Bab 15- Anak laki-laki yang cemburu
"Jalan lebih cepat," kata Lucas pas bel berdering dan kita jalan di koridor bareng Kendrick.
"Eh, kenapa tuh cowok?" tanya Kendrick.
"Umh, mungkin dia cemburu," katanya.
"Cemburu?" tanya Kendrick.
"Sama siapa?" kataku.
"Bego, sama kamu dan Kendrick," katanya.
"Aku? Oke, dia gak suka aku, oke," kataku dan jalan lebih cepat, ninggalin mereka.
"Eh, maaf ya," katanya.
"Ngomong-ngomong, mau gak ke rumahku? Aku mau kasih kejutan buat Ibu sama Ayah," kataku.
"Mau banget," kata Kendrick dengan semangat.
"Oke, ayo, tapi umh aku cuma punya motor dan cuma muat buat dua orang."
"Motor itu apa?" kata Kendrick dan aku sama Seia Trixie ketawa.
"Kamu gak tau itu apa?" kataku.
"Iya," katanya dan aku narik dia.
"Itu motor," kataku dan dia kaget dan takjub.
"Woah, keren banget, gimana cara naiknya?" katanya.
"Aish, naik aja. Seia Trixie ikut," kataku.
"Argh, tunggu, kamu duluan aja. Aku mau nungguin Trixie," katanya.
"Oke," kataku.
"Dah," kata Kendrick ke Seia Trixie dan kita berdua pergi naik motor, di mana Seia Trixie berada.
"Ibu, Ayah?" teriakku ke seluruh rumah.
"Rumahmu keren banget," katanya sambil celingukan.
"Oh, kamu," katanya dan nunjuk ke bingkai foto yang dipajang di dinding.
"Iya, aku. Masuk aja," kataku.
"Umh, Pengasuh? Ibu sama Ayah mana?" tanyaku ke salah satu Pelayan.
"Mereka lagi keluar kota, katanya mereka nge-chat kamu," katanya.
"Apa?" kataku.
"Makasih ya, aku pergi dulu," kataku dan senyum.
"Mau makan dulu gak?" katanya.
"Udah kenyang Pengasuh, makasih," kataku dan ngelambaiin tangan di udara buat bilang selamat tinggal.
"Kamu gak papa?" kata Kendrick di belakangku.
"Ayo," kataku dan aku nyetir ke drive-thru karena aku laper.
"Katanya gak laper, tapi beli makanan?" katanya.
"Ssst," kataku dan dia ketawa.
"Tolong pegangin ini ya," kataku pas kru ngasih aku makanan yang aku pesan.
"Kamu gak ada di sini," kata Seia Trixie pas aku angkat telepon.
"Umh, kita mau ke apartemen. Orang tua aku lagi keluar kota," kataku dan cekikikan.
"Argh," katanya.
"Oke, kita otw," kataku dan dia mungkin lagi ngomongin Trixie.
"Mereka otw, jadi kita berangkat?" kataku dan Kendrick ngangguk.
"Kamu beneran dibesarin manusia," katanya.
"Hah?" kataku.
"Uh, gak ada apa-apa," katanya dan aku gak peduli.
"Kita udah nyampe," kataku dan aku lihat Seia Trixie sama Trixie dan Lucas.
"Oh, kamu juga di sini?" kataku.
"Kamu mau aku pergi? Aku kan tinggal di sini, inget?" katanya dingin tapi santai.
"Uh, maaf," kataku malu.
"Tapi kalau kamu mau aku pergi biar kamu sama cowok itu kencan, yaudah sih," katanya dan aku kaget. Dia pergi dan banting pintu dengan keras.
"Orang cemburu," kata Seia Trixie.
"Kenapa sih dia?" kataku dan Seia Trixie cuma nyengir ke aku.
"Oke, kita mau ngapain?" kataku dan duduk di sofa.
"Hai, nama kamu siapa?" tanya Trixie ke Kendrick.
"Aku?" katanya dan nunjuk diri sendiri.
"Iya, kamu, kamu kan anak baru," kata Trixie dan senyum.
"Uh, aku Kendrick," katanya.
"Kamu tau gak, ade-" katanya tapi sebelum dia selesai ngomong Seia Trixie nutup mulutnya dan ketawa gugup. Aku lihat dia dan dia cuma ketawa gugup ke aku.
"Oh, kita nonton film aja gak sih?" kataku.
