Alasan
Gue takut soalnya gue udah ngecewain kepercayaan Nona Red. Gue bahkan gak tau dia di mana sekarang dan siapa yang sama dia. Gue deg-degan mikirin apa yang bakal dia omongin ke orang-orang yang sama kita. Gue tau salah belain Gelap, tapi gue butuh Gelap buat cari tau kenapa Zero gak mau Cahaya Bulan menang.
"Lo mikir terlalu dalem." Gue denger Gelap ngomong gitu di samping gue, di pohon tinggi tempat kita ngumpet karena itu satu-satunya tempat yang keliatan aman.
"Lo masih mikirin yang tadi teriak-teriak itu? Kenapa lo belain gue? Jangan-jangan lo suka gue?" Gue natap dia, emang dasarnya dia gak pernah bisa serius.
"Harapan." Kata gue sambil natap dia.
Dia narik napas dalem-dalem.
"Gue gak nyangka lo milih ikut gue daripada Nona Red." Kata dia. Gue juga gak nyangka gue nyakitin Nona Red.
"Gue tau ada alesan kenapa lo ikut gue." Kata dia, jadi gue noleh ke dia.
"Kenapa Zero gak mau Cahaya Bulan menang?" Tanya gue, dia ngeliatin gue kayak kaget.
"Gue mimpiin lo, ngomong. Dia bilang dia gak mau Cahaya Bulan menang dan lo tau alesan kenapa dia gak mau Cahaya Bulan menang." Kata gue trus buang muka.
"Lagian waktu itu pas kita pisah karena monster, gue liat dia, dan nyuruh gue buat gak menangin Cahaya Bulan." Tambah gue, dia cuma diem jadi gue liatin lagi.
Dia lagi ngeliatin ke kejauhan, sekarang auranya serius dan juga lagi mikir keras.
"Gelap, kasih tau gue yang sebenernya, kenapa Zero gak mau Cahaya Bulan menang?" Tanya gue. Dia ngeliatin gue dengan tatapan khawatir di matanya.
"Tiap tahun, gamenya dirayain. Selain piala yang dibawa pulang, ada hadiah lain yang bisa didapetin kalo lo menang," kata dia. Dia ngeliatin ke depan.
"Semua orang yang menang MLA bakal punya kesempatan buat ketemu Hasreffa." Kening gue berkerut. Siapa tuh?
"Siapa dia?" Tanya gue.
"Makhluk paling kuat di dunia, dianggap dewa yang hidup." Jawabnya.
"Hasreffa bisa ngasih apa aja yang diminta sama makhluk, dia bisa bikin terkenal, ngasih banyak kekayaan, ngerubah makhluk, ngasih kekuatan makhluk dan ngebawa balik yang hilang," kata dia.
"Terus kenapa Zero gak mau menangin Cahaya Bulan?" Tanya gue.
"Karena dia gak mau ngelakuin apa yang disuruh keluarganya." Jawab dia sambil nahan gue.
"Sepanjang hidupnya Zero nurut sama Ayah dan Ibu nya. Sepanjang hidupnya, dia bakal nurut sama mereka. Tuan dan Nyonya Steler pengen Cahaya Bulan menang dan Zero pengen dia dapetin kekuatan yang lebih kuat dari Hasreffa.." Gue kayak lemes denger Gelap ngomong gitu.
"Tapi Zero gak mau ngelakuin itu karena dia tau itu salah dan ada efek sampingnya buat dia kalo itu yang dia minta." Kata Gelap.
"Dia tau dia bisa nyakitin orang lain kalo dia ngikutin perintah orang tuanya." Kata Gelap trus ngeliatin gue.
"Makanya Zero gak mau menang." Kata gue sambil nunduk.
Gue kasian sama Zero, semua yang orang tuanya mau dia turutin tapi dia gak mau ngelakuinnya. Tapi trus pertanyaan lain muncul di pikiran gue.
"Sekarang, Tuan dan Nyonya Steler udah nekat buat menang karena mereka pengen minta sesuatu sama Hasreffa." Gue ngeliatin Gelap.
"Apa?" Tanya gue.
"Mereka pengen balikin sesuatu." Jawab dia yang bikin gue bingung.
"Siapa?" Tanya gue. Dia cuma ngangkat bahu dan gak ngejawab pertanyaan gue.
'Kalo lo gak mau jawab siapa yang mereka pengen balikin yaudah kasih tau gue Zero di mana." Kata gue. Dia tetep diem sambil noleh ngeliatin serius ke depan.
"Gelap--"
"Gue gak tau Bulan." Jawabnya serius trus noleh ke gue.
"Gue bukan orang yang tepat buat lo tanyain hal itu" katanya jadi gue nunduk dan lemes.
Yang gue mau cuma tau Zero di mana dan kalo dia baik-baik aja, gue pengen tau jawaban dari pertanyaan gue. Gue punya banyak pertanyaan tapi Gelap gak bisa jawab, cuma Zero yang bisa jawabnya. Hal yang gue gak tau harus cari dia di mana dan gimana caranya.