BAB 74
'Kamu masuk neraka aja! Itu kan rumahmu, iya kan? Dasar iblis betina!"
'JASMINE! ARIA!" BERHENTI OMONG KOSONG INI!" teriakku lagi.
'Diam, Evan! Gak nyangka lo beneran ngebiarin dia ngomongin hal-hal buruk tentang bayi dan lo gak ngasih tau apa-apa ke dia!" Jasmine teriak ke arahku sekarang.
Dia bener.
'Berisik dan jangan ngomong gitu ke cowok gue,' kata Aria ke dia.
'Lo mau nyuruh gue diem?' tanya Jasmine dan maju selangkah lagi ke Aria.
Gue berdiri di antara mereka lagi, merangkul Aria untuk menjaganya.
'Jasmine, balik ke kamar lo. Gue bakal ngomong sama lo kalau lo udah tenang,' kataku, berusaha mengakhiri keributan dan drama ini.
'Gak mau,' katanya dan melipat tangannya di dada besarnya.
'Aria, naik ke kamar gue,' kataku ke Aria selanjutnya. Gue harus nyuruh salah satu dari mereka keluar dari ruangan.
'Gak mau,' kata Aria meniru Jasmine, dia juga melipat tangannya di dadanya.
Sisi lain dari diri gue cuma mau nyerah dan biarin mereka saling pukul tapi Jasmine hamil lima bulan dan gue gak akan pernah ngebiarin Aria mukul dia.
Gue gendong Aria di bahu gue dan naik ke atas bersamanya. Gue nurunin dia begitu masuk kamar.
'DI SINI AJA!' kataku sebelum mengunci pintu.
Gue balik ke bawah dan Jasmine masih berdiri di sana, menatapku dengan tatapan yang bikin gue gak nyaman di kulit gue sendiri.
'Dia kan yang ngeyakinin lo buat tes DNA begitu bayinya lahir nanti, Evan?' tanyanya. Nada bicaranya meninggi di setiap kata.
'G...gue,' aku gagap kayak orang tolol.
'Lo emang gak banget, Evan Hollen. Jadi dia yang megang kendali sekarang? Dia mau lo tes DNA jadi lo bakal lakuin! Dia mau lo diem dan dengerin dia ngomongin bayi yang gak enak jadi itu yang bakal lo lakuin, hah?'
'Jasmine, inget kata dokter. Jangan stres,' kataku, berusaha menenangkannya.
'Gue gak stres, tolol.'
Gue gak percaya gimana dia langsung berubah dan manggil gue dengan nama. Beberapa saat lalu dia bilang dia minta maaf karena udah nyakitin gue, dan sekarang gue tolol?
'Gue gak akan nyaman kalau kita harus beneran ngurus anak bareng dan lo masih sama dia. Gue gak mau bayi gue di sekitar perempuan gila itu.'
'Jadi lo mau ngomong apa?'
'Lo lemot ya? Gue mau ngomong kalau gue gak mau Aria jadi ibu tiri anak kita. Bagian mana yang gak lo ngerti?'
Tampa kata-kata lagi, dia balik ke kamar tidurnya.
Gue menghela napas dan menjatuhkan diri di sofa.
Berapa banyak lagi yang bisa cowok tahan?
POV Evan
'Gue sih, gak suka Jasmine. Di kamus gue, dia itu definisi cewek matre banget. Tes DNA itu ide terbaik. Lo gak bisa percaya cewek itu, Evan,' kata Zack sambil minum Diet Coke-nya.
'Kok dia matre?' tanya EJ, adik gue yang lebih muda, ke dia.
Gue baru balik dari rapat di cabang lain dan mutusin buat ketemu sama temen-temen buat makan siang.
Gue baru aja cerita apa yang terjadi antara Aria dan Jasmine. Mereka udah tau soal yang lain: Jasmine keluar, putus, Bradley, kehamilan Jasmine.
Gue nyesel cerita ke dua badut itu karena sekarang mereka balik lagi berdebat kayak Jasmine dan Aria.
'Gue suka Jasmine. Gue tau dia salah tapi gak ada yang sempurna. Kita semua bikin kesalahan dan belajar dari mereka,' tambah EJ.
'Kesalahan? Dia ninggalin kakak lo buat ke Pittsburg itu bukan kesalahan. Itu pilihan. Dan satu-satunya alasan dia bikin pilihan itu karena itu emang niat dia dari awal. Keluar dan mulai lagi sama si milyuner. Dia balik lagi sama Evan sekarang karena dia tau Bradley cuma mainin dia,' kata Zack menambahkan.
'Bro, jangan ngehakimin Jasmine gitu. Lo aja gak kenal dia,' bela EJ.
'Tapi gue tau TIPENYA. Dia pasti udah ML sama Bradley berkali-kali, hamil dan sekarang dia mau Evan jadi bapaknya karena Bradley udah punya keluarga. Pikirin deh. Jasmine itu pembohong dan gak bisa dipercaya. Gue dukung Aria.
Aria itu cantik, pintar, dan mandiri. Dia punya duit sendiri tapi dia masih di sini, nemenin Evan melewati semua drama yang dibikin Jasmine karena Aria cinta sama dia. Evan, lakuin tes DNA,' kata Zack lagi.
Gue diem aja, dengerin mereka berdua berdebat.
'Kalo Aria begitu baik dan sempurna, kenapa dia gak bikin lagu baru?' tanya EJ.
'Lah kenapa dia gak boleh istirahat? Dia udah punya dua puluh hits! Dia di sini buat dukung Evan dan dia harus bersyukur ada orang yang kayak gitu.'
'Zack, berhenti ngomong seolah-olah kakak gue lahir dari Pohon Gak Punya Siapa-siapa dan kena semua cabang pas jatoh. Dia itu Evan Hollen. Tentu aja Aria bakal tetep di samping karena dia punya urusan yang lebih penting daripada Jasmine.'