BAB 68
'Gue Detektif St.Clair dan ini partner gue Detektif Charles.' Mereka berdua nunjukin lencana mereka, kayaknya bangga banget deh.
'Kita mau nanya beberapa pertanyaan tentang apa yang terjadi di apartemen sama adek lo.'
Gue ngangguk setuju.
'Kita mau lo inget semua detail yang lo bisa inget,' kata Detektif Charles.
Gue ngeluarin napas berat.
'Gak papa. Ceritain aja ke mereka,' mama ngasih isyarat sambil ngusap punggung gue buat nenangin.
'Jasmine dianter sama bapaknya bayinya di apartemen. Kita duduk di sofa dan nonton televisi sambil makan popcorn. Kira-kira jam sebelas malam, gue mulai ngantuk jadi gue bilang ke dia gue mau tidur. Dia tetep duduk dan nonton acara favoritnya. The Parkers.
Pas tengah malem, gue denger dia teriak dan manggil nama gue. Gue bangun dari kasur dan nyalain lampu kamar di ruang tamu, tempat gue denger dia manggil.
Gue liat ada sosok berdiri di atas dia dan dia megangin perutnya. Gue ngambil pisau di dapur tapi cowok itu kabur.'
'Bisa lo deskripsiin orangnya?' tanya detektif yang satu lagi.
'Dia pake baju item dan pake hoodie jadi gue gak bisa liat mukanya jelas tapi
Gue ikutin dia keluar dan liat dia masuk ke mobil item.'
'Bisa lo identifikasi mobilnya?'
'Mobil item. Gue gak sempet liat plat nomornya. Dia ngebut cepet banget.'
'Lo tau ada orang yang mau nyakitin adek lo?'
Gue ngangguk sebelum jawab. 'Bradley Pittsburg.'
'Bradley Pittsburg?'
'Iya, Pak.'
'Emangnya itu bapaknya bayi?'
'Bukan. Evan Hollen bapaknya bayi.'
'CEO Hollen Tower?'
'Bener.'
'Lo bilang dia nganter Jasmine ke apartemen. Lo tau mereka lagi di mana sebelum dia nganter?'
'Jasmine tinggal sama dia beberapa waktu.'
'Mereka tinggal bareng?'
'Iya. Agak gimana gitu.'
'Jadi kenapa dia nganter dia balik?'
'Gue rasa mereka salah paham.'
Gue gak mau ngebuang Evan ke dua serigala itu tapi emang kenyataannya gitu. Kalo mereka gak denger dari gue, mereka bakal denger dari Jasmine.
Evan lari ke arah kita.
'Gue dapet pesan lo. Ada apa nih? Jasmine mana?' dia nanya dengan tampang khawatir dan dia ngos-ngosan.
'Lo Evan Hollen?' Detektif St. Clair nanya, ngeliatin dia.
'Iya,' jawab Evan.
'Lo punya mobil item?'
'Iya,' jawab Evan lagi. Dia ngeliat ke dua detektif itu, 'Tunggu tunggu tunggu! Ada apa nih? Gue tersangka?'
'Semua orang tersangka,' jawab detektif Charles dan mendekat ke Evan.
'Bisa lo ceritain kenapa lo sama Zenia Blackman berantem sebelum lo nganter dia?' Detektif Charles nanya dia.
Evan ngeliat gue dan gue langsung nyungsep di kursi.
'Gue sama Jasmine udah gak pacaran lagi tapi kita mau punya anak. Kita lagi diskusi cara co-parenting dan Jasmine mikir paling bener dia balik ke rumah. Dia tinggal sama gue beberapa waktu.'
'Kenapa dia tinggal sama lo kalo kalian gak barengan?'
'Karena dia mau aborsi dan gue gak mau dia lakuin. Dia cuma mau aborsi karena dia mikir gue gak mau ada urusan sama bayinya jadi gue harus buktiin dia salah.'
'Gak masuk akal nih,' kata Detektif St. Clair.
'Apaan sih, lo lemot?' Evan nanya dia.
'Aneh banget gimana lo nganter Jasmine dan beberapa jam kemudian, dia diserang sama orang yang masuk ke apartemennya. Kalian berantem sebelum lo nganter dia tentang bayi. Bayi yang sekarang lagi berjuang buat hidupnya di UGD.'
POV Evan
Gue ngeraup rambut gue sambil ngeliatin dua detektif itu gak percaya.
Gue gak bakal pernah nyakitin Jasmine atau cewek mana pun. Gue gak pernah pake tangan buat nyakitin cewek mana pun seumur hidup gue di dunia ini.
'Gue tau kalian mau ke mana. Tapi gue gak ngapa-ngapain Jasmine dan anak gue. Itu anak gue! Anak gue!' gue teriak buat mereka inget.
'Dia gak ngelakuinnya,' kata Zenia buat ngebela gue.
'Lo bilang lo gak liat muka atau plat nomor mobilnya jadi gimana lo tau itu bukan dia?'
'Dan gue juga udah bilang tentang Bradley Pittsburg tapi kalian kayaknya lebih tertarik sama Evan Hollen.
Bradley punya riwayat kekerasan. Dia mantan pacar Jasmine yang gak puas dan dia bisa banget ngelakuin hal kayak gini. Dia udah kasar ke dia, fisik dan verbal,' kata Zenia lagi.
'Nanti kita selidiki,' kata detektif tolol satu.
Gue ngerasa darah gue mendidih dan urat gue mulai meledak.
'Permisi,' suara lain menyela. Seorang dokter dateng ke kita dan jantung gue mulai berdebar.
'Susan Blackman, Zenia Blackman?' dia nanya buat mastiin kita di sini buat Jasmine.