Bab 22- Pilihan Dibuat
SUDUT PANDANG ISABELLA
"Menurutmu mereka bakal jadian gak sih?" Saya berbisik pada Lucas pas kita lagi jalan keluar. Perawatnya nyaranin kayaknya saya harus pulang aja, istirahat. Awalnya, saya gak setuju tapi Faith bilang dia bakal jagain saya.
Saya juga berencana ngasih tau dia yang sebenernya setelah kelas. Kita butuh Lucas dan Kendrick buat bawa kita ke kerajaan saya. Saya mikir mungkin kita gak aman kalo cuma berdua aja. Sama kayak kemarin, saya nyari-nyari kerajaan tempat Kendrick bawa saya. Saya tau ada yang ngikutin saya.
"Oke, gue yang bakal jagain dia. Kalian berdua pergi aja." Faith narik saya ke mobil dan nutup pintunya.
"Jadi, gue mau lo milih." Dia bilang dengan semangat.
"Bilang dulu lo udah gak marah lagi sama gue." Saya nyilangin tangan dan monyongin bibir.
"Iya, gue bener-bener minta maaf buat tadi. Gak tau lo demam gara-gara gue. Maaf, gue gak ketemu lo kemarin, gue gak punya muka buat nunjukin diri." Dia menghela napas.
"Oke deh, ayo, kita ke rumah gue atau rumah yang gue sewa?" Saya nanya.
"Yang lo sewa." Jawabnya. Dia nyuruh supirnya buat nyetir ke rumah saya yang udah dia tau.
"Istirahat di sana." Faith nyuruh saya istirahat di kamar pas kita udah sampe. Dia nyuruh saya istirahat sebentar sambil dia masak buat ngasih obat karena saya gak mau minum obatnya. Jadi saya ngikutin dia, saya juga pusing yang bikin dunia saya berputar.
"Lo bisa jalan gak?" Dia ngecek saya sebelum masuk dapur.
"Uh, ya, tentu. Cuma pusing doang." Saya jawab.
"Lo tau gak, istirahat aja di sini, di sofa." Dia bantu saya buat tiduran di sofa, saya coba nutup mata biar bisa tidur sebentar tapi gak bisa. Pria yang saya liat, dia mirip banget sama Lucas.
•FLASHBACK•
Saya lagi jalan di hutan nyari kerajaan. Gak tau jalannya, cuma dari ingatan tapi percuma juga. Saya gak tau harus gimana jadi saya coba dan coba sampe capek. Pas saya denger langkah kaki di daun-daun yang berserakan di sekeliling.
"Siapa lo? Bisa tolong gue gak?" Saya teriak padahal gak tau dia denger apa nggak atau beneran ada orang.
"Lo tau di mana Kerajaan..." Sebelum saya selesai ngomong dia bilang dan muncul entah dari mana.
"Maksud lo dinasti serigala?" Dia nanya dan jalan mendekat ke saya. Saya bisa liat mata merahnya yang gelap. Dia juga keliatan kayak Lucas versi muda.
"Mungkin." Saya bingung bilang.
"Oke ikut gue." Dia megang tangan saya tanpa ragu tapi saya ngerasa ada yang salah.
"Lepasin tangannya." Seekor serigala ngehentiin dia, dia gendong anak kecil di punggungnya. Saya ngelepasin tangan saya dengan paksa dan lari ke mereka.
"Gue bakal bawa dia balik." Penampilannya berubah jadi serigala dan lari dari kita.
"Makasih." Saya berterima kasih sama pria itu dan anak laki-laki itu karena udah nyelametin saya.
"Sama-sama, Yang Mulia." Dia nunjukin jalan pas dia tau saya juga mau ke kerajaan mereka atau kerajaan kita.
•FLASHBACK SELESAI•
"Udah jadi." Faith teriak dari dapur jalan ke arah saya.
"Syukurlah, kita baik-baik aja." Saya seneng bilang, Dia meluk saya erat dan bilang.
"Gue gak bisa hidup tanpa lo." Dia sesenggukan dan tertawa.
"Norak." Saya ketawa dan dia bawa makanan yang dia masak. Dia juga bawa obat yang kita beli di jalan.
"Oke duduk aja di sana, gue yang bakal beresin piringnya." Dia bilang.
"Kita udah sampe." Seseorang teriak dari luar.
"Siapa tuh?" Faith nanya, saya ngangkat bahu dan siap-siap berdiri buat ke pintu.
"Biar gue yang buka." Faith menawarkan diri dan saya ngambil remot tv buat nyalain tv dan nonton sesuatu.
"Cepet amat sih." Saya liat mereka mukanya penuh keringat.
"Kita bolos." Lucas ngejelasin dan mata saya kaget jadi gede.
"Tss," Kendrick bilang di belakang punggung Lucas.
"Gak papa kok, Putri." Kendrick jalan ke saya dan nepuk pundak saya.
"Putri?" Faith bingung nanya.
"Iya, dia putrinya." Jawaban Kendrick.
"Putri apa?" Faith nanya lagi.
"Serigala? Dia gak cerita ya?" Saya liat Kendrick siap buat ngebunuh dia.
"Gue mau bilang gitu." Saya marah bilang.
"Lo apa?"
"Mereka gak beneran juga, gak ada yang namanya serigala berubah jadi manusia." Dia tertawa dan mikir saya cuma becanda.
