatinya meleleh pas mereka ciuman dan rasanya lebih dari sempurna