Mimpi
*"Zero..."* Aku memanggil pria yang berdiri di depanku, dia cuma lihat ke arah lain. Aku cemberut waktu dia gak peduliin aku.
*"Zer--"*
*"Kita gak boleh menang, Gelap."* Aku lihat percakapan Zero, Gelap. Aku memutar bola mata ke sana kemari dan lihat kita lagi main, tapi di tempat lain.
*"Mereka gak bakal biarin."* Aku lihat Gelap yang hadapin Zero. "Lo tau kan, kawan kita Zero, mereka gak terima kekalahan." Kata Gelap jadi kita ini Zero.
"Kalian ngomongin apa sih?" tanyaku tapi mereka kayak gak lihat aku.
*"Kita harus bikin seolah-olah kekalahan kita ini kecelakaan."* Kata Zero, jadi aku makin bingung.
*"Terbang, kita harus ngomong sama dia dan--"*
*"Zero, kita gak tau dia setuju apa enggak sama rencana kita. Mungkin nanti pikirannya juga diracuni, kayak Shadow."* Keningku berkerut, Shadow?
"Shadow sama kalian?" tanyaku tapi mereka gak jawab.
*"Kita harus lakuin, Gelap, kalau enggak, Moonlight bakal menang lagi dan lo tau apa yang bakal terjadi."* Kata Zero. Aku gak ngerti mereka ngomongin apa, apa yang bakal terjadi? Apa--
"Zero, ada lawan datang." Kita benerin posisi dan mau ambil busurku dari belakang, eh aku ngerasa gak ada, aku lihat Zero dan ternyata dia pegang busur yang aku punya.
Tiap dia lepas anak panah, langsung kena musuh yang mendekat, dia bisa kendaliin busur dan anak panahnya kayak punya dia sendiri.
"Zero!" teriakku ke musuh yang mendekat, tapi Gelap langsung bunuh musuh itu. Aku hela napas lega waktu lihat semua musuh udah mati, tapi aku cemberut waktu lihat darah keluar dari bajunya.
"Z-Zero..." panggilku gemetar. Aku bisa lihat gimana Zero pegangin perutnya, aku lihat ke belakangnya dan ternyata ada anak panah nancep di punggungnya. Mataku membelalak dan aku lihat orang di belakangnya.
*"Zero..."* Gelap manggil, yang ada di belakangnya dan pegang busur dan anak panah.
"Zero!" teriakku dan duduk, aku ngatur napas dan pegangin kepala waktu ngerasa sakit.
"Bulan, lo gak papa?" Aku lihat ke orang yang ngomong. Star.
"Guys, dia udah bangun." Star manggil dan lihat ke aku lagi.
"Gimana perasaan lo? Sakit?" tanya Shadow bertubi-tubi sambil mendekatiku. Aku cuma lihat dia dan gak ngomong.
*"Zero, kita gak tau dia setuju apa enggak sama rencana kita. Mungkin nanti pikirannya juga diracuni, kayak Shadow."* Aku inget apa yang Gelap bilang ke Zero di mimpi aku.
Aku lihat beberapa temenku masuk tapi gak ada Ice dan Hujan.
"A-aku gak papa." kataku. Aku ketelan, mimpi macam apa itu?
"Kalo gitu, lo harus mulai makan. Kita cari Hujan sama Ice." Kata Red dan tatap aku sinis. Star ngasih aku makanan. Aku cuma makan pelan-pelan sambil mereka perhatiin apa yang aku lakuin.
"Aneh." kataku.
Mereka buang muka.
"Denger, aku gak tau sihir apa yang lo lakuin kemarin." Kata Red, jadi aku lihat dia.
"Beneran lo bisa kendaliin pikiran kita bertiga juga kekuatan kita?" tanya Cloud. Aku lihat Shadow.
"Gue kasih tau mereka." Kata Shadow dan buang muka.
"Gimana caranya lo lakuin itu Bulan? Kita kira lo cuma bisa baca pikiran lo aja?" tanya Star. Aku turunin makanan yang aku pegang terus buang muka.
'Gue gak tau." kataku.
"Gak mungkin lo gak tau Bulan." Kata Red dan silangin tangannya.
'Gue gak inget apa-apa." kataku.
"Atau mungkin lo nyembunyiin dari kita kalo lo punya kekuatan lain." Aku lihat apa yang Red bilang.
"Lo berencana buat kalah di game?" tanya Red jadi aku cemberut.
"Mungkin, ini bukan waktu yang tepat buat berantem." Kata Shadow dan lihat Red.
"Bahkan Bulan kaget sama apa yang dia lakuin, dia juga gak tau dia punya kemampuan itu." Kata Shadow dan lihat aku.
"Satu lagi, gue kenal Bulan. Dia gak bakal lakuin apa pun yang bikin kita kecewa. Bener kan Bulan?" tanya Shadow sambil lihat aku.
*"Jangan menang di game."*
*"Kita gak boleh menang, Gelap."*
Aku inget apa yang Zero bilang dan mimpiku. Dia gak mau menang. Aku gak tau kenapa tapi aku rasa ada alasan mendalam buat itu.
"Kita bakal menang." kataku dan nelen ludah.
Shadow senyum ke aku terus pegang tangan kiri aku dan cium. Aku cuma natap dia dan lihat kita semua yang lagi liatin kita.
Shadow sama Red pengen banget menang, aku gak tau kenapa tapi aku bakal tetep ikutin Zero. Aku tau mimpi aku dan apa yang Zero bilang punya arti.
Dan itu yang bakal aku tau waktu aku lihat Gelap.