"Coba tunjukin ke dia," Saya minta ke Kendrick, saya liat Lucas dan saya ngangguk ke dia bilang dia boleh nunjukin ke Faith. Kendrick minta buat pergi ke hutan kayak dia minta ke saya sebelumnya nunjukin siapa dia dan kita semua setuju.
Dua anak laki-laki itu mulai merubah penampilan mereka dari anak laki-laki yang ganteng jadi serigala yang menakutkan.
"Wahhhhhh." Faith teriak.
"Hei kecilin suaranya." Saya nutup mulut Faith dan naik ke punggung Lucas.
"Sana, naik ke punggung Ken." Saya nunjuk Kendrick dan Faith jadi merah.
"U-uh, oke." Dia malu keliatan dari mukanya dan pipinya yang memerah. Dia loncat ke punggung Kendrick dan mereka mulai lari. Kita ngikutin mereka tapi saya minta Lucas buat pelan-pelan. Saya mau bilang sesuatu ke dia.
"Lucas pelan-pelan," Saya nyuruh dan dia nurut.
"Ya?" Dia nanya.
"Iya, saya mau jadi pacar kamu," Saya mengumumkan.
"K-kamu?" Dia ngomong.
"Aku milikmu," Saya ngulang.
"Kamu beneran jadi milikku?" Dia nanya sekali lagi dan saya ngangguk.
Dia nyuruh saya turun jadi saya turun. Dia berubah lagi jadi anak laki-laki yang ganteng yang saya cintai sejak awal. Dia tiba-tiba megang pinggang saya mendekati dia. Kita saling pandang sebentar, dan saya natap bibirnya yang warnanya merah muda dengan bibir berbentuk hati, saya cium dia tanpa ragu saat bibir kita bersentuhan saya taruh tangan saya di pundaknya dan ngerasain kupu-kupu di perut saya menikmati momen yang kita punya.
"Iwww." Seseorang jijik. Itu Faith sama Kendrick yang natap kita. Saya bisa liat di mata Kendrick dia nahan air matanya padahal dia udah berubah jadi serigala.
"Gak aman di sini kita harus pergi." Dia berbalik dan mulai lari sama Faith di punggungnya.
"Dia suka sama lo. Gue bisa liat dari matanya." Dia komentar, dia berubah lagi dan kita pergi ke kerajaan kita. Di perjalanan, saya mikirin Ken tapi saya gak bilang kalo saya suka sama dia. Saya cuma, itu nyakitin perasaan saya liat orang yang udah nolong saya buat tau Identitas saya yang sebenarnya, sakit dan gak nunjukinnya cuma karena saya gak milih Lucas daripada dia.
"Faith, sini," Saya manggil pas mereka hampir masuk kerajaan. Dia dateng dan megang tangan saya.
"Mereka gak bakal gigit gue kan?" Dia nempel ke tangan saya kayak anak kecil yang ketakutan.
"Bodo amat, nggak," Saya jawab dia. Kita jalan ke tempat Ayah dan Ibu saya. Sementara mereka berdua di belakang jalan di belakang kita dengan diam.
"Kalian balik lagi. Kangen ya." Ibu saya bercanda pas dia nyamperin saya.
"Siapa wanita cantik itu sama kamu?" Dia nanya saya pas Faith takut buat nempel ke saya.
"Kita gak gigit kayak serigala yang lo denger. Kita gak kayak gitu, tapi di kerajaan ini kita nggak." Ibu saya bilang, Faith ngelepasin tangannya dan ngenalin dirinya.
"Saya cantik, kamu bilang gitu kan?" Kayak anak kecil, dia nanya.
"Jadi gue sahabatnya Faith. Dan lo?" Faith ngenalin dirinya dan nanya dengan hormat.
"Saya ibunya Ratu Aye dan ini ayahnya Raja Kaiser." Ibu bilang.
"Jadi ini berarti lo beneran putri." Dia senengnya berbalik ke saya, dan saya ngangguk.
"Wah keren." Dia loncat kegirangan.
"Nikmati diri kalian, Kita harus melakukan sesuatu," Ayah bilang dan dia senyum ke saya.
"U-uh Kendrick di mana?" Faith nanya pas dia sadar Ken gak ada di belakang kita.
"Dia keluar," Lucas nyatain.
"Uh, kita cari dia yuk," Saya nyaranin dan mereka setuju.
"Oh, dia di sana." Faith nunjuk ke tempat dia liat Kendrick di kebun.
"Sana kamu harus ngomong sama dia." Lucas ngedipin saya dan nepuk pundak saya, dia ninggalin saya sama Faith. Faith berbalik ke saya dan ngasih senyuman lebar di wajahnya.
"Kamu di sini sendiri?" Saya mecah keheningan. Dia nyembunyiin matanya dari saya nyoba buat ngapus air matanya.
"Ini." Saya ngasih sapu tangan yang ada di saku saya.
"Makasih." Dia berterima kasih sama saya.
"Umh Mari kita berteman aja. Kita bisa melakukan penutupan yang lebih baik, selain itu ada Faith di sisi kamu.."
"Gue baik-baik aja, gue cuma nangisin aja. Makasih." Dia senyum nyoba buat nyembunyiin rasa sakit yang saya sebabkan.
"Gue suka sama lo." Dia ngaku.
"Itu terakhir kalinya, gue bakal bilang gue suka sama lo." Dia nambahin, saya senyum ke dia dan saya minta dia buat gabung sama yang lain.
"Berkat kekuatan penyembuhan gue, gue nyembuhin diri gue sendiri cepet banget." Dia tertawa dan saya cekikikan.