"Film itu apa?" kata anak ini di belakangku.
"Kamu juga gak tau ini apa?" kataku dan dia ngangguk.
"HAHAHA, aku gak bisa jelasin tapi ya seru deh," kataku dan nyalain tv.
"Uh, aku pergi dulu ya. Temen-temen aku nyariin nih jadi aku harus pergi," katanya dan pamitan.
"Senang ketemu kamu Saudara Laki-laki Kendrick," katanya dan ngedipin mata ke kita.
"Itu kakakmu?" tanyanya ke Seia Trixie.
"Iya, aku lebih cantik dari dia kan," katanya percaya diri.
"Uh, kakak kamu lebih cantik," katanya dan aku langsung ngakak.
"Wahhhhh," Seia Trixie pura-pura nangis.
"Kecilin suara ketawanya," seseorang teriak.
"Aku gak bisa fokus sama yang aku kerjain," tambahnya.
"Maaf Yang Mulia," kataku dengan bercanda.
"Diam!" katanya dan kali ini aku rasa dia beneran marah.
"Aku pergi ya, udah malem," kata Seia Trixie.
"Mungkin Ayah lagi nyariin aku," katanya.
"Tapi filmnya udah hampir setengah jalan," kataku tapi dia cemberut dan bilang.
"Aku main ke rumahmu besok ya," katanya dan aku ngangguk.
"Oke, hati-hati ya. Sampai jumpa besok," kataku dan dia senyum.
"Dan kamu kenapa gak pergi? Udah malem," kata Lucas di depan pintu rumahnya.
"Umh-" kata Kendrick dan aku perhatiin Lucas ngasih tatapan tajam ke dia.
"Oke, aku pergi," katanya.
"Sampai jumpa besok," kataku tapi Lucas bisikin sesuatu yang aku gak denger. Kendrick pergi dan aku natap Lucas.
"Kenapa sih kamu gitu?" kataku.
"Apaan?" tanyanya.
"Argh, aku benci kamu!" kataku dan keluar sambil ngegas di depan mukanya.
"Gak ada yang nanya juga," teriaknya.
"Diem!" aku teriak balik.
"Kenapa sih dia?" kataku sambil natap tembok.
"Kamu Ibu kandungku?" kataku ke Wanita di depanku, aku gak bisa liat jelas mukanya, tapi aku liat matanya ungu.
"Kamu Ayahku?" kataku dan nunjuk Pria di samping Wanita yang ngaku jadi Ibuku.
"Iya, kami," kata mereka.
"Tapi kenapa?" kataku.
"Kenapa kalian tega ninggalin aku?" kataku dan aku nangis di kasurku.
"Ini pertanda aku harus cari orang tua aku?" bisikku ke diri sendiri. Aku cek jam dan udah hampir jam 5 pagi. Aku harus gimana, aku gak bisa tidur dan Lucas masih tidur. Jadi aku ngendap-ngendap keluar pintu dan kaget liat Lucas berdiri di depan kulkas dan lagi ambil makanan.
"Oh, kamu udah bangun?" kataku tapi dia gak peduliin aku.
"Eh, kamu denger aku gak sih?" kataku dan lagi-lagi aku denger keheningan.
"Aish, kamu bikin emosi deh," kataku marah.
"Kamu berisik banget," katanya dengan alisnya nyatu.
"Tau ah, terserah," kataku dan duduk di sofa dan ambil handphone di kantongku, beberapa menit kemudian ada yang ngetok pintu dan udah hampir jam 6 pagi.
"Siapa sih pagi-pagi gini? Kamu ada tamu Lucas?" kataku tapi aku gak dapet balasan dari dia. Jadi aku jalan ke pintu dan bukain.
"Hai, selamat pagi," kata Kendrick dengan senyum lebar di mukanya.
"Pagi-pagi banget, dan kamu ke sini buat main ke rumah dia. Kita kan ada sekolah?" kata Lucas.
"Gak usah peduliin dia," kataku ke Kendrick dan narik dia buat duduk.
"Aku bawain sarapan, aku gak gitu tau kamu suka makanan apa," katanya dan ngasih aku sekotak donat.
"Kamu bercanda kan?" tanyaku marah.
"Makasih!" tambakku dan aku denger suara keras di kamar mandi dan Lucas ada di dalem jadi dia yang bikin suara itu.
"Aish, dia beneran ada maunya nih," aku muterin bola mata dan biarin dia.